$TELE Berikut adalah perkembangan utama yang terjadi pada saham TELE hingga Desember 2025:
1. Dinyatakan Pailit
Pada awal November 2025, PT Omni Inovasi Indonesia Tbk. secara resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Penyebab: Kepailitan ini merupakan buntut dari pembatalan perdamaian (homologasi) setelah perusahaan dinilai gagal memenuhi kewajiban kepada para krediturnya.
Proses Hukum: Tim kurator telah dibentuk dan mulai melakukan pendataan tagihan kreditur sejak Oktober-November 2025.
2. Suspensi Perdagangan Berkepanjangan
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham TELE di seluruh pasar.
Status Terakhir: Suspensi dilanjutkan kembali pada 7 November 2025 segera setelah putusan pailit keluar.
Alasan Tambahan: Sebelum pailit, saham TELE sudah sering disuspensi karena laporan keuangan yang mendapatkan opini Disclaimer (Tidak Menyatakan Pendapat) dari auditor independen untuk tahun buku 2023 dan 2024.
Harga Terakhir: Harga saham TELE tertahan di level Rp50. Secara historis, bagi investor yang memegang saham ini dari harga tertingginya (Rp1.260), nilai investasi tersebut telah menyusut hingga lebih dari 96-99%.
3. Kinerja Keuangan yang Memburuk
Laporan keuangan terakhir per Juni 2025 menunjukkan kondisi finansial yang sangat tertekan:
Pendapatan Anjlok: Pendapatan turun drastis menjadi hanya Rp295 miliar, dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai triliunan rupiah.
Kerugian Membengkak: Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp27,32 miliar pada semester I-2025.
Defisiensi Modal: Perusahaan mengalami ekuitas negatif, yang artinya total utang jauh lebih besar daripada total aset yang dimiliki.
4. Perubahan Nama Perusahaan
Sebagai informasi tambahan, pada pertengahan 2025 perusahaan sempat mengubah nama dari PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. menjadi PT Omni Inovasi Indonesia Tbk. sebagai bagian dari upaya reorganisasi, namun langkah ini tidak cukup untuk menyelamatkan perusahaan dari jeratan utang.