$OCAP Berikut adalah poin-poin penting mengenai apa yang terjadi dengan OCAP hingga akhir 2025:
1. Proses Delisting dan Go Private
OCAP telah mengajukan permohonan untuk keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan ini diambil karena perusahaan sudah tidak memiliki pendapatan usaha setelah izin usaha anak perusahaan utamanya, PT Onix Sekuritas, dicabut oleh OJK beberapa tahun lalu.
Status Terakhir: Perusahaan sedang memproses administrasi untuk menjadi perusahaan tertutup.
Buyback Saham: Sebagai syarat delisting, OCAP melakukan pembelian kembali (buyback) saham publik. Harga penawaran buyback ditetapkan sebesar Rp200 per saham, yang lebih tinggi dari harga pasar terakhirnya sebelum suspensi (Rp159).
2. Kinerja Keuangan yang Memburuk (2025)
Laporan keuangan terbaru per September 2025 menunjukkan kondisi yang sangat tertekan:
Pendapatan Nihil: Perusahaan praktis tidak mencatatkan pendapatan operasional.
Rugi Membengkak: Hingga kuartal III-2025, OCAP mencatatkan rugi bersih sebesar Rp22,41 miliar, naik tajam dari kerugian periode sebelumnya. Kerugian ini banyak dipicu oleh selisih kurs dan beban bunga utang.
Ekuitas Negatif: Perusahaan mengalami defisit modal (ekuitas negatif) hingga Rp270,57 miliar, yang artinya jumlah utang jauh melebihi nilai aset yang dimiliki.
3. Masalah Administrasi Saham (Afwezigheid)
Pada akhir tahun 2025, OCAP menghadapi kendala terkait pemegang saham yang "hilang" atau tidak dapat dihubungi (afwezigheid).
Perusahaan telah berkoordinasi dengan Balai Harta Peninggalan (BHP) dan KSEI untuk mengurus pemindahan saham milik pemegang saham yang tidak hadir dalam proses buyback.
Pemegang saham yang merasa masih memiliki aset di OCAP diminta segera melakukan penarikan (withdrawal) sesuai mekanisme yang ditetapkan hingga batas waktu akhir Oktober 2025.
4. Status Suspensi
Saham OCAP telah disuspensi (dihentikan perdagangannya) oleh BEI sejak tahun 2020. Gembok saham ini hanya dibuka sesekali di pasar negosiasi untuk memfasilitasi transaksi crossing dalam rangka buyback saham guna memperlancar proses delisting.