imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BATA Berikut adalah poin-poin utama mengenai apa yang terjadi dengan BATA di bulan Desember 2025:
1. Perubahan Fundamental: Berhenti Jadi Produsen
Peristiwa paling signifikan yang membayangi BATA di akhir 2025 adalah hasil RUPSLB (September 2025) yang secara resmi menghapus kegiatan usaha industri alas kaki dari Anggaran Dasar perusahaan.
Artinya: BATA bukan lagi perusahaan manufaktur (pabrik sepatu), melainkan bertransformasi penuh menjadi perusahaan ritel dan distribusi.
Strategi Baru: Perusahaan kini fokus pada pengelolaan jaringan toko yang lebih efisien dan bekerja sama dengan mitra pabrik lokal di Indonesia untuk memproduksi sepatu merek Bata.
2. Kinerja Saham di Desember 2025
Di pasar modal, saham BATA menunjukkan volatilitas yang cukup menarik selama bulan Desember:
Pergerakan Harga: Membuka bulan di level Rp59 (1 Desember), harga saham sempat melonjak hingga Rp71 pada tanggal 4 Desember. Per 19 Desember 2025, harga ditutup di level Rp68.
Statistik: Dalam satu bulan terakhir, saham ini mengalami kenaikan sekitar 6-15% dari titik terendahnya, meskipun secara historis masih jauh dari masa kejayaannya. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran Rp87–88 miliar.
3. Kondisi Keuangan yang Masih Tertekan
Meskipun ada efisiensi, laporan keuangan hingga Kuartal III 2025 yang dirilis menjelang akhir tahun menunjukkan tantangan besar:
Rugi Bersih: BATA masih mencatat kerugian sekitar Rp51,98 miliar. Namun, angka ini sebenarnya membaik (menyusut sekitar 59%) dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun 2024.
Defisiensi Modal: Perusahaan masih mencatatkan ekuitas negatif (defisiensi modal) sekitar Rp75 miliar, yang menandakan posisi keuangan yang masih cukup berisiko.
Restrukturisasi Gerai: Perusahaan telah menutup lebih dari 200 gerai yang merugi di seluruh Indonesia untuk memastikan hanya jaringan ritel yang menguntungkan yang tetap beroperasi.
4. Pembubaran Dana Pensiun
Pada periode akhir tahun ini, publik juga mencermati proses pembubaran Dana Pensiun Sepatu Bata oleh OJK, yang merupakan kelanjutan dari efisiensi besar-besaran dan penutupan pabrik mereka di Purwakarta tahun sebelumnya.
Kesimpulan: Desember 2025 menjadi masa "bersih-bersih" bagi BATA. Pasar merespons positif upaya perbaikan kinerja (terlihat dari harga saham yang sedikit terangkat), namun investor tetap waspada terhadap kondisi ekuitas perusahaan yang masih negatif.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy