$LPIN $LPLI $MLPT
Lanjutan (eps3) dari post https://stockbit.com/post/23809794
Sebelum kita bahas "the main course", kita bahas dahulu anak usaha LPIN yang dikenal banyak orang, Maxx Coffee
Banyak orang tidak mengetahui bahwa pendiri PT FORE kopi Indonesia tbk (Vico Lomar), menjadi tokoh kunci yang ikut membantu mengembangkan Maxx Coffee di awal berdirinya di thn 2014. (Slide 1)
Maxx Coffee awalnya dimiliki oleh PT Bintang Sinar Fortuna, yang merupakan anak usaha dari LPIN. Namun, seiring perjalanan, OUE Ltd (Afiliasi Lippo Group di Singapore) membeli Maxx Coffee senilai 23.1jt SGD atau Rp +-370 milyar (kurs Rp 14,000 per $ SG), yang di mana pada saat itu kepemilikan saham OUE Ltd di Maxx Coffee menjadi 88.43%. Adapun MLPL selaku pemegang saham pengendali LPIN juga menyuntikkan modal ke Maxx Coffee senilai Rp 80 milyar (Semua bisa dilihat di Slide 2,3,4)
Sekarang LPIN menggenggam sekitar 8.08% saham di Maxx Coffee, di mana kita sebagai shareholder LPIN berharap suatu saat Maxx Coffee bisa di IPO kan seperti Superbank yang menaikkan pula value EMTK, mungkin juga bisa terjadi akuisisi Maxx Coffee oleh perusahaan2 kopi yang terkenal di Indonesia sebagai jalan untuk melantai di bursa. Maxx Coffee pada saat ini memiliki lebih dari 80 gerai yang tersebar di 22 kota (slide 5,6)
Di episode terakhir tentang LPIN, kita akan membahas Lippo Walsin Lihwa yang adalah merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk laba LPIN, besaran laba yang dicetak oleh Lippo Walsin sangat menentukan arah laba LPIN.
Bersambung....
@andya93 - kaya bukan tanda mulia, miskin bukan tanda hina
1/6





