$ABBA Saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) atau yang kini melakukan rebranding sebagai mahakaX, mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan sebesar 92% secara Year-to-Date (YTD) hingga Desember 2025.
Lonjakan harga ini didorong oleh kombinasi antara pemulihan fundamental bisnis yang drastis, sentimen politik pemiliknya, serta efisiensi operasional. Berikut adalah faktor-faktor penyebab utamanya:
1. Pencapaian Laba Pertama dalam 5 Tahun
Pemicu utama kepercayaan pasar adalah keberhasilan mahakaX membalikkan keadaan keuangan dari rugi menjadi untung.
Laba Bersih: Setelah 5 tahun berturut-turut merugi, pada laporan tahun buku 2024 yang dipaparkan di RUPST Juni 2025, ABBA akhirnya membukukan laba bersih sebesar Rp6,1 miliar.
EBITDA Positif: EBITDA melonjak tajam dari minus Rp32 miliar di tahun sebelumnya menjadi positif Rp25 miliar di 2025. Ini menjadi bukti bahwa transformasi menjadi ekosistem media digital kreatif mulai membuahkan hasil.
2. Sentimen "Erick Thohir Effect"
Saham ABBA sering kali bergerak secara spekulatif maupun fundamental mengikuti dinamika pemiliknya, Erick Thohir.
Reshuffle Kabinet 2025: Pada September 2025, harga saham ABBA sempat melesat tajam bersama MARI (Mahaka Radio) bertepatan dengan pelantikan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Hubungan afiliasi yang kuat dengan keluarga Thohir (termasuk transaksi bisnis dengan entitas Boy Thohir) memberikan suntikan kepercayaan bagi investor ritel maupun institusi.
3. Transformasi ke Media Digital (mahakaX)
Perubahan strategi bisnis dari media tradisional (koran/TV) menjadi ekosistem digital kreatif menjadi kunci pertumbuhan pendapatan:
Unit Event & Digital: Pendapatan dari unit Event Organizer (Alive) dan Strategic Media Agency (Inspire) menjadi kontributor terbesar.
Efisiensi Operasional: Perusahaan berhasil menekan beban operasional secara signifikan melalui digitalisasi proses bisnis, yang terlihat pada penurunan rugi operasional hingga lebih dari 80%.
4. Rebound dari Level Terendah (Low Base Effect)
Pada awal tahun 2025 (sekitar Maret), saham ABBA sempat menyentuh level terendahnya di harga Rp16 per saham.
Kenaikan hingga ke level Rp50 - Rp60 di akhir tahun secara matematis menghasilkan persentase pertumbuhan yang sangat besar (lebih dari 90%) karena basis harga awal yang sangat murah.