Apakah gorengan konglo akan crash seperti 2008?
Jawaban pastinya: ya
Tapi kalau pertanyaannya, kapan? Tidak ada yang tahu
Dan ada dua alasan kenapa hal ini tidak perlu dipikirkan:
1. Konglo yang rungkad habis-habisan pas 2008, sebagian besar saham-saham afiliasinya multibagger YTD 2025 ini. Artinya setiap konglo ada siklusnya, crash itu biasa, nanti ada siklus bull run-nya lagi. Kita cuma tidak tahu kapannya saja
2. Market timing itu mustahil untuk non-pengendali, bahkan market maker pun sudah terbiasa kena margin call (ritel tahunya hanya bandar ini guyur bandar itu guyur, sok-sokan merasa bisa baca money flow tapi mekanisme margin call aja nggak tahu). Makanya kalau ada emiten yang bisa memunculkan pertanyaan, "kapan?" dalam bentuk apapun dalam benak saya, pasti langsung saya skip
Kaya $DMAS $IPCM $TOTO saya nggak perlu memikirkan kapan bagi dividen, karena mudah diprediksi dari pertumbuhan EPS-nya dan track record dividen tahun-tahun sebelumnya
Time in the market beats timing the market, kalau pikiran kita udah dihinggapi pikiran kapan bull run kapan crash, kita udah kehilangan prioritas untuk memikirkan bagaimana kita mengembangkan penghasilan dunia nyata kita baik karier maupun bisnis, bagaimana cara meningkatkan saving rate, atau meningkatkan kualitas hidup dunia nyata pada umumnya
Cukup ketahui bahwa semua ada siklusnya, tapi jangan sampai terjebak dalam downward spiral market timing
