@Ashid16 @papamintasaham @MAFIACITY288
dalam investasi kan ada perhitungan margin of safety. manajemen risiko dll.
kita ngomong seandainya aja ya sesuai dengan chat GPT.
1. Seandainya $FPNI diakusisi Danantara, maka otomatis harga akan naik lebih tinggi dari harga sekarang.
Faktanya : kan FPNI tidak ada proses akusisi setidaknya sampai 2026. itu murni bentuk kerjasama 2 entitas yg beda antara hulu & hilir. LCI dan FPNI (LCTN) itu 2 entitas yg beda meski dibawah naungan Lotte Group Korea. Jadi FPNI hanya akan mendapatkan katalis positif dari Revenue naik, Efisiensi & laba naik.
tapi tetap gk signifikan tidak sebanding dgn kenaikan harga saham yg sudah 300% lebih. Dan yg lebih menikmati keuntungan Project Hulu Hilir ini tentu lbih ke induknya, yaitu LCI & LCTN yg pny porsi saham diproject tersebut. Lalu Bagaimana caranya FPNI bisa ngejar marketcap yg naik tanpa kenaikan laba significant 100x atau tanpa corporate action (akusisi, inject, merger ) ?
2. Seandainya akusisi tidak pernah terjadi. maka narasi selanjutnya adalah Dividen untuk bikin adem holder. FPNI track recordnya rutin bagi dividen gak tiap tahun ? berapa persen rata2 DPR dri labanya yg dibagikan ?
Faktanya : 3 tahun terakhir FPNI tidak pernah bagi Dividen. jangkan masuk top high Saham Dividen. Rutin aja nggak, gimana mau kasih dividen tinggi. masa kalah dengan $HEXA yg royal berani kasih Dividen pke duit hutang meski laba minus. Horang Korea memang beda
tolong pencerahan seandainya ya