$AMFG Penurunan tajam saham PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) sebesar kurang lebih 23% Year-to-Date (YTD) pada tahun 2025 disebabkan oleh tekanan hebat pada margin keuntungan akibat lonjakan biaya energi dan lesunya permintaan di sektor utama.
Berikut adalah faktor-faktor utama yang memicu penurunan tersebut:
1. Lonjakan Biaya Gas Industri
Ini adalah faktor paling krusial bagi AMFG di tahun 2025. Industri kaca sangat bergantung pada gas alam sebagai komponen biaya produksi utama (sekitar 20%-25%).
Kenaikan Harga Gas: Mulai Januari 2025, terjadi ketidakpastian pasokan dan kenaikan harga gas regasifikasi yang signifikan. Beberapa produsen harus membayar hingga US12 - US16 per MMBTU karena kuota gas murah (HGBT) yang terbatas.
Erosi Margin: Akibat kenaikan biaya energi ini, beban pokok penjualan membengkak, yang secara langsung menggerus laba bersih perusahaan.
2. Kinerja Keuangan yang Anjlok
Pasar merespons negatif laporan keuangan AMFG yang menunjukkan penurunan performa yang cukup drastis:
Penurunan Laba Bersih: Hingga Kuartal III (Q3) 2025, laba bersih AMFG tercatat hanya sekitar Rp71 miliar, merosot tajam sebesar 58,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) yang mencapai Rp170,9 miliar.
Penurunan Penjualan: Pendapatan perusahaan terkontraksi sekitar 10% karena melemahnya daya serap pasar.
3. Lesunya Sektor Otomotif dan Properti
Sebagai produsen kaca lembaran dan kaca otomotif, AMFG sangat bergantung pada dua sektor ini:
Sektor Otomotif: Penurunan angka penjualan mobil nasional di tahun 2025 berdampak langsung pada pesanan kaca mobil (OEM).
Sektor Konstruksi: Permintaan kaca untuk gedung dan perumahan belum pulih sepenuhnya, ditambah dengan suku bunga yang masih relatif tinggi yang menahan ekspansi proyek properti.
4. Persaingan Ketat dan Oversupply
Munculnya pemain-pemain baru di industri kaca domestik dengan kapasitas produksi besar menyebabkan kelebihan pasokan (oversupply) di pasar. Hal ini memicu perang harga, sehingga AMFG sulit untuk menaikkan harga jual produk guna menutupi kenaikan biaya produksi.