imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ABDA Saham PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), yang kini dikenal dengan merek Oona Insurance, mencatatkan penurunan sekitar 13% hingga 15% secara Year-to-Date (YTD) hingga Desember 2025.
Meskipun secara fundamental perusahaan menunjukkan pertumbuhan laba, penurunan harga sahamnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor likuiditas dan sentimen pasar modal. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
1. Masalah Likuiditas Saham (Saham Tidak Likuid)
Penyebab utama fluktuasi saham ABDA adalah volume perdagangan yang sangat kecil.
Kepemilikan Pengendali: Oona Indonesia Pte. Ltd. menguasai sekitar 86,76% saham, sehingga jumlah saham yang beredar di publik (free float) sangat terbatas.
Dampak: Karena sedikitnya transaksi, penjualan oleh segelintir investor ritel dalam jumlah yang tidak terlalu besar pun dapat menyebabkan koreksi harga yang tajam secara persentase.
2. Valuasi yang Dianggap "Premium"
Berdasarkan data pasar per Desember 2025, saham ABDA diperdagangkan pada rasio Price to Earnings (P/E) sekitar 19x - 24x.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri asuransi umum di Bursa Efek Indonesia yang biasanya berada di kisaran 11x.
Investor cenderung melakukan "rebalancing" atau memindahkan dana ke emiten asuransi lain yang valuasinya lebih murah namun memiliki pertumbuhan serupa.
3. Tekanan pada Rasio Underwriting
Meskipun laba bersih meningkat (naik 27% pada Semester I-2025), ABDA secara historis menghadapi tantangan pada Underwriting Ratio.
Analisis menunjukkan bahwa rasio kerugian (loss ratio) perusahaan sering berada di atas rata-rata industri. Hal ini memberikan kekhawatiran jangka panjang bagi investor mengenai kualitas seleksi nasabah dan efisiensi beban klaim di masa depan.
4. Aksi Jual Setelah Mencapai Level Tertinggi
Di awal tahun (Januari 2025), saham ABDA sempat menyentuh level tertinggi tahunan di kisaran Rp3.800.
Penurunan menuju level Rp3.200 di akhir tahun merupakan bentuk normalisasi harga setelah mencapai titik jenuh beli. Penurunan ke level terendah tahunan sempat terjadi pada November 2025 di harga Rp2.540 sebelum akhirnya sedikit pulih.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy