๐ค STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
๐ก SUBJECT: $ITMA
๐
TIMESTAMP: 30 Desember 2025, 01:10 WIB
๐ LAST PRICE: Rp1.705 | ๐ฆ SYSTEM TREND: Bullish
โก STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
โ
ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp1.520 โ Rp1.621
Analisa Sistem: Support MA Cross 9/26 berada di zona Rp1.520-1.621 dengan struktur higher low yang solid sejak November. Bandar Value positif +464.86B mengindikasikan akumulasi institutional masif dengan volume spike 55.07M. Entry ideal menunggu pullback ke zona MA 26 (Rp1.621) untuk optimal risk/reward ratio. RSI 52.6 netral memberikan ruang untuk continuation bullish tanpa risiko overbought immediate.
โ
๐ฐ ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp1.705 โ Rp1.762
Analisa Sistem: Entry immediate di current price Rp1.705 dengan spekulasi continuation rally energy sector rerating. Chart menunjukkan breakout dari resistance Rp1.700 dengan frequency 2.5K participation. Entry agresif cocok untuk momentum trading menuju resistance zone Rp1.800-2.000, didukung katalis operasional PLTD 20 MW Lombok dan PLTMG 3 MW yang sudah commercial operation.
โ
๐ฏ PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
๐ฅ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp1.900 (Resistance Minor / Psychological Level)
Perhitungan: ((1900 - 1621) / 1621) ร 100 = +17.21%
TP2: Rp2.130 (Resistance Major / ARA Level)
Perhitungan: ((2130 - 1621) / 1621) ร 100 = +31.40%
๐ซ STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp1.420 (Support Structure / Low Swing)
Perhitungan: ((1420 - 1621) / 1621) ร 100 = -12.40%
Risk/Reward Ratio: 1:1.39 (TP1) hingga 1:2.53 (TP2)
๐ฐ MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
Katalis Sektor Energi
Harga Minyak Brent Stabil (USD 61/barel): Minyak Brent crude berada di level USD 61,11/barel pada 28 Desember 2025, naik +0.78% namun masih turun -17,41% YoY. Harga tertahan di support psikologis USD 60-62 dengan risiko penembusan ke USD 58-59 jika stok EIA naik dan The Fed hold rate. Untuk ITMA yang fokus power generation (bukan upstream oil), harga minyak moderat ini netral karena membuat biaya bahan bakar PLTD/PLTMG stabil tanpa pressure margin signifikan.
โ
Program Waste to Energy (WtE) Nasional: Pemerintah bersama Danantara sedang mempersiapkan proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) dengan 33 titik lokasi dan investasi Rp2-3 triliun per titik. ITMA telah menyatakan ketertarikan masuk bisnis WtE dan EBT (energi baru terbarukan) termasuk mini hydro, menjadikan proyek nasional ini sebagai katalis ekspansi strategis jangka panjang.
โ
Katalis Korporasi ITMA
Proyek Operasional Baru (Multiple Revenue Streams): ITMA merampungkan pembangunan PLTD 20 MW di Lombok, NTB yang telah beroperasi penuh sejak Agustus 2025. Perseroan juga mengoperasikan PLTMG 3 MW di PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) dengan kontrak sewa 5 tahun sejak 30 September 2025. ITMA tengah membangun Mini LNG Plant 2,5 MMSCFD di Jawa Timur dengan progress 60% dan target commissioning Maret 2026. Proyek-proyek ini memberikan recurring revenue stabil dan diversifikasi portofolio dari trading/jasa kontraktor ke power generation.
โ
Ekspansi ke EBT dan WtE: ITMA secara agresif membidik peluang di energi baru terbarukan (mini hydro, renewable energy) dan pengelolaan sampah Waste to Energy. Positioning ini sejalan dengan transisi energi nasional dan target pemerintah mengurangi ketergantungan fosil, memberikan ITMA akses ke pasar growing dengan valuasi premium.
โ
Kinerja Keuangan Q3/2025 (Top Line Impresif, Bottom Line Tertekan): ITMA membukukan pendapatan USD 15,6 juta pada 9M25, melesat +500% YoY dari USD 2,6 juta. Pendapatan Q3 standalone USD 8,4 juta naik fantastis +30,3% QoQ. Namun, laba bersih 9M25 turun -34,2% YoY menjadi USD 802 ribu akibat lonjakan beban pokok pendapatan +2.814% YoY menjadi USD 732 ribu dan beban bank melejit dari USD 408 menjadi USD 1.016. Gross profit margin tertekan signifikan meski absolute gross profit naik +37,7% YoY. Kinerja menunjukkan phase ekspansi agresif dengan beban tinggi yang perlu monitoring sustainability margin.
โ
No Dividen 2024 (Full Reinvestment): RUPST Juni 2025 memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Laba bersih USD 1,86 juta dialokasikan untuk dana cadangan USD 10 ribu dan sisanya USD 1,85 juta untuk ekspansi usaha serta penguatan struktur permodalan. Kebijakan ini mencerminkan prioritas growth over yield, cocok untuk investor growth-oriented.
โ
Struktur Kepemilikan (BIPI 29,7%): PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) adalah induk usaha ITMA dengan kepemilikan 41,9% per laporan 2025, namun data historis menunjukkan BIPI pernah melepas kepemilikan menjadi 29,7% pada 2022. BIPI mengakuisisi ITMA pada 2018 senilai Rp3.465/saham (premium 5x dari harga pasar saat itu) untuk menguasai aset PT Mitratama Perkasa yang dimiliki ITMA 30%.
โ
Profil Bisnis: ITMA adalah perusahaan kontraktor pertambangan dan energi dengan bisnis perdagangan, ekspor impor, konstruksi pembangkit listrik, O&M (operation & maintenance), dan konsultasi migas/geotermal. Pendapatan utama berasal dari entitas asosiasi PT Mitratama Perkasa (30%) dan ekspansi ke power generation dengan portofolio PLTD, PLTMG, dan LNG plant.
โ
๐ FINAL STOCKBOT VERDICT:
๐ MOMENTUM CHECK: POSITIVE
Reasoning: Sektor energi mengalami rerating dengan katalis ekspansi agresif ITMA ke power generation. Pendapatan 9M25 melesat +500% YoY mencerminkan traksi bisnis kuat dari operasional PLTD 20 MW, PLTMG 3 MW, dan pipeline Mini LNG plant (COD Maret 2026). Chart menunjukkan bullish momentum dengan Bandar Value +464.86B institutional buying dan volume spike 55.07M. Meski laba turun -34.2% YoY akibat beban tinggi fase ekspansi, katalisis jangka panjang dari program WtE nasional dan transisi EBT sangat promising. RSI 52.6 netral, masih ada headroom untuk continuation.
๐ PRIMARY SIGNAL: SWING
โ
RECOMMENDED FOR: Swing Trader / Growth Investor (high risk tolerance)
โญ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 72%
โ ๏ธ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
RANDOM TAG
$ENAK$SKBM