๐ค STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
๐ก SUBJECT: $SIDO
๐
TIMESTAMP: 30 Desember 2025, 00:57 WIB
๐ LAST PRICE: Rp535 | ๐ฆ SYSTEM TREND: Sideways-Bearish
โก STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
โ
ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp520 โ Rp535
Analisa Sistem: Support major structure di zona Rp520-535 merupakan confluence MA 9/26 dengan multiple touch point historically. Bandar Value negatif -558B mengindikasikan distribusi ringan, namun Net Foreign Buy +904.04M menunjukkan asing masih akumulasi selektif. Entry ideal menunggu konfirmasi reversal bullish di support zone dengan volume confirmation. RSI 43.9 mendekati zona oversold memberikan margin safety untuk potential bounce.
โ
๐ฐ ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp535 โ Rp545
Analisa Sistem: Entry immediate di current price Rp535 dengan spekulasi dead cat bounce dari support psikologis. Entry agresif berisiko tinggi karena chart menunjukkan lower high pattern dengan trend sideways-bearish. Volume 13.93M relatif moderate tanpa spike buying, perlu watchlist untuk konfirmasi momentum reversal sebelum masuk.
โ
๐ฏ PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
๐ฅ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp560 (Resistance Minor / MA 9)
Perhitungan: ((560 - 535) / 535) ร 100 = +4.67%
TP2: Rp600 (Resistance Major / Psychological Level)
Perhitungan: ((600 - 535) / 535) ร 100 = +12.15%
๐ซ STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp500 (Support Structure / Low Swing)
Perhitungan: ((500 - 535) / 535) ร 100 = -6.54%
Risk/Reward Ratio: 1:0.7 (TP1) hingga 1:1.9 (TP2)
๐ฐ MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
Katalis Sektor Consumer Healthcare & Pharma
Inflasi Indonesia (Terkendali): Inflasi tahunan Indonesia turun menjadi 2,72% pada November 2025 dari 2,86% pada Oktober, tetap dalam kisaran target BI 1,5%-3,5%. Inflasi inti tercatat 2,36% YoY, menurun dari bulan-bulan sebelumnya, mencerminkan stabilitas daya beli konsumen. Inflasi makanan melambat ke 4,25% dari 4,99% pada Oktober, mendukung konsumsi produk FMCG dan herbal yang umumnya sensitif terhadap harga.
โ
Sentiment Konsumen Jamu (Gen X Dominan): Survei Jakpat Juli 2025 menunjukkan 68% Gen X (1965-1980) rutin mengonsumsi jamu, dibanding 56% Milenial dan hanya 35% Gen Z. Data ini mengindikasikan target market utama jamu masih generasi older dengan kepercayaan tinggi pada pengobatan tradisional, sementara penetrasi ke Gen Z masih challenge meski tren wellness berbahan alami meningkat.
โ
Preferensi Konsumen Jamu: Konsumen Indonesia menilai jamu sebagai produk murah, mudah didapat, tanpa efek samping, natural dan aman. Namun, jamu masih dipersepsikan sebagai pengobatan alternatif atau bahkan "pilihan terakhir", bukan mainstream medical treatment. Untuk segmen menengah-atas, jamu memerlukan branding kuat dengan bahasa Inggris dan endorsement profesional medis.
โ
Katalis Korporasi SIDO
Kinerja Keuangan Q3/2025 (Moderate Growth): SIDO membukukan pendapatan Rp2,72 triliun pada 9M25, tumbuh modest 3,89% YoY dari Rp2,62 triliun. Laba bersih mencapai Rp818,54 miliar, naik 5,19% YoY dari Rp778,11 miliar di periode sama 2024. Pertumbuhan positif namun relatif lambat dibanding sektor consumer goods lainnya, mencerminkan tekanan daya beli konsumen domestik dan kompetisi ketat di kategori herbal/suplemen.
โ
Dividen Interim Jumbo (Rp647 Miliar): SIDO mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp647,57 miliar atau Rp22 per saham pada November 2025. Dividend payout ratio mencapai 79,11% dari laba bersih 9M25, menunjukkan komitmen return to shareholders yang sangat strong. Dengan harga saham Rp535, dividend yield interim saja mencapai 4,1%, sangat menarik untuk income investor.
โ
Total Dividen 2025 (Rp43/saham): SIDO telah membagikan dividen Rp21 per saham pada Mei 2025 (balance final 2024) dan Rp22 per saham November 2025 (interim 2025), total Rp43/saham YTD. Dividend yield tahunan mencapai 8,04%, termasuk tertinggi di sektor consumer healthcare Indonesia, mencerminkan mature business model dengan cash flow stability.
โ
Prospek 2025 (Conservative Outlook): Manajemen SIDO menargetkan pertumbuhan low double-digit untuk pendapatan dan laba bersih tahun 2025, dengan fokus penetrasi pasar domestik dan ekspansi internasional. Target konservatif ini mencerminkan awareness terhadap tantangan daya beli konsumen dan kompetisi, namun optimisme tetap terjaga di segmen herbal & suplemen (59% kontribusi penjualan) yang didukung tren kesehatan.
โ
Segmentasi Bisnis: Herbal & Suplemen (59%), Food & Beverage (38%), dan Farmasi (3%). Diversifikasi bisnis memberikan resilience, dengan produk ikonik seperti Tolak Angin tetap menjadi cash cow utama.
โ
Rencana Buyback Saham (Rp300 Miliar): SIDO mengajukan program buyback saham hingga Rp300 miliar yang disetujui di RUPS 2 Mei 2025. Buyback ini sebagai strategi pengelolaan modal dan sinyal confidence manajemen terhadap valuasi saham yang dinilai undervalued.
โ
๐ FINAL STOCKBOT VERDICT:
๐ MOMENTUM CHECK: NEGATIVE
Reasoning: Chart menunjukkan sideways-bearish dengan lower high pattern dan Bandar Value negatif -558B mengindikasikan distribusi. Meski kinerja Q3 positif (+5.19% YoY laba), pertumbuhan modest hanya 3.89% revenue mencerminkan tekanan daya beli. Dividend yield 8% sangat attractive untuk income investor, namun belum cukup untuk trigger momentum bullish. Net Foreign Buy +904M memberikan sedikit support, namun trend masih perlu konfirmasi reversal. RSI 43.9 oversold zone, perlu watchlist untuk bottom formation.
๐ PRIMARY SIGNAL: WAIT
โ
RECOMMENDED FOR: Income Investor (dividend yield 8%) / Value Investor (buy on dip)
โญ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 58%
โ ๏ธ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
RANDOM TAG
$FISH$PRDA