$AADI
Proyeksi arus kas per saham AADI dalam 3 bulan ke depan diperkirakan tetap kuat meskipun laba bersih AADI di kuartal III turun sekitar 32% secara kuartalan menjadi US$159 juta akibat penurunan harga jual rata-rata (ASP) dan kenaikan stripping ratio (SR). Produksi dan volume penjualan batu bara AADI meningkat memberikan dukungan bagi pendapatan operasional dan arus kas perusahaan.
Dari sisi valuasi, meskipun laba menurun, valuasi AADI masih menarik dengan price to earning ratio (PER) sekitar 4,9 kali lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang berkisar antara 7-9 kali, sehingga ada ruang untuk kenaikan harga saham.
Target harga saham AADI yang direkomendasikan analis mencapai Rp9.500 per saham, lebih tinggi dibanding harga pasar saat ini yang sekitar Rp8.200-an. Secara keseluruhan, arus kas yang tetap kuat dan potensi rebound harga batu bara mendukung valuasi AADI yang masih undervalued, dengan prospek kenaikan harga saham yang positif dalam 3 bulan ke depan meskipun terdapat risiko volatilitas pasar komoditas.
Investor perlu memantau perkembangan harga batu bara dan kinerja kuartal IV untuk mengkonfirmasi pemulihan penuh. Jadi, proyeksi kas per saham AADI dalam 3 bulan tetap solid, sementara valuasi saham tercermin masih undervalued dengan potensi kenaikan harga yang cukup baik.
random tags, $BBRI $BUMI