imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ALTO Berikut adalah poin-poin utama mengenai situasi saham ALTO:
1. Penghentian Produksi Merek Utama
Salah satu kabar paling mengejutkan di akhir 2024 dan berlanjut hingga 2025 adalah keputusan manajemen untuk berhenti memproduksi air kemasan merek ALTO, TOTAL, dan TOTAL 8.
Penyebab: Kondisi arus kas (cash flow) yang negatif secara terus-menerus.
Strategi Bertahan: Saat ini perusahaan hanya mengandalkan pendapatan dari skema maklon (memproduksi produk untuk pihak lain). Pelanggan maklon utama mereka adalah PT Kino Indonesia Tbk (KINO) yang menyerap hampir 90% kapasitas produksi di pabrik Cileungsi.
2. Kinerja Keuangan yang Mengkhawatirkan
Hingga laporan terbaru di tahun 2025, ALTO masih mencatatkan rapor merah:
Rugi Bersih Membengkak: Hingga kuartal III-2024 saja, rugi bersih naik lebih dari 190% menjadi Rp25,5 miliar. Kondisi ini diprediksi belum membaik signifikan di 2025 karena ketiadaan produk milik sendiri di pasar.
Gugatan PKPU: Perusahaan sempat menghadapi sejumlah permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari pemasok karena keterlambatan pembayaran utang yang mencapai miliaran rupiah.
3. Status di Bursa (Papan Pemantauan Khusus)
Saham ALTO kini berada di Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA).
Harga Saham: Harga saham ALTO berada di level sangat rendah, berkisar antara Rp13 hingga Rp18 per lembar saham.
Notasi Khusus: ALTO menyandang beberapa notasi peringatan dari bursa, termasuk Notasi E (Ekuitas Negatif) dan Notasi X (Masuk Papan Pemantauan Khusus). Perusahaan juga sempat tercatat sebagai emiten yang terlambat menyampaikan laporan keuangan interim di tahun 2025.
4. Rencana Penjualan Aset
Untuk memperbaiki arus kas yang macet, manajemen ALTO telah menyatakan rencana untuk menjual sejumlah aset perusahaan dan mencari investor strategis baru guna menyuntikkan modal segar agar merek "ALTO" bisa diproduksi kembali di masa depan.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy