๐ค STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
๐ก SUBJECT: $SGER
๐
TIMESTAMP: 29 Desember 2025, 23:34 WIB
๐ LAST PRICE: Rp418 | ๐ฆ SYSTEM TREND: Sideways / Descending Triangle Breakdown Risk
โก STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
โ
ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp356 โ Rp390
Analisa Sistem: Support struktur MA/EMA Cross 10-26 periode zona Rp356-380 dengan konfirmasi volume accumulation minimal >4M lot sustained. Area ini merupakan demand zone critical setelah descending triangle breakdown dengan RSI 14 berada di 46.2 (zona netral-bearish). Tunggu konfirmasi Higher Low pattern dan volume breakout >5M sustained sebelum eksekusi untuk risk/reward ratio optimal.
โ
๐ฐ ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp410 โ Rp426
Analisa Sistem: Current price Rp418 berada di zona resistance minor dengan pattern descending triangle (lower highs formation). Broker Action neutral dengan Net Foreign Buy +2.11B (accumulation minimal) namun Bandar Value -84.14B menunjukkan distribusi institusi lokal massive. Volume 20-Day spike 56.11M dengan frequency 1.78K mengindikasikan likuiditas rendah dan sideways pattern dominan. Entry agresif TIDAK RECOMMENDED mengingat struktur teknikal bearish dan fundamental catalyst lemah.
โ
๐ฏ PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
๐ฅ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp474 (+13.40% dari entry agresif Rp418)
Formula: ((474-418)/418)*100 = 13.40%
(Resistance Minor - Previous high zone & Fibonacci 38.2% retracement dari swing high Rp600)
โ
TP2: Rp520 (+24.40% dari entry agresif Rp418)
Formula: ((520-418)/418)*100 = 24.40%
(Resistance Major - ARA level 520 & Descending trendline resistance)
โ
๐ซ STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp356 (-14.83% dari entry agresif Rp418)
Formula: ((356-418)/418)*100 = -14.83%
(Support Structure Critical - Breakdown MA 50 periode & ARB level 356 support). Jika tembus zona ini, potensi koreksi lanjut ke Rp300-330 mengingat descending triangle breakdown confirmation.
โ
Risk/Reward Ratio (TP1): 1:0.90 โ ๏ธ | (TP2): 1:1.65 โ
๐ฐ MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
๐ด SEKTOR: Energy & Mining (Coal Trading & Mining Services)
โก KATALIS KOMODITAS (COAL/ENERGY SECTOR):
Coal Price: Harga batubara USD 109.05/ton pada 26 Desember 2025, naik +0.05% daily namun turun -12.76% YoY dan -0.55% dalam 1 bulan. Harga batubara tertekan global dengan ATH USD 457.80 September 2022, current price turun -76.17% dari peak. Coal price bearish trend menjadi headwind signifikan untuk SGER yang 90% revenue dari coal export trading.
โ
Coking Coal Price: Main Coking Coal (Linfen) USD 201.51/ton pada 29 Desember 2025, turun -0.02% daily. Bituminous Coal Injection (Yulin) USD 78.10/ton, naik +0.11%. Segmented coal prices masih tertekan dengan recovery minimal.
โ
๐ข KATALIS UTAMA (KORPORASI) - DIVERSIFIKASI BISNIS:
Kredit Sindikasi Rp600 Miliar untuk Pabrik H2O2: SGER menandatangani perubahan perjanjian kredit sindikasi dari Rp350 miliar menjadi hingga Rp600 miliar pada 21 Desember 2025 untuk pembangunan Pabrik Hidrogen Peroksida (H2O2) di Serang, Banten. Kapasitas produksi 20,000 metrik ton (100% konsentrasi) atau 40,000 metrik ton (50% konsentrasi) per tahun. Tujuan: mengurangi ketergantungan impor H2O2 dan diversifikasi bisnis ke sektor non-batubara (kimia industri, mineral, biomassa, energi terbarukan).
โ
Obligasi Berkelanjutan Rp500 Miliar: SGER menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp500 miliar dengan bunga hingga 10.75%. Total program obligasi berkelanjutan Rp1 triliun dengan Tahap I Rp200 miliar telah diterbitkan 2024. Dana digunakan untuk modal kerja dan ekspansi bisnis non-coal.
โ
Kontrak Batubara Rp3 Triliun: SGER menandatangani kontrak jual beli batubara dengan PT Merge Mining Industri volume 2 juta metrik ton dengan potensi revenue Rp3 triliun pada November 2024 dengan durasi hingga 31 Januari 2025. Sebelumnya, kontrak dengan Vinacomin Vietnam 300,000 metrik ton senilai USD 32.6 juta (Rp499 miliar).
โ
Fundamental Model Bisnis: SGER bergerak di coal industry providing one-stop mining system dari produksi hingga transshipment. 90% sales dari ekspor (China, Bangladesh, Vietnam, India) dan 10% domestik. High dependency on coal price dan export demand menjadi vulnerability mengingat coal price turun -12.76% YoY.
โ
Diversifikasi ke Non-Coal: Strategi diversifikasi ke kimia industri (H2O2), mineral, biomassa, dan energi terbarukan menjadi hedge against coal price volatility. Namun, pabrik H2O2 masih dalam tahap pembangunan dan belum contribute revenue 2025-2026.
โ
๐ฐ FOREIGN FLOW & BANDARMOLOGY:
Net Foreign Buy: +2.11B (Accumulation minimal, tidak signifikan)
โ
Bandar Value: -84.14B (Distribusi institusi/bandar massive, sangat bearish signal)
โ
Bandar Movement: -1.49M (Lock profit retail minor)
โ
Volume 20-Day Average: 56.11M vs 11.73M (surge 378% namun dari base rendah, likuiditas masih terbatas)
โ
Frequency: 1.78K (momentum buying pressure sangat rendah)
โ
IHSG Context: IHSG naik +1.25% ke 8.644,26 pada 29 Desember 2025, SGER naik +1.95% (in-line, underperform given IHSG rally).
๐ FINAL STOCKBOT VERDICT:
๐ MOMENTUM CHECK: NEGATIVE (Structural Bearish Pattern)
Reasoning: Teknikal menunjukkan descending triangle pattern dengan lower highs formation dari Rp600 โ Rp580 โ Rp474 โ Rp420, mengindikasikan distribution phase dan potential breakdown. RSI 46.2 berada di zona netral-bearish tanpa momentum kuat. Net Foreign Buy +2.11B minimal tertutup oleh Bandar Value -84.14B (distribusi massive). Volume spike 56.11M (378% dari 11.73M) masih menunjukkan likuiditas rendah dengan frequency hanya 1.78K. Fundamental catalyst mixed: (1) Diversifikasi ke H2O2 factory Rp600M credit facility positif long-term namun construction phase belum revenue-generating, (2) Obligasi Rp500M issued dengan bunga 10.75% meningkatkan debt burden, (3) Kontrak batubara Rp3T expired 31 Januari 2025 perlu renewal, (4) Coal price turun -12.76% YoY (USD 109.05/ton) menjadi headwind signifikan mengingat 90% revenue dari coal export. Model bisnis high dependency on coal price volatility tanpa significant hedge. Descending triangle pattern berisiko breakdown ke Rp356 (ARB level) atau lower.
โ
๐ PRIMARY SIGNAL: WAIT / AVOID (Priority - Structural Bearish Risk)
Untuk Semua Trader (HIGHLY RECOMMENDED): WAIT untuk confirmation breakout dari descending triangle resistance di Rp474-520 dengan volume >10M sustained. Current structure bearish dengan lower highs pattern dan Bandar Value -84.14B menunjukkan smart money distribution. Jangan buy at current price Rp418 karena risk breakdown ke Rp356 atau lower sangat tinggi. Coal price headwind -12.76% YoY dan contract expiry 31 Januari 2025 menjadi near-term catalyst negatif.
Untuk Konservatif Trader: Tunggu entry di zona support Rp356-380 DENGAN konfirmasi Higher Low pattern dan volume breakout >8M sustained. Risk/reward ratio lebih baik (1:2.0+ ke TP2) jika entry di support bottom.
Untuk Investor Long-Term: Consider accumulation bertahap di zona Rp320-360 untuk long-term hold (2-3 tahun) mengingat diversifikasi H2O2 factory dan renewable energy strategy. Namun, high risk given coal dependency 90% dan debt burden Rp1T (obligasi program).
โ
RECOMMENDED FOR: AVOID / WAIT FOR CLARITY
NOT RECOMMENDED untuk Day Trader dan Swing Trader pada current price level. Descending triangle breakdown risk, coal price headwind, dan Bandar Value -84.14B distribution pattern menjadi red flags. Better wait breakout confirmation atau support testing di Rp356.
โญ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 38%
Confidence rendah karena kombinasi teknikal bearish (descending triangle, lower highs, RSI 46.2 netral-bearish), Bandar Value -84.14B distribution massive, fundamental headwind (coal price -12.76% YoY, contract expiry 31 Jan 2025, high debt burden Rp1T obligasi), dan liquidity constraint (frequency 1.78K). Meski diversifikasi H2O2 factory positif long-term, near-term catalyst lemah dan structure bearish dominan. Risk/reward ratio buruk (1:0.90 TP1) untuk entry agresif. Score 38% hanya untuk speculative contrarian play di support Rp356-380 dengan SL ketat, BUKAN untuk current price entry. Wait for breakout confirmation atau deeper correction untuk better entry.
โ ๏ธ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis per 29 Desember 2025, 23:34 WIB. SGER menunjukkan descending triangle pattern (structural bearish) dengan Bandar Value -84.14B distribution massive. Coal price turun -12.76% YoY menjadi headwind untuk 90% export revenue. Meski diversifikasi H2O2 factory Rp600M positif long-term, near-term catalyst lemah. Highly recommended untuk WAIT breakout confirmation atau entry di support Rp356-380. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR). Trading saham mengandung risiko kehilangan modal.
RANDOM TAG
$JMAS$ARTA