$AIMS Berikut adalah perkembangan utama AIMS di bulan Desember 2025:
1. Rencana Strategis Rights Issue dan Akuisisi
Kabar paling signifikan di akhir tahun 2025 adalah kepastian rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue:
Tujuan Akuisisi: Dana dari rights issue ini ditargetkan sebesar kurang lebih Rp200 miliar, yang akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan di sektor industri daur ulang limbah (recycle) yang ramah lingkungan (Eco-Friendly).
Target Kontribusi: Manajemen memproyeksikan akuisisi ini dapat memberikan kontribusi pendapatan sekitar Rp56 miliar per tahun bagi kinerja konsolidasi AIMS di masa depan.
Status: Hingga Desember 2025, perusahaan menegaskan proses ini tetap berjalan setelah sebelumnya sempat tertunda karena masalah administrasi dan proses due diligence (uji tuntas).
2. Keluar dari Papan Pemantauan Khusus (FCA)
Kabar positif datang bagi para pemegang saham pada akhir Oktober hingga Desember 2025:
Bebas dari FCA: BEI resmi mengeluarkan AIMS dari Papan Pemantauan Khusus (skema Full Call Auction/FCA) per 27 Oktober 2025.
Sebelumnya, AIMS masuk dalam papan ini karena kriteria ekuitas negatif (ekuitas sempat tercatat sangat rendah, sekitar Rp166 juta per September 2025). Keluarnya AIMS dari skema FCA memungkinkan perdagangan saham kembali ke mekanisme pasar reguler yang lebih likuid.
3. Kinerja Keuangan: Masih Mencatat Rugi
Meskipun ada rencana ekspansi, laporan keuangan terbaru menunjukkan AIMS masih dalam tahap pemulihan:
Rugi Bersih: Hingga semester I-2025, AIMS melaporkan rugi bersih sebesar Rp856 juta, sedikit membengkak dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Nir Pendapatan: Perusahaan masih mengalami kendala dalam mencatatkan pendapatan operasional yang signifikan dari lini bisnis lama, sehingga sangat bergantung pada keberhasilan rencana akuisisi baru untuk membalikkan keadaan keuangan.
4. Pergerakan Harga Saham
Di bulan Desember 2025, harga saham AIMS terpantau bergerak cukup volatil:
Harga Terkini: Per 19 Desember 2025, saham ditutup di level Rp388. Sepanjang Desember, saham ini sempat berfluktuasi di kisaran Rp380 hingga Rp438.
Radar UMA: Sebelumnya pada Agustus 2025, saham ini sempat terkena status Unusual Market Activity (UMA) karena lonjakan harga yang dianggap tidak wajar oleh bursa.