$ERAA
Berdasarkan konsensus analis dan valuasi fundamental saat ini (akhir 2025), jika ekspansi bisnis Erajaya (ERAA) ke sektor non-gadget (seperti otomotif, F&B, dan active lifestyle) berjalan sesuai rencana dan mulai mencetak laba yang signifikan, berikut adalah estimasi harga wajar saham ERAA untuk tahun 2026:
Estimasi Harga Wajar ERAA Tahun 2026
* Skenario Moderat (Konsensus): Rp 580 – Rp 600 per lembar
* Ini mencerminkan kenaikan sekitar 40-45% dari harga saat ini (kisaran Rp 406 di akhir 2025). Target ini berasumsi bahwa bisnis inti (HP/Gadget) tetap tumbuh stabil dan bisnis baru mulai berkontribusi positif meski belum dominan.
* Skenario Optimis (Bull Case): Rp 670 – Rp 750 per lembar
* Harga ini dapat tercapai jika pasar melakukan re-rating valuasi ERAA. Artinya, investor tidak lagi melihat ERAA hanya sebagai "toko HP" (margin tipis), melainkan sebagai perusahaan ritel gaya hidup (lifestyle retailer) yang memiliki margin laba lebih tebal. Beberapa sekuritas (seperti Trimegah dan UOB KayHian) memiliki target di kisaran level ini jika momentum terjaga.
Dasar Perhitungan & Pemicu Kenaikan Harga
Kenaikan harga wajar ini didorong oleh tiga faktor fundamental utama:
1. Peningkatan Margin Laba (Profitability Driver)
Bisnis distribusi HP memiliki margin yang tipis. Namun, ekspansi ERAA ke sektor baru memiliki profil margin yang jauh lebih baik:
* Food & Nourishment (Bacha Coffee, Paris Baguette): Memiliki Gross Margin di atas 50-60%.
* Active Lifestyle (JD Sports, ASICS): Margin ritel fashion umumnya lebih tinggi dari elektronik.
Jika kontribusi segmen ini membesar di 2026, blended margin (rata-rata margin) perusahaan akan naik, yang otomatis mendongkrak laba bersih tanpa harus menaikkan omzet secara drastis.
2. Valuation Re-rating (Kenaikan PER)
Saat ini (akhir 2025), ERAA diperdagangkan pada PER (Price to Earnings Ratio) sekitar 6x - 7x, yang tergolong murah (undervalued).
* Rata-rata historis PER ERAA adalah 10x - 12x.
* Jika pasar yakin dengan kesuksesan ekspansi, investor akan bersedia membayar saham ERAA di valuasi PER 10x lagi.
* Simulasi: Jika Laba Per Saham (EPS) 2026 diproyeksikan mencapai Rp 70 - Rp 75 (naik dari Rp 65 di 2025) dan PER kembali ke level wajar 9x-10x, maka: Rp 75 x 9 = Rp 675.
3. Pertumbuhan dari Sektor Baru
Tahun 2026 diharapkan menjadi tahun "panen" bagi investasi yang dilakukan pada 2024-2025. Penjualan mobil listrik (XPENG) yang mulai massal dan matangnya gerai-gerai F&B baru akan menjadi mesin pertumbuhan baru di luar siklus iPhone yang biasanya hanya ramai di kuartal tertentu.
Kesimpulan
Jika Anda adalah investor jangka panjang dan yakin manajemen bisa mengeksekusi ekspansi ini (terutama menjaga stok tidak menumpuk dan utang terkendali), harga di bawah Rp 450 saat ini tergolong diskon. Harga wajar di tahun 2026 sangat berpotensi kembali ke level Rp 600-an, mengembalikan kejayaan harga sahamnya seperti beberapa tahun lalu sebelum stock split.
$ERAL