Jika saat ini anda pemula, anda berpikir untuk meraup keuntungan di pasar modal apalagi menjadi full trader.... Maka hal yang pertama yang harus pikirkan, bukan bagaimana mencari untung... tapi yang pertama harus anda pikirkan adalah

1. Kenapa banyak yang rugi di saham ?
banyak investor / ritel rugi bukan karena “market jahat”, tapi karena kombinasi perilaku psikologis, manajemen risiko lemah, dan ekspektasi yang tidak realistis.

Faktor penyebab:
Emosi (Fear & Greed). Panik jual saat koreksi; FOMO beli saat euforia.
Modal dan ukuran posisi yang salah.
Tanpa rencana / tanpa rules. Masuk tanpa entry plan, exit plan, atau stop loss.
Kurang edukasi. Banyak yang ikut-ikutan sinyal tanpa mengerti risk/reward atau alasan fundamental/teknikal.
Horizon waktu tidak cocok. Menyetel mindset jangka panjang tapi berharap profit harian (atau sebaliknya).
Bias konfirmasi & overconfidence. Hanya mencari info yang menguatkan posisi, menutup telinga terhadap sinyal bahaya / kritik terhadap sahamnya.

2. Nature dari pasar modal
Pasar modal adalah mekanisme redistribusi modal & risiko, tempat harga terbentuk dari interaksi banyak pelaku, bukan mesin yang “adil” buat semua.
artinya JIKA ada yang CUAN, Pasti ada yang BONCOS.

Pasar adalah agregat opini. Harga mencerminkan konsensus saat ini antara pembeli & penjual.
Volatilitas itu normal. Harga bergerak karena info baru, sentimen, likuiditas.
Tidak ada kepastian, hanya probabilitas. Semua keputusan trading bersifat probabilistik.
Adanya asimetri informasi. Pelaku besar sering punya akses lebih awal/lebih sistematis terhadap info.
Pasar mencerminkan waktu & siklus. Trend, rotasi sektor, efek kuartalan, window dressing, dll.

Prinsip yang harus diingat:
Market bukan tempat cari kepastian—melainkan tempat atur probabilitas dan manajemen risiko.
Harga yang “murah” belum tentu value; harga yang “mahal” belum tentu bubble — konteks & timing penting.

Actionable takeaways:
Pelajari karakter aset yang kamu trading (liquidity, volatilitas, news sensitivity).
Gunakan time horizon yang sesuai (scalper, swing, investor jangka panjang).
Jangan berekspektasi profit konsisten tanpa manajemen risiko.

3. Greater Fool Theory
orang membeli aset bukan karena nilainya, tapi karena percaya akan menemukan pembeli (the “greater fool”) yang membeli dengan harga lebih tinggi. Selama ada pembeli, harga bisa naik — sampai titik tak ada lagi pembeli yang lebih “bodoh”.

KALAU harga belimu sudah mahal, selama masih ada orang bodoh yang membeli diharga lebih mahal... maka anda tidak ada kenapa2.. demikian kira2.. haha.

Tanyakan: Apakah aku membeli karena value atau karena berharap ada pembeli yang lebih bodoh?
Jika masuk ke area yang mirip Greater Fool (hype), gunakan strict exit rules & very small position.
Jangan merasa pintar karena “menang” di euforia—itu lebih kebetulan daripada skill.

4. Peringatan sebelum berinvestasi saham
Sebelum masuk pasar, ada checklist wajib — ini bukan untuk menakuti, tapi untuk menyelamatkan modal & kesehatan mental.

Checklist / Peringatan:
Pahami tujuan & horizon: spekulasi jangka pendek vs investasi jangka panjang.
Siapkan dana darurat: modal trading bukan untuk kebutuhan sehari-hari. Idealnya 6× pengeluaran bulanan.
Tentukan toleransi risiko: berapa % modal siap hilang tanpa trauma?
Pahami mekanisme yang kamu gunakan: RDN, margin, shorting, derivatif — setiap instrumen beda risikonya.
Gunakan manajemen risiko: stop loss, position sizing, rules entry/exit.
Jangan gunakan utang konsumtif: jangan pakai kartu kredit atau pinjaman tanpa rencana untuk trading.
Jangan ikut-ikutan sinyal tanpa verifikasi: cek alasan, cek likuiditas, cek ukuran pemain.
Pahami psikologi trading: jangan biarkan emosi dompleng keputusan.

Jika kondisi mental terganggu (tidak tidur, kehilangan selera makan), mundur sejenak — itu sinyal untuk beristirahat.

Penutup :
Pasar itu guru yang kejam tapi jujur. Banyak yang terluka karena mereka datang tanpa perlindungan : rencana, modal darurat, dan kepala yang tenang. Namun, pasar juga memberi jalan bagi yang mau belajar—bukan cepat kaya, tapi bertumbuh.

“Discipline is the bridge between goals and accomplishment.” — Jim Rohn

$PIPA $DWGL $SLIS

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy