$ALDO Kenaikan signifikan pada harga saham PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang mencapai kisaran 24% di bulan Desember 2025 (berdasarkan data performa bulanan) dipicu oleh kombinasi antara pemulihan kinerja keuangan yang sangat kuat, aksi korporasi strategis, dan optimisme pasar terhadap produk baru.
Berikut adalah rincian faktor penyebabnya:
1. Lonjakan Laba Bersih yang Signifikan
Kinerja keuangan ALDO di tahun 2025 menunjukkan pemulihan yang sangat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2025:
Laba Bersih: Per September 2025, ALDO mencatatkan laba bersih sebesar Rp21,3 miliar, naik lebih dari 120% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya sebesar Rp9,6 miliar.
Pertumbuhan Pendapatan: Perusahaan menargetkan pendapatan di atas Rp2 triliun untuk tahun penuh 2025, didorong oleh volume penjualan bulanan yang stabil di angka Rp200 miliar.
2. Aksi Korporasi: Buyback dan Dividen
Sentimen positif pasar juga diperkuat oleh keputusan manajemen untuk menjaga nilai pemegang saham:
Buyback Saham: Perusahaan mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan dana sebesar Rp10 miliar yang berlangsung dari Juni 2025 hingga Juni 2026. Aksi ini memberikan sinyal kepada investor bahwa manajemen merasa harga saham saat ini masih "murah" atau di bawah nilai intrinsiknya.
Pembagian Dividen: Meskipun nilainya minimalis, ALDO tetap membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2024 pada Juli 2025, yang menjaga loyalitas investor ritel.
3. Inovasi Produk "Kertas Cokelat Tanpa Plastik"
Pada kuartal IV-2025 (sekitar Oktober-Desember), ALDO meluncurkan produk kertas cokelat ramah lingkungan tanpa lapisan plastik.
Potensi Ekspor: Produk ini menggunakan bahan kimia ramah lingkungan sebagai pengganti plastik, yang membuat produk ALDO lebih mudah menembus pasar internasional (terutama negara dengan regulasi ketat terhadap plastik).
Sektor E-Commerce: Meningkatnya penggunaan kertas cokelat untuk pengemasan belanja online memberikan kepastian pasar yang luas bagi ALDO.
4. Faktor Teknis dan Akumulasi
Menjelang akhir tahun, terpantau adanya aktivitas akumulasi oleh investor besar. Data pasar menunjukkan lonjakan volume perdagangan yang diikuti oleh kenaikan harga yang konsisten, sering kali dikenal sebagai fenomena Window Dressing di mana saham-saham dengan fundamental membaik seperti ALDO menjadi incaran manajer investasi untuk mempercantik portofolio akhir tahun.