🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG

📡 SUBJECT: $MYOH

📅 TIMESTAMP: 23-12-2025 01:59 WIB

📊 LAST PRICE: Rp1.445 | 🚦 SYSTEM TREND: Bearish (return 1Y sekitar −18% dengan range 52W di 1.425–2.350; harga membentuk deret lower high sejak pertengahan 2025 dan kini berada dekat sisi bawah range meski ada kenaikan +1,05% harian).


⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):

✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp1.400 – Rp1.430
Analisa Sistem: Area ini sangat dekat dengan 52W low 1.425 dan support horizontal 1.380–1.430 yang beberapa kali menahan penurunan; penutupan di atas 1.400 dengan volume mengecil mengindikasikan potensi base baru dalam tren turun yang mulai melandai sehingga cocok untuk akumulasi konservatif dengan risk kecil terhadap breakdown.


🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp1.440 – Rp1.500
Analisa Sistem: Zona ini mencakup harga sekarang; valid untuk momentum trader jika harga mampu bertahan di atas 1.440 dan menembus 1.480–1.500 dengan volume harian di atas rata-rata 20 hari, mengonfirmasi relief rally dari area oversold menuju retest MA20–MA50 yang saat ini masih menurun.


🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:

🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp1.550 (Resistance Minor, area konsolidasi terdekat dan dekat MA20 menurun yang sebelumnya menjadi titik pantul harga pada awal Desember).

TP2: Rp1.700 (Resistance Major, zona supply kuat sebelum breakdown lebih dalam dari 1.700–1.750 dan target logis pertama jika terjadi trend reversal menengah).


🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp1.340 (Support Structure/ATR Based, sedikit di bawah support 1.360–1.380 dan memberi ruang fluktuasi wajar; penembusan 1.340 membuka risiko penurunan lanjutan ke bawah 1.300).


📊 RISK-REWARD CALCULATION (Berdasarkan Entry Ideal Rp1.415)

🟢 TP1 Gain: +9,55% ((Rp1.550−Rp1.415)/Rp1.415100)
🟢 TP2 Gain: +20,14% ((Rp1.700−Rp1.415)/Rp1.415100)
🔴 SL Risk: −5,31% ((Rp1.340−Rp1.415)/Rp1.415*100)

(Berdasarkan Entry Agresif Rp1.470)

🟢 TP1 Gain: +5,44% ((Rp1.550−Rp1.470)/Rp1.470100)
🟢 TP2 Gain: +15,65% ((Rp1.700−Rp1.470)/Rp1.470100)
🔴 SL Risk: −8,84% ((Rp1.340−Rp1.470)/Rp1.470*100)

📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:

📢 Katalis Utama (Korporasi):

MYOH (PT Samindo Resources Tbk) adalah perusahaan holding jasa pertambangan batubara (bukan produsen coal langsung) yang menyediakan layanan overburden removal, coal getting, coal hauling, eksplorasi dan pengeboran, serta sewa kendaraan dan jasa penunjang pertambangan lainnya; perusahaan mengendalikan entitas seperti PT SIMS Jaya Kaltim, PT Samindo Utama Kaltim, PT Trasindo Murni Perkasa, dan PT Mintec Abadi.


Fundamental 2025 menanjak: laba bersih kuartal I 2025 naik 501% YoY menjadi sekitar US$3,8 juta, lalu semester I 2025 laba melonjak 57% YoY menjadi sekitar US$8,8 juta meski pendapatan turun 4% berkat efisiensi biaya (terutama penghematan ban alat berat) dan peningkatan volume hauling 5%; MYOH juga memperpanjang kontrak strategis dengan Kideco selama lima tahun ke depan menggunakan skema tarif berbasis harga batubara ICI4 yang memberi visibilitas pendapatan hingga 2032. Tahun buku terakhir, laba memang turun 13,84% namun perusahaan justru menaikkan dividen hingga 166,7% dibanding tahun sebelumnya, mengindikasikan komitmen bagi hasil kepada pemegang saham.


🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):

Sektor: Energi – Jasa Penunjang Pertambangan Batubara (syariah); secara struktural mengikuti tren produksi batubara domestik dan kebutuhan jasa kontraktor tambang, bukan harga jual batubara langsung, walau tarif kontrak sebagian berbasis indeks ICI4 sehingga tetap sensitif terhadap siklus komoditas.


Pemerintah menargetkan produksi batubara 2025 di kisaran 710–720 juta ton untuk memenuhi kebutuhan domestik (pembangkit, smelter) dan ekspor; kebutuhan listrik dari smelter dan industri hilirisasi lainnya mendorong permintaan batubara dan overburden removal, sehingga MYOH menargetkan volume overburden 35 juta BCM di 2025 dengan peluang naik bila permintaan smelter terus meningkat. Di sisi lain, tren harga batubara global yang melemah menekan sentimen sektor coal, meski kontrak jangka panjang MYOH memberi buffer terhadap fluktuasi jangka pendek.


⚠️ Risk Factor:

Meskipun laba 2025 tumbuh kuat, harga saham turun −18% setahun terakhir dan rating teknikal harian masih “sell”, menunjukkan pasar khawatir terhadap siklus coal turun, potensi perlambatan volume, dan valuasi PER sekitar 15–19x yang relatif premium dibanding beberapa jasa tambang lain dengan PER 5–10x.


Bisnis sangat bergantung pada beberapa klien utama (terutama Kideco dan pelanggan tambang batu bara besar lainnya); pembatalan atau renegosiasi kontrak besar, gangguan produksi tambang, atau percepatan transisi energi dapat menurunkan utilisasi armada dan margin, meski leverage keuangan MYOH relatif rendah (DER sekitar 11%).


🌡 Community Heatmap:

StockBot mendeteksi keramaian forum: Moderat–ramai dengan nuansa value dan sektor; banyak diskusi bahwa MYOH adalah “jasa tambang batubara efisien dengan kontrak panjang” yang sedang didiskon oleh sentimen negatif coal, sementara trader teknikal menyoroti downtrend dan prefer menunggu struktur higher low; FOMO relatif rendah, lebih banyak investor menengah yang melakukan akumulasi bertahap.


⚙️ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:

✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 1–5 menit.
Trigger: Konfirmasi volume/breakout level ketika harga bergerak di 1.440–1.450 dan muncul candle hijau yang menembus high intraday sebelumnya (misalnya 1.455–1.460) dengan volume 1–5 menit di atas rata-rata 20 bar, disertai bid yang lebih tebal di 1–3 tick bawah; probabilitas naik bertambah jika indeks sektor energi dan harga batubara harian bergerak positif.

Sizing: Money Management untuk scalping maksimal 2–3% dari portofolio per trade karena tren utama masih turun dan likuiditas tidak sekuat big caps; hindari averaging down apabila harga turun menembus 1.430 dengan lonjakan volume jual.

Order Type: Gunakan limit order dekat bid/last untuk meminimalkan slippage; tetapkan auto-cut intraday 2–3 tick di bawah 1.430 sehingga risiko per trade ((cut−entry)/entry) berkisar −3% sampai −4%.

✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily–Weekly.
Trigger: Buy on Weakness/Pantulan MA ketika harga berada di 1.400–1.430 dan muncul pola reversal (hammer/bullish engulfing) diikuti kenaikan volume namun masih lebih rendah dari volume jual saat penurunan dari 1.700; sinyal menjadi lebih kuat jika laporan keuangan berikutnya tetap menunjukkan pertumbuhan laba dan konfirmasi bahwa kontrak dengan Kideco dan klien lain berjalan normal.

Trailing Stop: Metode pengamanan profit dengan menaikkan stop loss di bawah higher low terakhir; misalnya awal di 1.340, kemudian digeser ke 1.430 bila harga stabil di atas 1.550, dan dinaikkan ke 1.550 bila harga menembus 1.700 dengan volume besar.
Exit Plan: Kondisi invalidsasi setup terjadi apabila harga closing beberapa hari di bawah 1.340 atau muncul berita negatif signifikan seperti pemotongan volume kontrak, penurunan drastis laba, atau kegagalan mencapai target overburden 35 juta BCM; dalam kondisi ini posisi swing sebaiknya dikurangi atau ditutup.


🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:

📈 MOMENTUM CHECK: NEGATIVE–NEUTRAL
Reasoning: Momentum harga masih melemah dengan tren penurunan 1 tahun dan sinyal teknikal harian “sell”, meski fundamental 2025 menunjukkan lonjakan laba dan efisiensi operasional, serta kontrak jangka panjang memberi visibilitas pendapatan; kondisi ini menempatkan MYOH dalam fase re-rating yang bergantung pada stabilisasi sentimen sektor coal.


🚀 PRIMARY SIGNAL: WAIT → SWING KONTRARIAN ✅ RECOMMENDED FOR: Trader/investor menengah dengan gaya kontrarian value yang bersedia menahan volatilitas sektor batubara demi potensi re-rating saat kinerja positif berlanjut; kurang ideal untuk scalper agresif yang mencari tren naik kuat.

⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 71%
Logic: +Laba kuartal I dan semester I 2025 tumbuh tajam, +kontrak jangka panjang dengan Kideco & klien lain memberi kepastian volume, +leverage rendah dan dividen dinaikkan; −tren harga masih turun, −sektor coal berada dalam tekanan penurunan harga global, −valuasi PER di atas beberapa peer jasa tambang sehingga pasar menunggu bukti kelanjutan pertumbuhan laba.


📚 EXECUTIVE SUMMARY "Berdasarkan analisis StockBot, saham ini menunjukkan fundamental jasa tambang batubara yang menguat dengan pertumbuhan laba dan visibilitas kontrak panjang, namun pergerakan harga masih tertekan tren bearish sektor coal sehingga pasar belum memberikan re-rating signifikan. Algoritma memprediksi peluang swing dari area Rp1.400–1.430 menuju Rp1.550–1.700 menjadi menarik bila muncul sinyal reversal teknikal dan data kinerja yang konsisten, kesimpulannya, StockBot menyarankan pendekatan tunggu-akumulasi dengan fokus entry dekat support, stop loss disiplin di sekitar Rp1.340, dan monitoring ketat terhadap perkembangan kontrak serta outlook batubara global."

⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).

RANDOM TAG
$IDEA$DOSS

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy