๐ค STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
๐ก SUBJECT: $ACRO
๐
TIMESTAMP: 19 Desember 2025, 00:50 WIB
๐ LAST PRICE: Rp87 | ๐ฆ SYSTEM TREND: Sideways
โก STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
โ
ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp83 โ Rp85
Analisa Sistem: Support struktur minor di zona Rp83-85 (bid orderbook tebal di 83-84) dengan ARB 74 memberikan level support psikologis. MA Cross 10/10 sedang dalam fase konvergensi sideways (mendekati golden cross namun belum terkonfirmasi). Volume snapshot menunjukkan akumulasi bertahap dengan average -2,701 lot dan Broker Action cenderung Normal Dist dengan Top 1 Big Dist (-7,047 lot, -37%). Entry ideal mengharapkan retrace ke support minor untuk risk-reward optimal di tengah ketidakpastian tren.
โ
๐ฐ ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp87 โ Rp89
Analisa Sistem: Breakout resistance minor Rp89-90 dengan konfirmasi volume spike >5,000 lot (di atas average absolut 2,701 lot). High volatility risk dengan Bandar Movement -950.56K (distribusi sedang) dan Net Foreign Buy/Sell -112.72M (tekanan jual asing kuat). Entry agresif hanya cocok untuk scalping jika RSI 14 bertahan di area 48.3 (netral) dan Stoch RSI 14 rebound dari 58.5 (mendekati overbought namun masih aman). Risk tinggi mengingat tekanan fundamental dan sentimen negatif.
โ
๐ฏ PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
๐ฅ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp91 (Resistance Minor โ Offer level 91-93)
TP2: Rp96 (Resistance Major โ Confluence offer tebal di 96-97)
๐ซ STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp81 (Support Structure โ Bid kuat di 80-81, safety margin dari low 85)
๐ RISK-REWARD CALCULATION
(Berdasarkan Entry Ideal Rp84)
๐ข TP1 Gain: +8.33% ((Rp91-Rp84)/Rp84ร100)
๐ข TP2 Gain: +14.29% ((Rp96-Rp84)/Rp84ร100)
๐ด SL Risk: -3.57% ((Rp81-Rp84)/Rp84ร100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp88)
๐ข TP1 Gain: +3.41% ((Rp91-Rp88)/Rp88ร100)
๐ข TP2 Gain: +9.09% ((Rp96-Rp88)/Rp88ร100)
๐ด SL Risk: -7.95% ((Rp81-Rp88)/Rp88ร100)
๐ฐ MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
๐ข Katalis Utama (Korporasi):
PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) mencatat laba bersih Q2 2025 sebesar Rp4.5 miliar, turun dari Rp4.7 miliar periode sama 2024, dengan EPS Rp1.29 per lembar. Perusahaan bergerak di bidang produksi dan perdagangan hook & loop (velcro), magic tape, dan webbing tape untuk industri pakaian, alat kesehatan, olahraga, alat tulis, dan otomotif. Fundamental moderat dengan NPM solid 18.69%, namun ROE turun drastis dari 18.38% (2020) menjadi 1% (2024), menandakan tekanan profitabilitas jangka panjang. Valuasi undervalued dengan harga saham Rp87 di bawah intrinsic value Rp275 (Buffett's method), namun PE ratio tinggi di 41.50 (2025) versus sektor 11.1x, mengindikasikan premium berlebihan. Katalis negatif: Komisaris Utama Lim Sung Pil mengajukan pengunduran diri pada September 2025, menciptakan ketidakpastian manajemen.
โ
๐ Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):
Sektor: Barang Konsumen Non-Primer โ Pakaian & Barang Mewah / Tekstil. Korelasi kuat dengan daya beli konsumen, aktivitas industri garment, dan event musiman (Nataru/Lebaran).
โ
Inflasi & Daya Beli: Inflasi Indonesia November 2025 tercatat 2.72% YoY (0.17% MoM), turun dari 2.79% Oktober, dengan inflasi YTD 2.27% (terkendali dalam target BI). Daya beli konsumen mulai membaik di akhir tahun, didorong stabilitas harga dan penurunan inflasi bulanan. Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi terbesar (+1.21% MoM), mengindikasikan aktivitas konsumsi non-esensial meningkat menjelang Nataru.
โ
โ
Event Musiman: Periode Nataru (Natal-Tahun Baru) Desember 2025 diproyeksikan meningkatkan permintaan tekstil dan pakaian jadi, namun dampaknya belum terlihat signifikan di kinerja Q2 2025 ACRO. Potensi uptick demand di Q4 2025 jika daya beli terus membaik.
โ
BI Rate: BI Rate tetap 4.75% pada Desember 2025 (turun total 150 bps dari puncak 6.25%), dengan deposit facility 3.75% dan lending facility 5.5%. Kebijakan dovish mendukung aktivitas konsumsi dan investasi, positif bagi sektor consumer cyclical seperti tekstil.
โ
Kurs Rupiah: Rupiah melemah ke Rp16,733/USD pada 19 Desember 2025 (+0.22% intraday), turun 3.41% YoY. Pelemahan rupiah minor, namun ACRO memiliki eksposur impor bahan baku tekstil (potensi margin pressure) meski mayoritas penjualan domestik.
โ
Net Foreign Flow: Investor asing mencatat net sell Rp26 triliun (12 Des 2025), menyusut dari Rp44 triliun (25 Juli 2025), menandakan tekanan jual mereda secara makro. Namun, untuk ACRO spesifik: Net Foreign Buy/Sell -112.72M (tekanan jual asing masih kuat). Asing fokus memborong ASII (Rp6.2T) dan TLKM (Rp6.1T), bukan small cap seperti ACRO.
โ
โ
โ ๏ธ Risk Factor:
Likuiditas pasar ACRO rendah dengan average volume absolut 2,701 lot dan Net Volume hanya 19,033 lot. Broker Action menunjukkan Buyer (11) < Seller (9), namun Top 1 Big Dist (-37%) mengindikasikan tekanan jual institusi besar. Fundamental lemah dengan ROE turun dari 18.38% (2020) ke 1% (2024), menandakan efisiensi modal menurun drastis. Laba Q2 2025 turun dari Rp4.7M ke Rp4.5M YoY, menunjukkan tekanan laba meski masih positif. Valuasi PE 41.50 terlalu tinggi untuk small cap dengan ROE 1%, menandakan overvaluation risk. Pengunduran diri Komisaris Utama (September 2025) menciptakan uncertainty governance. Market cap hanya Rp378.1M (tier 3), rentan volatilitas dan manipulasi.
โ
โ
๐ก Community Heatmap:
StockBot mendeteksi aktivitas forum untuk ACRO: Sepi โ Volume diskusi sangat minim, tidak ada buzz atau FOMO retail. Saham tier 3 dengan likuiditas rendah, tidak masuk radar mainstream trader. Cocok untuk value investor jangka panjang yang percaya pada turnaround fundamental, namun tidak ideal untuk momentum trading jangka pendek.
โ๏ธ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:
โจ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 5-15 menit, eksekusi intraday (HIGH RISK - NOT RECOMMENDED)
Trigger: Breakout Rp89-90 dengan volume spike >5,000 lot (2x average absolut). Konfirmasi RSI bertahan >48 dan Stoch RSI keluar dari area 58.5 ke >60 (momentum bullish). Pola reversal candlestick (bullish engulfing) di timeframe kecil wajib.
Sizing: Risk maksimal 1% modal (posisi size sangat kecil). AVOID scalping mengingat likuiditas rendah (spread wide, slippage tinggi). Hanya untuk trader sangat berpengalaman.
Order Type: LIMIT order di Rp87-88 untuk menghindari slippage ekstrem. AVOID market order mengingat orderbook tipis. Monitor Net Foreign Buy/Sell, jika masih negatif <-50M, CANCEL eksekusi.
Exit: Cut profit sangat cepat di TP1 (Rp91) atau saat volume turun di bawah 3,000 lot. Stop loss ultra ketat di Rp85 (trailing stop loss aktif setelah profit +1%).
โจ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: 1D-1W, holding 10-30 hari perdagangan (VALUE PLAY)
Trigger: Buy on Weakness di zona Rp83-85 saat MA Cross 10/10 membentuk golden cross dan Stoch RSI 14 turun ke oversold (<30). Konfirmasi Net Foreign Buy/Sell berbalik positif >0 dan Bandar Volume berubah hijau (akumulasi). Volume harus >3,500 lot untuk validasi.
Trailing Stop: Gunakan fixed stop loss di Rp81 (struktur support kuat). Trailing stop setelah harga melewati Rp90 (naikkan SL ke breakeven Rp84). Hindari ATR-based mengingat volatilitas rendah namun spread wide.
Exit Plan: Invalidasi setup jika harga break di bawah Rp81 dengan volume >4,000 lot, atau jika Net Foreign Buy/Sell tetap negatif <-100M selama 5 hari berturut. Target exit bertahap: 50% posisi di TP1 (Rp91), 30% di TP2 (Rp96), 20% hold untuk long-term value play jika fundamental membaik (ROE recovery).
๐ FINAL STOCKBOT VERDICT:
๐ MOMENTUM CHECK: NEGATIVE (WEAK FUNDAMENTAL, LOW LIQUIDITY)
Reasoning: MA Cross masih sideways tanpa konfirmasi golden cross, indikator RSI 48.3 (netral) dan Stoch RSI 58.5 (netral-overbought) tidak memberikan sinyal kuat. Net Foreign Buy/Sell -112.72M menunjukkan tekanan jual asing masih dominan, kontras dengan Bandar Movement -950.56K (distribusi sedang). Broker Action Big Dist di Top 1 (-37%) mengindikasikan institusi melepas posisi. Fundamental lemah dengan laba Q2 2025 turun YoY (Rp4.5M dari Rp4.7M), ROE anjlok ke 1% (2024), dan valuasi PE 41.50 terlalu tinggi untuk small cap. Likuiditas sangat rendah (average volume 2,701 lot, market cap Rp378.1M tier 3).
โ
โ
๐ PRIMARY SIGNAL: WAIT (SWING VALUE PLAY - CONDITIONAL)
โ
RECOMMENDED FOR:
Value Investor (Long-term): Entry conditional di Rp83-85 dengan holding >6 bulan, HANYA jika percaya pada turnaround fundamental (ROE recovery, pertumbuhan laba Q4 2025). Valuasi intrinsic value Rp275 versus harga Rp87 memberikan margin of safety 68%, namun waspada terhadap value trap mengingat ROE 1%.
โ
Swing Trader: WAIT hingga konfirmasi golden cross MA dan Net Foreign Buy/Sell berbalik positif. Risk-reward ratio 1:4 (SL -3.57%, TP2 +14.29% dari entry Rp84) menarik namun probabilitas rendah.
Scalper: AVOID โ Likuiditas rendah, spread wide, slippage tinggi, dan tekanan jual institusi. Sangat berisiko untuk short-term trading.
โญ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 28/100
Logic:
Positive Factors: (+) Valuasi undervalued โ Intrinsic value Rp275 vs harga Rp87, margin of safety 68%. (+) NPM solid 18.69%, profitabilitas operasional baik. (+) DER rendah 0.8x, struktur modal sehat. (+) Current ratio baik (aset lancar > liabilitas jangka pendek). (+) Inflasi terkendali 2.72%, daya beli membaik menjelang Nataru. (+) BI Rate dovish 4.75% mendukung konsumsi. (+) Net sell asing mereda secara makro (Rp26T dari Rp44T).
โ
โ
Negative Factors: (-) Fundamental sangat lemah โ Laba Q2 2025 turun YoY (Rp4.5M dari Rp4.7M). (-) ROE anjlok dari 18.38% (2020) ke 1% (2024), efisiensi modal buruk. (-) Valuasi PE 41.50 terlalu tinggi untuk ROE 1% (overvaluation). (-) Net Foreign Buy/Sell -112.72M (tekanan jual asing kuat). (-) Bandar Movement -950.56K (distribusi). (-) Broker Big Dist di Top 1 (-37%), institusi jual. (-) Likuiditas sangat rendah (average volume 2,701 lot, market cap Rp378.1M tier 3). (-) Komisaris Utama resign (governance uncertainty). (-) Rupiah melemah 3.41% YoY, margin pressure impor bahan baku. (-) Tidak ada dividen 2020-2024.
โ
โ
๐ EXECUTIVE SUMMARY
Berdasarkan analisis StockBot, saham ACRO menunjukkan valuasi undervalued dengan intrinsic value Rp275 versus harga Rp87 (margin of safety 68%) dan NPM solid 18.69%, namun fundamental sangat lemah dengan laba Q2 2025 turun YoY, ROE anjlok ke 1% (dari 18.38% di 2020), valuasi PE 41.50 yang terlalu tinggi untuk small cap, dan likuiditas sangat rendah (average volume 2,701 lot, market cap tier 3 Rp378.1M) yang diperparah tekanan jual asing -112.72M dan distribusi bandar -950.56K. Algoritma memprediksi momentum tetap negatif dengan tren sideways tanpa katalis kuat, meskipun daya beli konsumen membaik menjelang Nataru (inflasi 2.72%, BI Rate dovish 4.75%) yang dapat mendukung permintaan tekstil di Q4 2025. Kesimpulannya, StockBot menyarankan strategi WAIT hingga konfirmasi fundamental membaik (minimal ROE recovery dan laba Q4 2025 positif growth) atau untuk value investor berpengalaman yang siap holding >6 bulan dengan entry conditional di zona Rp83-85 (risk-reward 1:4), namun AVOID SCALPING mengingat risiko likuiditas ekstrem dan potensi value trap jangka panjang.
โ
โ
โ ๏ธ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
RANDOM TAG
$BMBL$NICE