bandar, in depth look
Lagi santai scrolling di medsos nemu poster film "Pelangi di Mars" tayang pas lebaran. Hampir sama dengan film dengan hype yang sama Jumbo.
Konsep hybrid, live action dan VR/XR, dengan visual futuristik bertema sci-fi adalah satu gebrakan berani di perfilman Indonesia.
Pertanyaan besarnya apakah film ini bisa menyaingi Jumbo ? atau setidaknya berada di level yang sama. Tentu ini jadi petaruhan yang besar utk film itu sendiri terutama dengan studio yang menggarapnya DOSSguavaXR unit yang terhubung dengan ekosistem bisnis $DOSS.
Jika iya tentu film ini akan jadi terobosan dan trensetter untuk PH lain membuat film serupa dengan teknologi yang ditawarkan oleh DOSSguavaXR. Terlebih sutradara Pelangi di Mars adalah petinggi di DOSSguavaXR itu sendiri, Upie Guava.
Jika kesuksesan itu terjadi tentu pertama-tama imbasnya akan tercatat di Doss Guava sebagai anak usaha. Dan pada akhirnya, hasil perjalanan itu ikut masuk ke laporan konsolidasi DOSS sebagai induk perusahaan menjadikannya bukan hanya karya kreatif, tapi juga bagian dari cerita bisnis. Bahkan mempunyai peluang untuk revaluasi dari harga sekarang yang terbilang overvalue menjadi undervalue.
Tapi itu semua hanya cerita indah jika benar semua skenario itu terjadi. Dimana pada akhirnya "Pelangi di Mars" bukan cuma kisah tentang Mars…
tetapi juga tentang perjalanan transformasi sebuah perusahaan —
bagaimana kreativitas, teknologi, dan strategi bisnis bertemu dalam satu narasi yang kelak akan dinilai oleh pasar. $CNMA $BLTZ
1/4



