$KOKA
Mandatory Tender Offer (MTO) adalah kewajiban bagi pihak yang baru saja mengakuisisi mayoritas saham atau menjadi pengendali baru suatu emiten, untuk menawarkan pembelian saham kepada pemegang saham publik lain pada harga tertentu.
⚙️ Proses Mandatory Tender Offer (MTO) setelah akuisisi
1. Terjadinya Akuisisi / Perubahan Pengendali
• Misalnya, suatu perusahaan atau investor membeli saham pengendali dari pemilik lama (biasanya ≥50% atau hingga menjadi pihak pengendali).
• Setelah akuisisi sah, sesuai aturan POJK No. 9/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, pengendali baru WAJIB melakukan MTO.
2. Pengumuman ke Publik
• Pengendali baru mengumumkan rencana MTO melalui keterbukaan informasi di BEI & OJK.
• Pengumuman mencakup: harga tender offer, periode penawaran, jumlah saham yang akan dibeli, dan tujuan aksi korporasi.
3. Penunjukan Penjamin Emisi / Standby Buyer
• Pengendali baru biasanya menunjuk penjamin pelaksana (underwriter/standby buyer) untuk memastikan dana tersedia bagi publik yang ingin menjual sahamnya.
4. Penentuan Harga Tender Offer
• Harga MTO ditentukan berdasarkan.
• Harga tertinggi pembelian saham dalam 90 hari terakhir, atau
• Harga rata-rata saham selama 90 hari terakhir di bursa (mana yang lebih tinggi).
• Aturan ini bertujuan melindungi investor minoritas, supaya tidak dirugikan.
5. Pelaksanaan Tender Offer
• Pemegang saham publik diberi kesempatan (periode ±30 hari bursa) untuk menjual sahamnya ke pengendali baru dengan harga yang ditentukan.
• Investor bisa ikut menjual atau tetap menjadi pemegang saham minoritas.
6. Penyelesaian Transaksi
• Setelah periode MTO selesai, saham yang ditawarkan oleh publik akan dibeli pengendali baru.
• Dana hasil MTO ditransfer ke investor yang ikut serta, biasanya melalui KSEI.
🎯 Fungsi MTO
• Melindungi investor minoritas agar tidak terjebak setelah terjadi perubahan pengendali.
• Memberi kesempatan “exit” dengan harga yang adil.
• Membuka transparansi aksi korporasi besar.