$APLN Sepanjang tahun 2025 (Year-to-Date/YTD), emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif namun cenderung tertekan secara finansial, meski secara harga saham masih mencatatkan pertumbuhan tipis.
Berikut adalah poin-poin utama yang terjadi pada APLN selama tahun 2025:
1. Performa Harga Saham (YTD)
Kenaikan Tipis: Hingga akhir November 2024-2025, saham APLN mencatatkan kenaikan sekitar +6,52% YTD. Meskipun naik, pergerakannya dinilai sideways (mendatar) dengan rentang harga yang tipis.
Valuasi: Saham ini diperdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) yang sangat rendah, yakni di kisaran 0,17x - 0,20x, yang secara teoritis menunjukkan harga saham masih jauh di bawah nilai aset bersihnya (murah).
2. Kinerja Keuangan (Januari – September 2025)
Pendapatan Terkoreksi: APLN membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,64 triliun hingga Kuartal III-2025, turun sekitar 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp2,77 triliun).
Kerugian Membengkak: Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp57,9 miliar (per Q3 2025), dibandingkan rugi Rp41,3 miliar pada tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih lemah dan pasar properti yang lesu.
Marketing Sales: Hingga September 2025, marketing sales mencapai Rp1,24 triliun, yang didominasi oleh segmen rumah tapak (landed house).
3. Strategi Divestasi Aset (Jual Aset)
Untuk memperkuat struktur keuangan dan melunasi utang, APLN sangat agresif melakukan penjualan aset strategis di tahun 2025:
Penjualan Mal Deli Park Medan: Pada akhir Desember 2025, APLN melalui anak usahanya mengumumkan rencana pelepasan aset pusat perbelanjaan Deli Park di Medan.
Dampak Positif: Meskipun penjualan aset (seperti Pullman Ciawi di akhir 2024) menyebabkan penurunan recurring income, langkah ini berhasil menurunkan beban bunga perusahaan hingga 38% (menjadi sekitar Rp311 miliar) karena adanya percepatan pelunasan utang bank.
4. Pandangan Analis
Rekomendasi: Mayoritas analis memberikan rekomendasi HOLD (tahan) dengan target harga di sekitar Rp102/saham.
Sentimen: Pasar cenderung wait and see karena kondisi ekonomi makro yang melambat, meskipun insentif seperti PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) tetap menjadi katalis positif bagi penjualan unit rumah.
Kesimpulan: 2025 adalah tahun "bersih-bersih balance sheet" bagi APLN melalui divestasi aset untuk menekan utang, meskipun operasional secara keseluruhan masih membukukan kerugian bersih.