📌 ARA HUNTER V1 vs V3 , Kenapa Saya Ubah Rumusnya?
Dari dulu ARA Hunter V1 memang sering dapat komplain:
“Bang, saham yang muncul biasanya udah terbang duluan.”
Dan itu benar karena di V1 saya set price ≥ 1.07× previous price, artinya harga harus naik 7% dulu baru muncul.
Akibatnya, banyak saham yang nongol pasti udah terbang 🤣.
🔍 Kenapa di ARA Hunter V3 saya nggak pakai volume intraday?
Karena volume intraday gampang dimanipulasi.
Bandar bisa “angkat volume” sebentar buat nyiptain sinyal palsu.
Kalau screener pakai volume hari ini → kamu bisa masuk terlambat atau salah baca.
Makanya di V3 saya pakai:
Previous Volume > 2× Volume MA20
Supaya datanya lebih bersih, final, dan nggak distorsi.
Dengan cara ini, sinyal bisa muncul lebih cepat dan lebih akurat untuk ambil keputusan.
Ditambah ini menjawab salah satu pain pengguna screener yaitu : datanya keluar lama banget biasa jam 10 atau 11 baru keluar. 🙂↕️
⏳ Kenapa ARA Hunter V1 lebih lambat?
Karena dia bergantung pada:
• Kenaikan harga minimal 7%
• Volume hari ini yang masih berubah-ubah
Itulah sebabnya sinyal V1 cenderung keluar saat saham sudah terbang.
🚀 Harapannya dengan ARA Hunter V3…
Analisa lewat screener bisa lebih cepat, lebih konsisten, dan lebih bisa diandalkan.
Tujuannya cuma satu:
bantu kamu dapet sinyal sebelum sahamnya naik terlalu jauh.
⚠️ Tetapi diingatkan kembali : DYOR , keputusan pemilihan saham ditanggung masing”