Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ($AMRT) mengalami koreksi drastis sekitar 43% dari harga puncaknya 3.170 menjadi 1.810. Penurunan sedalam ini biasanya identik dengan laba yang rontok atau utang yang meledak, namun, di AMRT gambarannya berbeda.
Apa yang Sebenarnya Terjadi? Pasar menghukum AMRT bukan karena bisnis minimarketnya sepi, tetapi karena kegagalan investasi digital non-inti yang terjadi saat hype fintech sedang memuncak. Kerugian ini muncul sebagai sumber minus yang menggerus ekuitas, membuat pasar mencabut premi euforia digital yang dulu ditempelkan.
1. Trauma Investasi Digital:
◦ RAENA: Investasi di Raena R U Pte Ltd (sekitar 1,24%) resmi berhenti beroperasi sejak Februari 2025, mengakibatkan kerugian sekitar 8,2 Miliar Rupiah di penghasilan komprehensif lain.
◦ Bank Aladin ($BANK): Investasi 500 Miliar Rupiah di Bank Aladin (kepemilikan 1,99%) anjlok nilainya, hanya tersisa sekitar 235 Miliar Rupiah per Maret 2025. Selisih kerugian nilai wajar yang belum direalisasi mencapai sekitar 263 Miliar Rupiah.
2. Kekuatan Bisnis Inti:
◦ Pendapatan & Laba Bruto: Pendapatan neto AMRT 9M 2025 naik menjadi 94,5 Triliun Rupiah (dari 88,2 T di 2024), dan laba bruto naik menjadi 20,3 Triliun Rupiah. Ini menunjukkan barang di rak Alfamart masih laku keras.
◦ Neraca Kuat: AMRT mencatat rasio utang berbunga terhadap ekuitas 0,00 (praktis tanpa utang bank berbunga yang mengancam).
◦ Mesin Kas Raksasa (CFO): Kas neto dari aktivitas operasi (CFO) 9M 2025 sekitar 4,9 Triliun Rupiah, hampir dua kali lipat dari laba bersih (2,3 Triliun Rupiah). Ini menunjukkan kualitas laba yang sangat tinggi dan mesin kas yang kuat.
3. Masalah Laba dan Capex:
◦ Meskipun pendapatan naik, laba bersih 9M 2025 turun tipis karena beban penjualan dan distribusi melompat dari 15 T menjadi 16,6 T Rupiah.
◦ Free Cash Flow (FCF) Tipis: Sekitar 3,8 Triliun Rupiah dari CFO dihabiskan untuk Belanja Modal (Capex) agresif (perolehan aset tetap/hak guna), membuat FCF yang tersisa hanya sekitar 1 Triliun Rupiah.
Valuasi AMRT di Harga 1.810: Dengan PER sekitar 24 kali dan PBV sekitar 4,3 kali, saham ini secara textbook belum bisa dibilang murah. Namun, bagi investor yang fokus pada stabilitas arus kas operasional (Price to CFO 11-12 kali) dan neraca yang bersih, harga 1.810 mulai terlihat masuk akal, mengingat trauma digital sudah terekam di laporan keuangan.
Penting: Investor yang masuk di harga ini sedang bertaruh pada earning jump (lonjakan laba) di masa depan, karena hampir 80% kas operasional dihisap kembali untuk ekspansi.
Tonton video ini sampai selesai untuk memahami: Apakah 1.810 adalah titik entry terbaik untuk AMRT?
https://cutt.ly/vtyf9HC5
random $MIDI