$TBLA LK Q3 2025: Piutang Perlu Dibereskan
Lanjutan dari request sebelumnya bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Di artikel sebelumnya saya sudah bahas tentang kendala TBLA yang kesulitan pasokan gula. Entah apa masalah TBLA sampai susah mendapatkan pasokan gula. Apakah karena kasus impor gula Tom Lembong. Sulit dipastikan. Pada postingan kali ini fokusnya digeser ke masalah yang jauh lebih krusial dan sering luput dari perhatian investor, yaitu kegagalan TBLA mengubah piutang menjadi cashflow. Inilah alasan utama kenapa laba terlihat tumbuh, valuasi kelihatan murah, dividen tampak menarik, tapi harga saham tetap lemas dan kas justru megap-megap. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau laporan posisi keuangan TBLA dibuka pelan-pelan, terlihat jelas bahwa piutang usaha sudah bukan lagi akun pendukung, tapi berubah menjadi tulang punggung aset lancar. Per akhir 2024, piutang usaha sekitar Rp4,75 T atau 35,28% dari total aset lancar Rp13,47 T. Masuk Q1 2025, piutang melonjak ke Rp5,78 T dan porsinya naik tajam menjadi 43,32% dari aset lancar. Q2 sempat turun tipis ke Rp5,49 T, tapi Q3 kembali naik ke Rp5,93 T dengan kontribusi masih sangat besar, sekitar 40,05% dari aset lancar Rp14,80 T. Artinya sederhana. Dalam sembilan bulan, struktur likuiditas TBLA makin bergantung pada piutang. Masalahnya, piutang itu bukan kas, melainkan janji bayar.
Secara nominal, piutang usaha naik sekitar Rp1,18 T dari akhir 2024 ke akhir Q3 2025. Angka ini hampir dua kali laba bersih 9M 2025 yang cuma Rp630 B. Jadi setiap kali investor melihat laba tumbuh, di saat yang sama ada kas yang justru terkunci di piutang. Yang bikin lebih tidak nyaman, kualitas pertumbuhan piutang ini memburuk. Piutang pihak berelasi justru turun sekitar 9% dari Rp3,28 T ke Rp2,98 T. Sebaliknya, piutang pihak ketiga meledak hampir dua kali lipat, dari Rp1,47 T menjadi Rp2,95 T. Ini sinyal kuat bahwa TBLA makin agresif jualan kredit ke pihak ketiga, terutama BUMN energi, tapi penagihannya tidak secepat laju penjualan.
Kalau ditarik per kuartal, polanya makin kelihatan. Q1 2025 adalah fase paling berat. Dalam satu kuartal saja, piutang melonjak sekitar Rp1,02 T. Artinya hampir seperlima revenue Q1 yang sekitar Rp5,60 T tidak berubah jadi kas, tapi parkir di piutang. Q2 sempat memberi harapan karena saldo piutang turun sekitar Rp283 B, seolah penagihan mulai jalan. Tapi harapan itu tidak bertahan lama. Di Q3, piutang naik lagi sekitar Rp433 B. Jadi tren besarnya jelas. Ada napas sebentar di Q2, tapi secara keseluruhan kualitas konversi kas memburuk. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sekarang sambungkan ke arus kas. Selama 9M 2025, revenue TBLA sekitar Rp16,38 T. Tapi kas yang benar-benar diterima dari pelanggan hanya Rp15,60 T. Ada selisih sekitar Rp781 B. Selisih ini secara kasar berubah menjadi tambahan piutang. Rasio konversi kas kumulatifnya 95,23%. Di atas kertas masih terlihat wajar, tapi detail kuartalannya mengkhawatirkan. Q1 hanya 84,61%, Q2 memang sempat di atas 100%, lalu Q3 turun lagi ke sekitar 95,18%. Pola zig-zag ini menunjukkan kas TBLA sangat tergantung timing penagihan, bukan kekuatan struktural.
Dampaknya langsung ke CFO. Selama 9M 2025, CFO TBLA negatif sekitar Rp1,99 T, padahal laba bersih positif Rp630 B. Ini bukan mismatch kecil, tapi gap struktural. Operasi inti secara akrual untung, tapi secara kas justru menguras napas. TBLA menerima kas dari pelanggan Rp15,60 T, tapi membayar ke pemasok dan lainnya sekitar Rp15,85 T. Bahkan sebelum bicara bunga dan pajak, arus kas operasional sudah defisit.
Efek dominonya langsung terasa ke utang. Untuk menutup lubang kas ini, TBLA terpaksa menarik utang jangka pendek secara agresif. Utang bank jangka pendek melonjak dari Rp5,20 T di akhir 2024 menjadi Rp8,80 T di akhir Q3 2025. Total utang berbunga naik ke Rp17,67 T. Dengan laba bersih annualized sekitar Rp840 B, rasio utang terhadap laba mendekati 21 kali. Lebih parah lagi, karena CFO dan FCF sama-sama negatif, utang ini bukan dibayar dari kas operasional, tapi diputar ulang untuk menjaga napas harian. Beban bunga ikut naik. Beban bunga utang bank 9M 2025 sekitar Rp984 B, naik lebih dari 24% YoY. Ini mempersempit ruang bernapas ke depan.
Di titik ini, wajar kalau market tidak terpesona dengan PER 4,83 kali atau PBV 0,45 kali. Angka-angka itu memang terlihat murah, tapi murah karena risiko. Harga saham Rp675 dibandingkan kas per saham sekitar Rp131 dan utang per saham sekitar Rp2.933 memberi pesan yang keras. Utang per saham lebih dari empat kali harga saham. Market membaca TBLA bukan sebagai mesin kas, tapi sebagai perusahaan yang labanya banyak berhenti di piutang dan harus disokong utang.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Soal dividen, ceritanya juga dua sisi. Dividend yield sekitar 6,96% memang terlihat menarik, dengan DPR sekitar 45%. Tapi pertanyaan kasarnya sederhana. Dividen ini dibayar dari mana. Selama FCF masih negatif besar, dividen secara ekonomi tidak ditopang kas nyata. Risiko ke depan adalah dividen dibayar sambil utang bertambah atau modal kerja makin ditekan. Ini justru bisa memperpanjang siklus kas seret.
Masalah utama TBLA saat ini bukan semata pasokan gula atau naik-turunnya harga CPO. Akar masalahnya adalah siklus konversi kas yang rusak. Penjualan tumbuh, laba naik, tapi piutang tumbuh lebih cepat dari kemampuan menagih. Selama pola ini tidak dibalik, CFO akan tetap tertekan, utang jangka pendek akan terus naik, dan harga saham akan terus diperlakukan sebagai saham diskon berisiko tinggi. Kalau TBLA ingin keluar dari jebakan ini, kuncinya bukan cerita pertumbuhan laba, tapi disiplin penagihan piutang, perbaikan termin pembayaran, dan pemulihan arus kas. Tanpa itu, laba hanya akan jadi angka cantik di laporan, bukan uang nyata di rekening.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/7






