ANALISA TEKNIKAL & FUNDAMENTAL $ASRI
(Jangan telan mentah mentah analisa saya karena saya bisa salah dan keliru juga)
Teknikal PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
Secara teknikal dia punya support dekat di 160, menengah nya di 152 dan terjauhnya di 144. Untuk resistance dia punya di area 169-170.
Kalau menurut saya untuk sekarang ASRI ini masih fase sideways yang selama sebulan ini di akumulasi oleh KZ dan CC dengan rata rata average di kisaran 166-168.
Mungkin untuk sekarang belum waktunya dia naik tapi masih berpotensi untuk beberapa waktu kedepan.
Fundamental PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
PT Alam Sutera Realty Tbk adalah perusahaan pengembang properti besar yang memiliki fokus utama pada pengembangan kota mandiri seperti Alam Sutera dan Suvarna Sutera. Perusahaan ini juga memiliki aset signifikan dari segmen pendapatan berulang, termasuk kompleks Garuda Wisnu Kencana di Bali.
Kinerja keuangan ASRI pada tahun 2024 menunjukkan adanya tekanan yang kuat. Pendapatan hingga paruh pertama 2024 tercatat sekitar 1,12 triliun rupiah. Namun, laba bersih perusahaan mengalami penurunan drastis. Laba bersih hingga Kuartal III 2024 hanya mencapai 12,61 miliar rupiah, yang merupakan penurunan signifikan sebesar lebih dari 90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba ini disebabkan oleh penundaan pengakuan pendapatan dari proyek dan adanya dampak kerugian kurs.
Meskipun laba tertekan, perusahaan menunjukkan perbaikan di sisi operasional. Marketing sales atau pra-penjualan ASRI pada paruh pertama tahun 2025 tercatat sebesar 1,4 triliun rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan yang baik, yaitu sebesar 17% secara tahunan. Kenaikan marketing sales ini adalah indikasi positif dari permintaan pasar yang kuat terhadap produk ASRI dan berpotensi menjadi pendapatan di masa depan. Selain itu, posisi kas perusahaan juga menguat, meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 1,38 triliun rupiah.
Dari sisi valuasi, saham ASRI tergolong sangat murah. Rasio Price to Book Value (PBV) perusahaan berada di kisaran 0,29 kali. Angka ini jauh di bawah rata-rata industri properti, menunjukkan bahwa saham ASRI saat ini diperdagangkan lebih rendah dari nilai bukunya dan dianggap undervalued. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) berada di sekitar 53,37%, yang masih menunjukkan manajemen utang yang cukup terkendali.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, fundamental ASRI menampilkan situasi yang terbagi. Di satu sisi, perusahaan menghadapi kesulitan besar dalam kinerja laba bersih jangka pendek akibat masalah pengakuan pendapatan dan kurs. Di sisi lain, valuasi ASRI sangat menarik karena harganya dianggap murah berdasarkan nilai buku. Peningkatan marketing sales sebesar 17% adalah katalis positif yang mengindikasikan adanya pemulihan penjualan dan potensi peningkatan laba di periode mendatang. Dengan cadangan lahan yang luas, prospek jangka panjang ASRI bergantung pada pemulihan sektor properti secara umum dan kemampuan perusahaan untuk merealisasikan pra-penjualan yang sudah didapat menjadi pendapatan.
RT: $INDO $DEWA
1/2

