$AKSI Kenaikan signifikan harga saham AKSI (PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk) sebesar 77% hingga Desember 2025 didorong oleh kombinasi perbaikan fundamental yang drastis dan sentimen positif di sektor komoditas/jasa mineral.
Berikut adalah rincian penyebab utama kenaikan tersebut:
1. Pembalikan Kinerja Keuangan (Turnaround)
Faktor utama yang menggerakkan harga saham adalah keberhasilan perusahaan mencetak Laba Bersih pada tahun 2025, setelah sebelumnya mengalami kerugian. Berdasarkan laporan keuangan periode berjalan di 2025:
Pertumbuhan Laba: Perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih yang signifikan (sebagai contoh, pada laporan Q1 2025 saja, perusahaan sudah mencetak laba bersih sekitar Rp9,5 miliar, berbanding terbalik dengan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya).
Efisiensi Operasional: Terjadi peningkatan Laba Bruto yang sangat tajam (naik lebih dari 150% secara YoY di beberapa kuartal), yang menunjukkan perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan di tengah peningkatan aktivitas operasional.
2. Ekspansi di Sektor Jasa Mineral
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan perdagangan mineral, AKSI diuntungkan oleh:
Peningkatan Permintaan Jasa: Adanya lonjakan aktivitas di sektor pertambangan mineral (seperti tembaga dan nikel) di Indonesia sepanjang 2025 meningkatkan volume kontrak jasa yang dikelola oleh AKSI.
Sentimen Sektor Energi: Fokus pemerintah pada hilirisasi mineral memberikan angin segar bagi emiten pendukung tambang seperti AKSI, yang seringkali dianggap sebagai saham undervalued dengan potensi pertumbuhan tinggi.
3. Valuasi yang Menarik (Low PBV)
Sebelum reli 77% ini terjadi, saham AKSI sempat diperdagangkan dengan valuasi yang sangat murah.
Data menunjukkan bahwa pada akhir 2025, meskipun harga sudah naik, Price to Book Value (PBV) perusahaan masih berada di kisaran yang dianggap wajar atau bahkan undervalued (di bawah 1x atau sekitar 0,7-0,8x), sehingga menarik minat investor institusi dan ritel untuk melakukan akumulasi.
4. Akumulasi Saham dan Likuiditas
Sepanjang tahun 2025, terlihat adanya pola akumulasi yang konsisten. Membaiknya prospek bisnis membuat volume perdagangan saham AKSI meningkat, yang sebelumnya cenderung tidak likuid. Peningkatan likuiditas ini memudahkan harga saham untuk bergerak naik mengikuti rilis data keuangan yang positif.