imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EMTK Anak yang Berbakti dan Beban

Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Lanjutan dari request member di External Community Pintar Nyangkut sebelumnya tentang EMTK dari sisi positif dan negatif. EMTK itu bukan sekadar holding media yang kebetulan punya banyak anak usaha. EMTK hari ini sudah berubah jadi ekosistem investasi yang strukturnya mirip private equity publik. Banyak investor melihat EMTK lalu langsung terpancing isu Grab mau merger dengan GOTO dan membayangkan cuan instan. Apalagi narasinya diperkuat gosip bahwa negara ikut mendorong, bahkan katanya minta saham khusus. Di titik ini, logika pasar sering kabur antara apa yang mungkin dan apa yang sudah tercermin di angka. Negara boleh punya kepentingan, Danantara boleh punya agenda, tapi laporan keuangan tetap bicara dingin. EMTK memang berada di posisi yang sangat strategis, tapi strategi besar selalu datang dengan risiko besar. Dan justru di sinilah investor sering salah menimbang, terlalu fokus ke cerita atas meja, lupa membaca mekanisme uang di bawah meja. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibedah satu per satu, ekosistem EMTK itu unik karena setiap entitas punya perlakuan akuntansi dan fungsi yang berbeda. Bukalapak adalah anak usaha yang paling mengubah wajah laporan keuangan EMTK di 2025. Sejak EMTK mengendalikan Bukalapak per 26 Februari 2025 dengan kepemilikan sekitar 50,67%, BL langsung dikonsolidasikan penuh. Dampaknya instan. Total aset EMTK melonjak besar, segmen lain-lain mendadak jadi yang terbesar, dan yang paling penting, EMTK mencatat laba akuisisi sekitar Rp904 B. Ini bukan laba dari jualan, ini laba dari transaksi struktural. Secara kas belum tentu masuk, tapi secara akuntansi langsung mengerek laba bersih. Di sisi lain, secara operasional, segmen lain-lain justru masih mencatat rugi operasional di 9M 2025. Ini menegaskan satu hal, Bukalapak itu berguna besar untuk laba konsolidasian jangka pendek, tapi belum tentu langsung kuat secara arus kas operasional.

Vidio posisinya beda. Vidio bukan mesin laba instan, tapi mesin positioning jangka panjang. Aset Vidio naik ke sekitar Rp2,14 T per September 2025, dari sekitar Rp1,72 T di akhir 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan agresivitas di konten dan platform. Hak siar EPL yang aman sampai 2028 memberi legitimasi bahwa Vidio bukan proyek main-main. Tapi Vidio itu bisnis yang mahal. Amortisasi konten grup di 9M 2025 sekitar Rp2,84 T, dan Vidio kemungkinan menyumbang porsi besar di situ. Artinya, Vidio bisa jadi masa depan media EMTK, tapi hari ini dia lebih banyak menyedot margin ketimbang menyumbang laba bersih besar. Ini aset strategis, bukan sapi perah.

CASS justru kebalikannya. Ini anak usaha yang jarang dibicarakan, tapi paling terasa manfaatnya secara operasional. Dengan kepemilikan sekitar 61% dan dikonsolidasikan penuh sejak April 2024, CASS menjadi kontributor laba operasional yang sangat stabil. Di 9M 2025, segmen jasa dukungan penerbangan mencetak laba operasional sekitar Rp591 B, dengan margin yang konsisten di kisaran 25–26%. Ini tipe bisnis yang disukai pasar dalam kondisi normal, arus kas nyata, kontrak jelas, dan tidak terlalu tergantung sentimen digital. Goodwill sekitar Rp576 B menunjukkan EMTK memang membayar mahal untuk stabilitas ini, tapi sejauh ini CASS membuktikan diri sebagai aset yang benar-benar bekerja. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Superbank ada di posisi yang sering disalahpahami investor ritel. Banyak yang melihat aset Superbank sudah sekitar Rp16,5 T lalu langsung menyimpulkan ini mesin laba besar EMTK. Padahal secara akuntansi, Superbank adalah entitas asosiasi dengan kepemilikan sekitar 31,27%. EMTK tidak mengonsolidasikan pendapatan dan asetnya, hanya mencatat bagian laba bersih lewat metode ekuitas. Di 9M 2025, kontribusi laba Superbank ke EMTK sekitar Rp30 B. Angka ini kecil dibandingkan laba segmen media atau jasa penerbangan. Superbank itu opsi jangka panjang, bukan kontributor laba konsolidasian hari ini. Potensinya besar, tapi dampaknya ke laporan EMTK masih tipis.

Grab Holdings Limited posisinya paling fleksibel. Grab bukan anak usaha, bukan asosiasi, tapi investasi jangka panjang yang diukur nilai wajarnya lewat laba rugi. Di 9M 2025, EMTK sudah melepas sekitar 41,7 juta saham Grab dan mengantongi kas sekitar Rp3,41 T. Per September 2025, sisa kepemilikan sekitar 37,6 juta saham dengan nilai wajar sekitar Rp3,78 T. Inilah alat likuiditas EMTK. Kalau butuh kas, Grab bisa dijual. Kalau ada peluang besar, Grab bisa jadi amunisi. Tapi di sisi lain, laba dari Grab itu sangat volatil, tergantung harga pasar dan timing jual.

Kalau dilihat dari komposisi pendapatan, pergeseran EMTK di 2025 sangat jelas. Segmen lain-lain melonjak kontribusinya dari sekitar 21,7% di Q1 ke hampir 38% di Q2 setelah Bukalapak masuk penuh, lalu turun ke sekitar 34% di Q3. Media turun proporsinya, meskipun secara nilai absolut masih stabil. Ini menandakan EMTK bukan lagi sekadar media company, tapi holding digital-investasi dengan pendapatan yang makin campur-aduk. Dari sisi growth, segmen lain-lain paling eksplosif secara QoQ, tapi juga paling liar secara margin. Di Q2 2025, segmen ini mencatat rugi operasional sekitar Rp389 B, lalu rebound ke laba sekitar Rp175 B di Q3. Ini pola yang sangat khas bisnis digital dan investasi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi laba operasional murni, justru segmen media dan jasa dukungan penerbangan yang paling konsisten. Media berhasil menaikkan margin operasional dari sekitar 9% di Q1 ke lebih dari 16% di Q3, meskipun pendapatan iklan FTA tertekan. Ini menunjukkan efisiensi dan pergeseran ke digital mulai terasa. Jasa dukungan penerbangan stabil tanpa drama. Sebaliknya, segmen lain-lain itu kuat di headline laba, tapi lemah di kestabilan operasional.

Kalau dikaitkan dengan isu Grab mau merger dengan $GOTO dan dukungan negara, penting untuk menaruh ekspektasi di tempat yang benar. Kalau merger terjadi dan nilai Grab naik, EMTK diuntungkan lewat kenaikan nilai investasi dan potensi kas tambahan. Tapi itu tetap bersifat non-operasional dan tidak otomatis memperbaiki kualitas laba berulang. Negara bisa mendukung, Danantara bisa masuk, tapi struktur laporan keuangan EMTK tetap akan memisahkan mana laba dari bisnis dan mana laba dari peristiwa. Investor yang berharap EMTK langsung jadi mesin cuan stabil hanya karena negara mendukung, berisiko salah baca arah.

EMTK adalah holding yang sangat kuat secara neraca dan sangat cerdas dalam memanfaatkan momentum investasi. Bukalapak dan Grab membuat laba 2025 terlihat spektakuler. $CASS dan media menopang operasional supaya tidak kosong. Vidio dan Superbank adalah taruhan masa depan yang mahal dan sabar. EMTK bisa jadi sangat cuan di momen tertentu, tapi bukan tanpa volatilitas. Investor yang paham struktur ini bisa memanfaatkan EMTK sebagai saham strategi. Investor yang hanya mengejar cerita merger dan dukungan negara, tanpa membedah sumber laba dan arus kas, berpotensi kecewa ketika cerita selesai tapi angka kembali dingin. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy