AKRA 9M25: Steady Before the Pivotal Quarter
Stockbit's take:
▪️AKR Corporindo ($AKRA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp470 M pada 3Q25 (+1% YoY, -24% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 9M25 menjadi Rp1,65 T (+12% YoY), sejalan dengan ekspektasi karena setara 65% estimasi 2025F konsensus (vs. rata–rata 3 tahun: 64% dari laba bersih tahunan) dan sekitar 63–69% guidance 2025 manajemen.
▪️Secara segmen, laba sebelum pajak (PBT) dari segmen ‘perdagangan dan distribusi’ — yang berkontribusi sekitar 70% dari total PBT 2024 — mengalami pelemahan pada 3Q25 (-2% YoY, -13% QoQ) seiring penurunan aktivitas klien di sektor pertambangan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan harga komoditas yang tergolong rendah.
▪️Di sisi lain, PBT dari segmen ‘kawasan industri’ tercatat sebesar Rp79 M pada 3Q25 (+154% YoY, -66% QoQ) seiring lemahnya penjualan lahan JIIPE, meski telah ditopang oleh pendapatan dari penjualan listrik dan utilitas di kawasan industri.
Perdagangan dan Distribusi: Seasonality Perkuat Prospek 4Q25
Manajemen AKRA memperkirakan segmen ‘perdagangan dan distribusi’ akan mencatat pemulihan yang kuat pada 4Q25, sejalan dengan faktor musiman (seasonality) yang ditopang oleh normalisasi cuaca, peningkatan aktivitas produksi dari mayoritas emiten pertambangan untuk mengejar target kuota RKAB, dan tren harga komoditas yang cenderung positif. Berdasarkan data historis, PBT segmen ini dapat tumbuh di atas 20% QoQ pada kuartal 4 (vs. 4Q24: +51% QoQ, rata–rata 3 tahun: +26% QoQ). Manajemen juga menambahkan bahwa hambatan terkait kuota impor minyak untuk segmen ritel telah terselesaikan setelah penandatanganan perjanjian dengan Pertamina pada pekan lalu, sehingga pasokan minyak diharapkan akan segera tersedia di SPBU bp AKR untuk wilayah Jabodetabek mulai pekan ini hingga pekan depan.
Kawasan Industri: Indikasikan Penjualan 40–60 Ha pada 4Q25 dari Anchor Tenant Baru
Meski tidak ada penjualan lahan JIIPE pada 3Q25, manajemen AKRA mengekspektasikan adanya penjualan lahan JIIPE sebanyak 40–60 ha pada 4Q25. Penjualan ini berasal dari calon tenant baru yang diperkirakan menjadi anchor tenant terbesar di JIIPE. Proses penjualan akan dilakukan secara bertahap, serupa dengan pola yang diterapkan pada tenant sebelumnya, dengan ekspektasi tahap pertama seluas 25 ha pada November 2025, diikuti 15 ha pada Desember 2025, dan 20 ha pada 1Q26. Jika terealisasi, total penjualan lahan JIIPE akan mencapai 62–82 ha, mencapai batas bawah guidance manajemen untuk tahun 2025 di kisaran 80–100 ha.
Selain itu, manajemen AKRA tetap optimistis terhadap prospek pendapatan dari penjualan listrik dan utilitas kawasan industri hingga 2026F. Optimisme ini didukung oleh beroperasinya penuh pabrik Hailiang dan Xinyi pada 2026, serta keberlanjutan operasi smelter Freeport yang diperkirakan tetap berjalan meski kegiatan tambang Grasberg tengah mengalami keadaan kahar.
--------
Theodorus Melvin (@theodorusmelvin)
Investment Analyst Stockbit
