KALAU kamu PEMULA
“Journey to Become a Successful Trader"
https://stockbit.com/post/23992016 <<< Pelajaran 1-24 bisa klik disini. atau ada di pin post.
Pelajaran ke-25 : Fokus pada Garis Finishmu Sendiri — Mengapa Membandingkan Portofolio adalah Awal Kegagalan
Morning, WiseTrader.
Mengapa Membandingkan Diri dengan Trader Lain Sangat Merusak?
1. Setiap Trader Memiliki "Game" yang Berbeda
Bayangkan ini : Seorang sprinter 100 meter merasa gagal karena kalah cepat dengan pelari maraton. Itu tidak masuk akal, bukan?
· Trader A : Day trader dengan modal Rp 50 juta, target profit 5% per bulan.
· Trader B : Swing trader dengan modal Rp 2 miliar, target profit 15% per tahun.
· Trader C: Momentum trader yang khusus main saham gorengan, dengan risiko blow up account 50%.
Mereka bertiga bermain game yang sama sekali berbeda. Membandingkan profit nominal atau persentase Anda dengan mereka adalah sebuah logika yang cacat.
2. Anda Hanya Melihat "Highlight Reel", Bukan "Behind The Scenes"
Tidak ada trader yang membagikan loss terburuk mereka dengan bangga.Yang Anda lihat di grup adalah kumpulan cuplikan kesuksesan terbaik mereka. Anda membandingkan keseluruhan perjalanan Anda (yang penuh dengan struggle dan loss) dengan highlight reel orang lain. Ini akan selalu membuat Anda merasa tidak cukup baik dan terburu-buru.
3. Ini Memicu Penyimpangan Strategi yang Fatal
Ini adalah dampak terburuknya. Saat Anda melihat orang lain profit besar dari sebuah saham, Anda akan terdorong untuk:
· FOMO (Fear Of Missing Out): Masuk ke saham yang sudah naik tinggi, tanpa setup yang jelas.
· Meninggalkan Sistem Anda: Keluar dari setup andalan Anda yang konsisten demi mengejar "profit cepat" ala orang lain.
· Meningkatkan Risiko: Memaksakan lot size yang lebih besar agar profitnya bisa "menyamai" orang lain.
Bagaimana Melindungi Diri Anda?
1. Ingatlah Tujuan Anda Sendiri (Your "Why")
Anda mulai trading untuk mencapai tujuan finansial Anda sendiri, bukan untuk mengalahkan orang lain di grup. Fokuslah pada kemajuan Anda sendiri: Apakah equity curve sudah mulai naik? Apakah saya lebih disiplin dari bulan lalu?
2. Jadikan Grup sebagai Sumber Informasi, Bukan Pengukur Kinerja
Gunakan grup untuk:
· Mendapatkan informasi dan insight.
· Memvalidasi analisis Anda.
· Belajar dari kesalahan orang lain.
Jangan gunakan untuk:
· Menjadi patokan profit yang "harus" Anda capai.
· Bahan untuk merasa inferior atau superior.
3. Ukur Diri Anda dengan Diri Anda yang Kemarin
Satu-satunya perbandingan yang sehat adalah membandingkan diri Anda dengan diri Anda sendiri sebulan yang lalu, atau setahun yang lalu.
· Apakah trading plan saya sekarang lebih baik?
· Apakah disiplin saya lebih kuat?
· Apakah reaksi saya terhadap loss lebih bijak?
Itulah pertumbuhan yang sesungguhnya.
"The only person you should try to be better than is the person you were yesterday." - Anonymous
Satu-satunya orang yang harus Anda coba kalahkan adalah diri Anda sendiri yang kemarin.
"The stock market is a device for transferring money from the impatient to the patient."
Pasar saham adalah sebuah alat untuk memindahkan uang dari mereka yang tidak sabar kepada mereka yang sabar.
Kesabaran itu termasuk sabar dengan kecepatan pertumbuhan portofolio Anda sendiri.
Hari ini, lakukan digital detox. Berhenti sejenak membandingkan portofolio Anda. Tutup sementara notifikasi grup yang memicu FOMO. Lihatlah grafik ekuitas Anda sendiri. Itulah satu-satunya cerita yang penting. Ketahuilah bahwa trader yang konsisten dan bertahan lama adalah mereka yang fokus mengemudikan mobilnya sendiri, bukan yang sibuk membandingkan speedometer dengan mobil di jalur lain.
🙏🙏
Like dan Follow untuk Pelajaran ke-26 besok: "Catatan Trading: Jurnal adalah Guru Sejatimu."
ransom tag :
$BKSL $COCO $GTSI
