π€ STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
π‘ SUBJECT: $SSIA
π
TIMESTAMP: 16-12-2025 20:47 WIB
π LAST PRICE: Rp1.720 | π¦ SYSTEM TREND: Sideways cenderung bullish, harga bergerak dalam channel 1.650β1.850 dengan MA menengah masih naik namun momentum jangka pendek sedang koreksi setelah gagal bertahan di dekat 1.800β1.840. β
β‘ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
β
ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp1.680 β Rp1.720
Analisa Sistem: Area ini berada tepat di support minor dalam range bawah 1.650β1.700 dan berdekatan dengan MA20β50 harian, sehingga cocok sebagai zona buy on weakness ketika koreksi dari area 1.800 mulai mereda dengan volume mengecil.β
π° ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp1.730 β Rp1.780
Analisa Sistem: Zona ini memanfaatkan pantulan cepat bila harga mampu kembali tembus 1.750β1.770 dengan candle hijau dan volume intraday menguat, menandakan potensi retest resistance 1.820β1.840 dalam pola swing pendek.β
π― PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
π₯ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp1.840 (Resistance Minor di sekitar high beberapa hari terakhir dan batas atas konsolidasi dekat MA10).β
TP2: Rp1.950 (Resistance Major pendek, proyeksi ekstensi swing dan mendekati area target sebagian analis yang melihat potensi re-rating dari proyek Subang Smartpolitan).β
π« STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp1.620 (Support structure kuat di bawah low range 1.650 dan mendekati MA100 harian; penembusan level ini berpotensi mengubah struktur menjadi bearish jangka menengah).β
π RISK-REWARD CALCULATION (Berdasarkan Entry Ideal Rp1.700)
π’ TP1 Gain: +8,24% ((Rp1.840-Rp1.700)/Rp1.700*100)
π’ TP2 Gain: +14,71% ((Rp1.950-Rp1.700)/Rp1.700*100)
π΄ SL Risk: -4,71% ((Rp1.620-Rp1.700)/Rp1.700*100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp1.755)
π’ TP1 Gain: +4,84%
π’ TP2 Gain: +11,11%
π΄ SL Risk: -7,70%
π° MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
π’ Katalis Utama (Korporasi): PT Surya Semesta Internusa Tbk menggarap tiga pilar bisnis utama: kawasan industri & real estat (Suryacipta/Smartpolitan), konstruksi (PT Nusa Raya Cipta), dan perhotelan, termasuk properti resort premium di Bali. Pada awal Desember 2025, SSIA melakukan transaksi inbreng aset saham dan tanah senilai Rp1,66 triliun ke anak usaha Suryalaya Anindita International untuk restrukturisasi segmen hotel, yang diikuti pemberitaan penurunan laba 9M25 sekitar 97% yoy namun tetap dipandang sebagai langkah jangka panjang menata portofolio dan membuka ruang pemulihan 2026.β
π Katalis Sektoral/Makro (Dynamic): SSIA berada di cluster properti/kawasan industri dan konstruksi sehingga sensitif terhadap suku bunga, daya beli, dan siklus investasi manufaktur. Bank Indonesia sejak SeptemberβNovember 2025 memangkas BI-Rate ke 4,75% dan menahannya, dengan inflasi dalam target 2,5% Β±1% dan pasar properti residensial tumbuh moderat sekitar 1,1% yoy; lingkungan suku bunga yang mulai longgar ini menjadi tailwind bagi pembiayaan KPR, investasi kawasan industri Subang Smartpolitan, dan pipeline permintaan lahan terkait ekosistem EV (masuknya BYD, dsb.).β
β οΈ Risk Factor: Laba bersih 9M25 yang tertekan tajam akibat renovasi hotel dan pelemahan bisnis hospitality membuat valuasi berbasis trailing PE tampak sangat tinggi (PE ttm sekitar 600x), sehingga rerating sangat bergantung pada perbaikan laba 2026. Risiko lain adalah ketidakpastian realisasi penjualan lahan industri besar di Subang Smartpolitan, potensi penundaan proyek jika iklim investasi global melemah, serta sensitivitas terhadap pelemahan rupiah yang dapat menekan biaya konstruksi dan impor material.β
π‘ Community Heatmap: Pemberitaan transaksi jumbo Rp1,66 triliun dan akumulasi investor institusi (misal Henan Putihrai yang menaikkan kepemilikan ke >9%) membuat SSIA cukup ramai dibahas analis dan pelaku pasar, namun aktivitas forum ritel masih moderat tanpa euforia berlebihan, lebih ke mode βakumulasi bertahapβ.β
βοΈ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:
β¨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 5 menit β 15 menit dengan referensi tren 1 jam.β
Trigger: Entry di 1.730β1.780 ketika harga menembus high candle 5-menit sebelumnya (misal >1.760) dengan volume intraday naik di atas rata-rata 20 candle dan order book menunjukkan bid tebal di atas 1.720; keluar cepat bila harga kembali tembus turun 1.700 atau muncul spike jual besar dari broker dominan.β
Sizing: Maksimal 2%β3% ekuitas per posisi karena volatilitas SSIA moderat; gunakan beberapa tiket kecil untuk memudahkan scaling out dekat area 1.820β1.840.
Order Type: Gunakan limit order di dekat support intraday (1.720β1.730) untuk mengurangi slippage; market order hanya saat momentum breakout jelas dan spread tipis.β
β¨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily β 4H dengan fokus pada struktur higher low 1.650β1.680 dan resistance 1.840β1.950.β
Trigger: Buy on weakness di 1.680β1.720 ketika candle harian membentuk pola reversal (hammer/bullish engulfing) di atas MA20/50 dan volume mulai mengering lalu kembali menguat, mengindikasikan tangan kuat menyerap distribusi.β
Trailing Stop: Setelah harga menembus dan bertahan di atas 1.840, geser SL ke sekitar 1.750; bila 1.950 tertembus valid, gunakan trailing 7%β10% di bawah harga penutupan atau di bawah MA20 harian untuk mengamankan profit sambil memberi ruang tren lanjutan.
Exit Plan: Setup swing dianggap gagal bila penutupan harian jatuh di bawah 1.620 dengan volume besar atau jika keluar berita negatif signifikan terkait penjualan lahan Subang/ritel properti yang mengakibatkan revisi turun panduan laba 2026.β
π FINAL STOCKBOT VERDICT:
π MOMENTUM CHECK: NEGATIVE
Reasoning: Harga sedang berada dalam fase koreksi pendek dengan deret candle merah dan distribusi bandar setelah gagal menembus area 1.820β1.840, sementara volume jual harian meningkat dan indikator momentum mulai turun dari area overbought ke netral.β
π PRIMARY SIGNAL: SWING (Buy on Weakness) β
RECOMMENDED FOR: Swing trader moderat dan investor menengah-panjang yang fokus pada cerita kawasan industri dan restrukturisasi hotel; kurang ideal bagi scalper yang mencari pergerakan ekstrim harian.β
β SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 67%
Logic: + Prospek jangka panjang Subang Smartpolitan dan normalisasi kinerja pasca-renovasi hotel; + Lingkungan suku bunga menurun mendukung properti/kawasan industri; - Laba 2025 tertekan dan valuasi PE ttm sangat tinggi; - Tekanan koreksi teknikal jangka pendek dan ketergantungan pada realisasi penjualan lahan besar.β
π EXECUTIVE SUMMARY "Berdasarkan analisis StockBot, saham ini menunjukkan fundamental jangka panjang yang menarik dari bisnis kawasan industri dan restrukturisasi aset hotel, namun saat ini sedang mengalami koreksi teknikal dalam range sideways-bullish. Algoritma memprediksi peluang terbaik ada pada strategi buy on weakness di kisaran 1.680β1.720 dengan rasio risiko-imbal yang masih sehat, sehingga kesimpulannya, StockBot menyarankan mode SWING dengan disiplin stop loss di 1.620 dan fokus pada katalis penjualan lahan serta pemulihan laba 2026."
β οΈ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
RANDOM TAG
$LEAD $DGNS