imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🏦 BBCA: Laba Bersih 9M25 (+6% YoY) Sejalan Ekspektasi, Buyback hingga Rp5 T

Bank Central Asia ($BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar 14,4 triliun rupiah pada 3Q25 (+1% YoY, -3% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 9M25 mencapai 43,4 triliun rupiah (+6% YoY), sejalan dengan ekspektasi karena setara 75% estimasi 2025F konsensus (vs. 9M24: 75% realisasi 2024).

Secara umum, kinerja BBCA pada 3Q25 relatif sejalan dengan kinerja bulanan pada periode Juli–Agustus 2025 yang telah kami tuliskan, di mana perseroan lebih berhati–hati dalam penyaluran kredit dan meningkatkan provisi sebagai langkah proaktif. Namun, dalam earnings call 3Q25, kami menilai manajemen BBCA cenderung lebih optimistis memasuki 4Q25 dan 2026 secara umum, seiring prospek perbaikan makroekonomi yang didorong oleh peningkatan belanja pemerintah dan tren penurunan suku bunga.

Pertahankan Guidance 2025, Indikasikan Guidance Pertumbuhan Kredit Lebih Tinggi pada 2026

Manajemen mempertahankan guidance pertumbuhan kredit selama 2025 di kisaran +6–8% YoY, dengan realisasi per September 2025 mencapai +8% YoY. Cost of Credit (CoC) diekspektasikan akan berada di level 0,5% pada akhir 2025, yang mengimplikasikan CoC pada 4Q25 akan lebih rendah dibandingkan posisi 3Q25 yang berada di level 0,6%. Potensi CoC yang lebih rendah pada 4Q25 memungkinkan jika melihat tren NPL yang turun secara kuartalan pada 3Q25, setelah naik berturut–turut pada 1Q25 dan 2Q25.

Untuk 2026, meski belum memberikan guidance resmi, manajemen BBCA mengindikasikan pertumbuhan kredit berpotensi lebih kencang, kemungkinan di kisaran +8–10%. Potensi pertumbuhan volume pinjaman dan CASA yang lebih kuat serta kualitas aset yang lebih baik diperkirakan akan melebihi dampak potensi penurunan loan yield akibat penurunan suku bunga. Manajemen BBCA sendiri melihat Bank Indonesia berpotensi memangkas suku bunga sebanyak 1x hingga akhir 2025 dan 3x selama 2026.

Buyback dan Prospek Dividen

Manajemen BBCA juga mengumumkan bahwa perseroan akan melaksanakan buyback hingga 5 triliun rupiah pada periode 22 Oktober 2025–19 Januari 2026, dengan harga pembelian tertinggi sebesar 9.200 rupiah per saham. Manajemen menjelaskan bahwa pemenuhan realisasi dana buyback tersebut akan bergantung pada kondisi market, sehingga terdapat kemungkinan bahwa total buyback yang dilakukan tidak mencapai 5 triliun rupiah.

Selain itu, manajemen BBCA menyebut bahwa pihaknya masih mendiskusikan porsi pembagian dividen tahun buku 2025. Meski demikian, kami menilai terdapat potensi peningkatan dividend payout ratio (vs. DPR 2024: 67,4%), jika melihat kuatnya permodalan perseroan dengan CAR berada di level 29,9% per September 2025.

🔑 Key Takeaway

Seperti yang telah kami tuliskan sebelumnya pada Stockbit Commentary, kinerja BBCA pada 3Q25 berpotensi menjadi yang terendah sebelum mulai terakselerasi pada 4Q25, yang juga terefleksi pada guidance yang diberikan perseroan. BBCA sendiri telah menguat +7,9% dalam 2 hari terakhir dan per Senin (20/10) diperdagangkan pada valuasi 3,2x 1–Year Forward P/BV, sekitar -2,5 standar deviasi di bawah rata–rata historis 5 tahun terakhir. Dengan valuasi yang atraktif dan prospek peningkatan kinerja ke depan, kami memiliki pandangan positif terhadap sektor perbankan, termasuk BBCA.

Stockbit Snips 20 Oktober 2025
https://cutt.ly/0r8aQa9D

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy