$ZYRX Rencana bisnis PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) untuk tahun 2026 merupakan kelanjutan dari strategi ekspansi agresif yang telah dimulai sejak pertengahan 2025. Fokus utama perusahaan bergeser dari sekadar pemain domestik menjadi eksportir dan pionir perangkat berbasis AI.
Berikut adalah poin-poin utama rencana bisnis ZYRX untuk tahun 2026:
1. Penetrasi Pasar Ekspor (Fokus Amerika Serikat)
Setelah memulai ekspor perdana pada Agustus 2025, tahun 2026 akan menjadi tahun pembuktian kontribusi ekspor terhadap pendapatan.
Target Ekspor: ZYRX menargetkan kontribusi pendapatan ekspor (terutama ke Amerika Serikat) tumbuh signifikan setelah target awal sebesar Rp130 miliar di tahun 2025.
Manfaat Tarif: ZYRX memanfaatkan momentum kebijakan tarif impor AS yang membuat produk laptop "Made in Indonesia" menjadi lebih kompetitif dibandingkan produk asal Tiongkok.
2. Fokus pada Perangkat Berbasis AI (AI Laptop & Server)
ZYRX telah mengalokasikan fasilitas produksi khusus untuk teknologi masa depan ini.
Produksi Massal: Memaksimalkan fasilitas pabrik dan gudang baru yang telah selesai dibangun pada akhir 2024/2025 untuk produksi massal Laptop AI dan Server AI.
Segmen Korporasi: Menargetkan perusahaan yang sedang melakukan transformasi digital dengan infrastruktur AI sebagai motor pertumbuhan di segmen Business-to-Business (B2B).
3. Optimalisasi Fasilitas Produksi Terintegrasi
Peningkatan Kapasitas: Pengoperasian penuh fasilitas yang terintegrasi dengan kantor pusat di Jakarta Barat. Ekspansi ini diproyeksikan meningkatkan kapasitas logistik minimal 3 kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Efisiensi Biaya: Dengan sistem manajemen inventaris yang lebih mutakhir, ZYRX berencana menurunkan biaya operasional logistik agar margin laba bersih dapat dijaga di level 8%–10%.
4. Keseimbangan Tiga Pilar Pasar
ZYRX berencana melakukan pemerataan kontribusi pendapatan dari tiga lini utama:
B2G (Government): Tetap mengejar kontrak pengadaan pemerintah (seperti pengadaan laptop untuk sekolah/Kemendikbud) yang selama ini menjadi penyokong utama.
B2B (Enterprise): Memperluas kerjasama dengan distributor besar seperti PT Indomarco Prismatama dan Dragon Computer.
B2C (Consumer): Memperkuat kehadiran di toko-toko retail fisik dan pasar online untuk meningkatkan brand awareness di mata pengguna akhir.