$CDIA π Ringkasan Laporan Keuangan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
Per 30 Juni 2025 (Interim, tidak diaudit)
Sumber: FinancialStatement-2025-II-CDIA.pdf, Final_Report_PT_Chandra_Daya_Investasi.pdf, SPD_CDI_June_2025.pdf, Checklist_Pengungkapan_LK_CDI.pdf
1. Posisi Keuangan (Balance Sheet)
(dalam Rp miliar, kurs USD 16.400)
Total Aset: Rp 22.857 miliar
Aset Lancar: Rp 7.507 miliar
Aset Tidak Lancar: Rp 15.350 miliar
Total Liabilitas: Rp 6.524 miliar
Jangka Pendek: Rp 631 miliar
Jangka Panjang: Rp 5.892 miliar
Total Ekuitas: Rp 16.333 miliar
Modal Saham: Rp 11.784 miliar
Tambahan Modal Disetor: Rp 1.335 miliar
Saldo Laba: Rp 1.286 miliar
Kepentingan Nonpengendali: Rp 1.937 miliar
π Analisis:
Aset tumbuh signifikan dibanding akhir 2024 (naik ~30%). Ekuitas naik besar (+32%) karena ada tambahan modal disetor dan akumulasi laba. Liabilitas juga bertambah, tapi DER masih rendah (0,40x) β struktur modal sehat.
2. Laba Rugi Konsolidasian
(Rp miliar)
Pendapatan: Rp 1.097 miliar
Laba Kotor: Rp 313 miliar
EBITDA: Rp 1.178 miliar
Laba Bersih: Rp 1.220 miliar
Pemilik Induk: Rp 1.112 miliar
Nonpengendali: Rp 107 miliar
π Analisis:
Tahun 2024 laba bersih hanya sekitar Rp 530 miliar (setahun penuh).
Semester I 2025 saja sudah Rp 1.220 miliar β lebih dari 2x lipat setahun penuh 2024.
Namun, laba besar ini banyak ditopang keuntungan lain-lain (Rp 759 miliar) dan pendapatan keuangan (Rp 195 miliar), bukan murni dari operasional.
3. Arus Kas
(Rp miliar)
Operasi: Rp +310 miliar (positif, tapi kecil dibanding laba bersih β kualitas laba perlu dicermati).
Investasi: Rp β1.412 miliar (besar karena ekspansi & akuisisi).
Pendanaan: Rp +3.630 miliar (besar, terutama dari penambahan modal & utang bank).
Kas Akhir: Rp 5.483 miliar (naik hampir 2x dari 2024).
π Analisis:
Arus kas operasi positif tapi kecil. Kenaikan kas lebih banyak dari pendanaan, bukan dari bisnis inti. Perusahaan sangat likuid tapi harus hati-hati menjaga kualitas laba.
4. Rasio Keuangan
Current Ratio: 11,89% (naik dari 9,01% β likuiditas baik).
ROA: 5,34% (2024: 3,04% β naik).
ROE: 7,47% (2024: 4,37% β naik).
EBITDA Margin: 107,45% (anomali tinggi karena ada keuntungan non-operasional).
DER: 0,40x β utang relatif rendah.
5. Pernyataan Direksi (SPD)
Direksi menyatakan laporan keuangan interim 30 Juni 2025 telah:
Disusun sesuai PSAK & regulasi OJK.
Memberikan informasi yang benar dan tidak menyesatkan.
Ditandatangani di Jakarta, 11 September 2025.
6. Checklist Pengungkapan
Semua pengungkapan sesuai regulasi OJK β lengkap (aset, liabilitas, pendapatan, laba, rasio keuangan).
Laba bersih interim Rp 1,12 triliun (pemilik induk).
EBITDA Rp 1,17 triliun.
π Kesimpulan Manajemen
Kinerja keuangan H1 2025 melonjak, ekuitas & kas bertambah besar, DER rendah, likuiditas kuat.
Laba bersih naik 130% YoY, tapi didominasi keuntungan non-operasional (one-off). Perlu dipantau apakah bisa berulang.
Struktur modal sehat, tambahan modal memberi ruang ekspansi besar (logistik, energi, pelayaran).
Risiko: beban bunga meningkat, arus kas operasi masih kecil dibanding laba, serta harga saham βkeringβ (free float kecil, volatilitas tinggi).
π Ringkasnya: CDIA di semester I 2025 terlihat sangat kuat di atas kertas (aset besar, laba melonjak, ekuitas tinggi), tapi perlu hati-hati karena laba banyak dari transaksi non-operasional. Investor harus fokus ke sustainability pendapatan operasional ke depan.