imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🫸 BI Rate Ditahan di Level 4,75%, di Luar Ekspektasi

Bank Indonesia pada Rabu (22/10) mempertahankan suku bunga BI Rate di 4,75%, di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan dipangkas -25 bps. Lending facility dan deposit facility juga dipertahankan di 5,5% dan 3,75%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa pihaknya masih melihat ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, tetapi fokus Bank Indonesia saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter yang telah ditempuh sebelumnya.

Perry mendorong perbankan untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit. Perry menyebut bahwa suku bunga BI Rate telah turun -150 bps sejak September 2024, tetapi suku bunga kredit perbankan hanya turun -15 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi 9,05% pada September 2025. Hal serupa juga terjadi pada suku bunga dana pihak ketiga (DPK) yang hanya turun -29 bps dari 4,81% menjadi 4,52%, terutama karena masih tingginya pemberian special rate kepada deposan besar yang mencapai 26% dari total DPK perbankan.

Untuk mempercepat transmisi kebijakan moneter, Bank Indonesia akan memperluas ketentuan insentif likuiditas makroprudensial per 1 Desember 2025, yakni dengan memberikan insentif bagi bank–bank yang menurunkan suku bunga kreditnya. Insentif yang akan diberikan adalah maksimum sebesar 0,5% dari DPK, bergantung elastisitas penurunan suku bunga kredit bank terkait terhadap penurunan BI Rate. Sementara itu, insentif likuiditas terkait dengan pemberian kredit kepada sektor–sektor prioritas tetap sebesar 5% dari DPK, tetapi akan dilakukan secara forward looking (berbeda dari sebelumnya backward looking), yakni berdasarkan komitmen penyaluran kredit ke depan. Perubahan ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan kredit yang lebih cepat.

Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga terjadi di tengah menyusutnya cadangan devisa Indonesia ke level 148,7 miliar dolar AS per akhir September 2025, menandai penurunan dalam 3 bulan beruntun sekaligus merupakan level terendah dalam 14 bulan terakhir. Penurunan cadangan devisa sendiri berpotensi membatasi ruang Bank Indonesia untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

🔑 Key Takeaway

Selain fokus pada efektivitas transmisi kebijakan moneter, keputusan mempertahankan suku bunga BI Rate juga diambil sebelum pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung di APEC Summit pada 31 Oktober–1 November 2025, di mana perkembangannya dapat mempengaruhi volatilitas dan outlook market.

Stockbit Snips 22 Oktober 2025:
https://cutt.ly/Yr8XJc0v

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy