Strategi Entry “Beli Sore, Jual Pagi”
jangan lupa share like dan follow akun ini,,,
ini pelajaran ke 7 kita klo bermanfaat disave aja biar gak ilang
Dalam dunia trading harian, strategi “beli sore – jual pagi” menjadi salah satu teknik populer untuk menangkap momentum kenaikan harga di pembukaan pasar. Dengan bantuan screener seperti yang ditunjukkan pada gambar, kamu bisa memfilter saham-saham potensial yang menunjukkan tanda-tanda breakout likuiditas tinggi dan akumulasi bandar menjelang penutupan.
⏰ 2. Kapan Waktu Entry?
Strategi “beli sore – jual pagi” biasanya dilakukan dengan entry menjelang penutupan pasar, sekitar pukul 14:30–15:00 WIB.
Langkah-langkahnya:
Gunakan screener sekitar jam 14:00–14:30 untuk mencari saham yang memenuhi semua kriteria.
Cek grafik 15 menit terakhir, pastikan tren intraday masih menguat, volume meningkat, dan tidak ada tanda distribusi besar.
Entry di dekat penutupan (sekitar jam 14:50–14:59) jika harga masih stabil di atas VWAP atau support harian.
Alasannya:
Biasanya saham dengan volume besar dan kenaikan tajam di sore hari berpotensi lanjut naik di pembukaan esok hari karena follow-through dari trader ritel dan bandar push.
💰 3. Exit Strategy — Jual Pagi
Untuk exit, lakukan strategi berikut:
Pantau pre-opening (08:45–08:59) — jika ada gap up ≥ 1–2%, kamu bisa siap jual sebagian.
Jual bertahap setelah open (09:00–09:15) saat volume tinggi.
Jika saham flat atau gap down, amati 5–10 menit pertama. Jika harga menembus low kemarin, segera cut kecil agar risiko tetap terjaga.
Tujuan strategi ini bukan untuk hold lama, tapi memanfaatkan momentum volatilitas harian.
⚙️ 4. Tips Optimasi Screener
Agar hasil lebih tajam:
Tambahkan RSI < 70 untuk menghindari saham yang terlalu jenuh beli.
Gunakan filter Close > MA20 agar tren jangka menengah masih positif.
Lakukan backtest minimal 2 minggu untuk melihat efektivitas.
📊 5. Contoh Realisasi Strategi
Misalnya hasil screener menunjukkan saham XYZ:
Volume hari ini 2,5× MA20
Value transaksi Rp 3 triliun
Harga naik +6%
Bandar Accum/Dist = 15
➡️ Entry di harga 1020 saat penutupan
➡️ Keesokan pagi, saham gap up ke 1080 (+5.8%)
➡️ Jual sebagian di open, sisanya trailing stop.
Dalam satu malam, potensi gain 3–6% bisa direalisasikan.
⚖️ 6. Risiko dan Catatan
Strategi “beli sore – jual pagi” tidak selalu berhasil. Saham yang naik tajam sore ini bisa saja terkoreksi esoknya. Karena itu:
Gunakan cut loss maksimal 2–3%.
Hindari saham gorengan dengan likuiditas semu.
Utamakan saham dengan value besar dan akumulasi bandar positif.
🧭 Kesimpulan
Screener “BSJP” adalah alat bantu efektif untuk mencari saham likuid dengan momentum harian kuat.
Dengan disiplin waktu entry sore dan exit pagi, trader bisa memanfaatkan peluang jangka pendek dengan risiko terkendali.
Kunci utamanya:
“Ikuti volume, pahami momentum, dan jangan serakah.”
⚖️ Contoh Lain: Saham ADMR
Tanggal 25 September 2025, screener “BSJP Liquin” menangkap ADMR dengan data:
Volume 1,8× MA20
Value Rp 2,5T
1D Return +5,2%
Bandar Accum/Dist = 18
Entry: 14:50 di harga 1.030
Keesokan pagi: Gap up ke 1.075 (+4,3%)
Profit diambil: di 1.070 sebelum jam 09:10.
📈 Hasil: +3,9% dalam 1 malam dengan risiko kecil.
Tag random
$IHSG $BUMI $CDIA