KHATAM KEYSTAT STOCKBIT
keystat berikut ini adalah yang tersedia di mobile apps stockbit bukan di desktop.
- Net income Pendapatan bersih setelah dikurangi biaya biaya.
- Eps Earning atau laba jika dibagi per lembar saham
- Revenue, Adalah Penjualan Perusahaan atas usaha produk dan jasa
- Periode IDR atau USD kamu mau lihat dengan rupiah atau dolar, disamping nya tahun adalah masa kemasa dari tahun tahun sebelumnya
- Q1 Januari ,Februari,Maret
- Q2 April, Mei,Juni
- Q3 Juli, Agustus ,September
- Q4 Oktober, November,Desember
(Notes: biasanya laporan terbit 1 bulan sampai 3 bulan dari akhir quartal)
Add Notes: B di stockbit adalah Billion ( Milyar)
Misalnya 600 B ( 600 Milyar)
2,000 B ( 2 Triliun)
Anualised / disetahunkan
TTM / 12 Bulan kebelakang
- Deviden TTM , dihitung 12 bulan kebelakang dalam Rupiah
- Payout Ratio, Rasio Berapa dibayarkan dari Net Income misal 19% berarti 19% dari EPS
- Deviden yield adalah jumlah deviden tahunan per saham dibagi harga saham saat ini. Misalnya smdr deviden per saham Rp10 harga saat ini 330 maka deviden yield Rp 10/Rp330 = 3.03%
- Market Cap, Harga perusahaan jika kamu mau dibeli semuanya.
- Current share Out standing, Total saham keseluruhan perusahaan termasuk pengendali dan masyarakat.
- Free Float, adalah Jumlah saham yang beredar di publik termasuk kita dan institusi atau fund.
VALUATION
Valuation adalah indikator Valuasi di stockbit,
- Current PE ratio Anualised, ini Valuasi membandingkan harga dengan laba yang disetahunkan (Masih proyeksi, perkiraan dengan mengalikan dan menambahkan Q1 atau 2 dimana belum ada Q3 atau 4 nya.
Penting! P/E Annualised bersifat prediktif atau proyeksi. Angka ini belum tentu akurat, terutama jika kinerja perusahaan sangat fluktuatif (naik-turun).
- Current PE ratio (TTM): Menggunakan laba dari empat kuartal terakhir (12 bulan terakhir) Ini adalah angka aktual yang sudah terjadi.
- Forward PE ratio, Forward P/E ratio adalah metrik valuasi yang digunakan untuk menilai apakah harga saham suatu perusahaan wajar atau tidak, namun dengan menggunakan perkiraan laba bersih per saham (EPS) di masa depan. Berbeda dengan trailing P/E yang menggunakan data laba historis, forward P/E bersifat proyektif dan mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan laba perusahaan di masa mendatang artinya ini masih proyeksi.
-Current price to sales TTM, secara keseluruhan, Current Price to Sales TTM adalah rasio yang membandingkan harga saham atau kapitalisasi pasar perusahaan saat ini dengan total pendapatan (penjualan) yang dihasilkan perusahaan selama 12 bulan terakhir.
- Current Price to book, PBV < 1 Perusahaan Murah, namun untuk kategori perusahaan Growth Pbv sampai 20x pun menarik
- Current Price to casflow TTM, adalah rasio yang dihitung dengan membagi harga saham saat ini (Current Price) dengan arus kas per lembar saham perusahaan selama dua belas bulan terakhir, Arus Kas dari Aktivitas Operasi (Operating Cash Flow) semakin tinggi artinya sahamnya semakin mahal
- Current Price to free casflow TTM, valuasi yang membandingkan harga saham saat ini dengan arus kas bebas (free cash flow) per lembar saham yang dihasilkan perusahaan selama 12 bulan terakhir, semakin tinggi artinya sahamnya semakin mahal.
- EV to EBITDA
rasio valuasi yang membandingkan Nilai Perusahaan (Enterprise Value) secara keseluruhan dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang dihasilkan selama 12 bulan terakhir, nilai 10x mungkin dianggap mahal untuk industri manufaktur, tetapi bisa jadi sangat murah untuk industri teknologi yang pertumbuhannya cepat.
PER SHARE
Per share, artinya perhitungan per lembar saham.
- Current Eps TTM, Perhitungan laba per lembar saham dengan menghitung data 12 bulan ke belakang
- Current EPS (Annualised), menghitung Laba per lembar saham dari Q yang sudah terbit misalnya Q1 Q2, dan Q3 Q4 yang belum rilis juga di kalkulasikan, artinya ini proyeksi karna disetahunkan.
-Revenue Per Share (TTM), Penjualan Perusahaan 12 bulan kebelakang jika dibagi per lembar saham.
- Cash Per Share (Quarter), adalah metrik yang menunjukkan jumlah uang tunai dan setara kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan per lembar saham yang beredar pada akhir kuartal tertentu, per lembar saham.
- Current Book Value Per Share, nilai buku aset bersih perusahaan per lembar saham yang beredar, dihitung dengan membagi total ekuitas pemegang saham dengan jumlah saham beredar, Secara teori, BVPS menunjukkan berapa banyak yang akan diterima investor jika perusahaan dilikuidasi dan seluruh asetnya dijual.
- Free Cashflow Per Share (TTM), Arus Kas Bebas per Saham dalam periode 12 bulan terakhir. Ini adalah indikator kesehatan keuangan perusahaan yang menunjukkan sisa kas setelah dikurangi investasi modal dan biaya operasional, yang kemudian dibagi dengan jumlah total saham yang beredar. Angka ini mencerminkan fleksibilitas keuangan perusahaan dan kemampuannya menghasilkan kas untuk pemegang saham, pembayaran utang, atau ekspansi bisnis.
SOLVENCY
Solvency, kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka panjang dan tetap bertahan dalam jangka waktu lama Kalau liquiditas
- Current Ratio (Quarter), mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya (utang yang jatuh tempo dalam setahun) menggunakan aset lancar yang dimiliki dihitung dengan data kuartal, Semakin besar nilai nya semakin bagus.
- Quick Ratio (Quarter), rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancar atau utang jangka pendeknya dengan menggunakan aset yang paling likuid, semakin tinggi nilai semakin bagus.
- Debt to Equity Ratio (Quarter), rasio yang mengukur perbandingan total utang perusahaan terhadap total ekuitasnya pada periode laporan keuangan triwulanan (quarterly). Rasio ini penting untuk mengevaluasi struktur keuangan dan risiko suatu perusahaan, di mana nilai DER di bawah 1 sering dianggap sehat, namun nilai idealnya dapat bervariasi antar industri.
PROFITIBILITY
Profitability, rasio profit
- Return on Assets (TTM), mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dari keseluruhan asetnya, dengan data yang dihitung selama Trailing Twelve Months (TTM) atau 12 bulan terakhir
- Return on Equity (TTM), mengukur seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang sahamnya dalam 12 bulan terakhir (Trailing Twelve Months). ROE TTM menunjukkan kinerja perusahaan dalam memanfaatkan ekuitas untuk menciptakan keuntungan dalam periode waktu tersebut, sehingga nilai ROE TTM yang lebih tinggi mengindikasikan kinerja yang lebih efisien dan baik.
- Gross Profit Margin (Quarter), persentase keuntungan kotor (laba kotor) yang dihasilkan perusahaan dari penjualan produk atau layanan dalam satu periode kuartalan, setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Angka ini menunjukkan efisiensi operasional perusahaan dalam menghasilkan laba sebelum dikurangi biaya-biaya lainnya seperti biaya operasional, pajak, dan bunga.
- Operating Profit Margin (Quarter), mengukur efisiensi operasional perusahaan dengan menghitung laba operasional (pendapatan dikurangi biaya operasional) terhadap pendapatan pada suatu kuartal, dengan tujuannya melihat seberapa baik perusahaan menghasilkan profit dari kegiatan utamanya dari periode tiga bulanan tersebut
- Net Profit Margin (Quarter), laba bersih perusahaan setelah semua biaya dikurangi (termasuk pajak dan bunga) terhadap total pendapatan, yang dihitung dan disajikan untuk periode satu kuartal. Rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari setiap rupiah pendapatan yang dihasilkan dalam periode kuartalan tersebut.
DEVIDEN
Dividend, atau laba yang dibagikan ke pemilik sahamnya atau ke kita.
- Dividend (TTM), mengukur pendapatan dividen tahunan yang dihasilkan oleh saham perusahaan, yang dihitung berdasarkan dividen tunai yang dibayarkan selama periode 12 bulan terakhir, dibagi dengan harga pasar saham saat ini
- Payout Ratio, Rasio Berapa dibayarkan dari Net Income misal 19% berarti 19% dari EPS
- Dividend Yield, persentase dividen per lembar saham yang dibagikan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya, sehingga investor dapat melihat seberapa besar imbal hasil dari modal yang mereka investasikan dalam bentuk dividen tunai. Semakin tinggi dividen yield, semakin besar potensi pendapatan pasif yang bisa diterima investor per dolar atau rupiah yang diinvestasikan, dan biasanya saham dengan dividen yield tinggi menarik bagi investor yang mencari pendapatan tetap, seperti dalam strategi investasi saham dividen
- Latest Dividend Ex-Date, tanggal pertama di mana investor yang membeli saham tidak lagi berhak menerima dividen yang akan dibagikan perusahaan tersebut.
DEVIDEN HISTORY
- Deviden History, adalah sejarah deviden yang telah diberikan perusahaan dari tahun ke tahun, yang menampilkan jumlah deviden, ex date, dan tanggal pembayaran.
INCOME STATEMENT
Income Statement, laporan laba rugi perusahaan.
-Revenue (TTM), penjualan dari 12 bulan kebelakang.
- Gross Profit (TTM), penghasilan kotor dari 12 bulan terakhir.
- EBITDA (TTM), adalah singkatan dari Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (Pendapatan Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) untuk periode Trailing Twelve Months (TTM) atau dua belas bulan terakhir. Ini adalah metrik yang menunjukkan profitabilitas operasional sebenarnya dari suatu perusahaan dalam setahun terakhir, karena mengabaikan biaya-biaya non-operasional dan beban non-tunai seperti bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
- Net Income (TTM) pendapatan bersih 12 bulan terakhir
BALANCE SHEET
Balance Sheet, Neraca
- Cash (Quarter), cash yang dimiliki dalam 1 periode kuartal
- Total Assets (Quarter), jumlah aset update terakhir perusahaan dihitung dari 1 kuartal yang sebelumnya.
- Total Liabilities (Quarter) , jumlah kewajiban perusahaan di hitung dari laporan quartal
- Short-term Debt (Quarter), utang jangka pendek perusahaan dilihat dari kuartal terakhir.
- Long-term Debt (Quarter), utang jangka panjang perusahaan dalam laporan kuartal terakhir.
- Total Debt (Quarter, total hutang perusahaan dilihat dari kuartal terakhir.
- Total Equity, nilai sisa dari aset perusahaan setelah dikurangi seluruh kewajibannya. Sederhananya, ini adalah nilai bersih (kekayaan bersih) yang dimiliki oleh para pemegang saham di sebuah perusahaan.
- Net Debt (Quarter), Jika angka Net Debt positif, perusahaan memiliki lebih banyak utang daripada kas. Sebaliknya, jika angka Net Debt negatif (seperti pada contoh perusahaan properti DMAS yang mencapai -594 Miliar di Stockbit), itu berarti perusahaan memiliki kas bersih atau kondisi keuangan yang sangat kuat karena kasnya lebih besar dari total utangnya.
CASH FLOW STATEMENT
Cash Flow Statement, laporan arus kas
- Cash From Operations (TTM), Arus Kas dari Operasi (Cash from Operation) selama dua belas bulan terakhir (Trailing Twelve Months). Ini adalah data keuangan yang menunjukkan total kas yang dihasilkan perusahaan dari aktivitas operasionalnya dalam periode 12 bulan terakhir,
- Cash From Investing (TTM), jumlah uang tunai yang digunakan (atau dihasilkan) oleh suatu perusahaan untuk aktivitas investasinya, yang dihitung selama periode 12 bulan terakhir (Trailing Twelve Months/TTM). TTM adalah metrik yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan berdasarkan empat kuartal pelaporan terakhir.
Cash From Financing (TTM), arus kas dari aktivitas pendanaan perusahaan selama 12 bulan terakhir. Ini menunjukkan jumlah uang yang dihasilkan atau dibayarkan perusahaan dari kegiatan pendanaan seperti menerbitkan saham atau obligasi, melunasi utang, atau membayar dividen, selama periode 12 bulan yang berakhir pada tanggal laporan.
- Capital expenditure (TTM), Capital Expenditure (CapEx) TTM berarti total pengeluaran modal perusahaan (untuk membeli atau memperbaiki aset jangka panjang) yang dihitung selama 12 bulan terakhir. CapEx TTM menunjukkan investasi perusahaan dalam aset fisik seperti mesin, gedung, atau peralatan untuk pertumbuhan dan efisiensi di masa mendatang, memberikan gambaran kinerja investasi terbaru perusahaan.
- Free cash flow (TTM), berarti Arus Kas Bebas perusahaan yang terakumulasi selama periode 12 bulan terakhir. Ini adalah ukuran kas yang dihasilkan perusahaan setelah dikurangi semua pengeluaran operasional dan belanja modal, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang, dividen, atau untuk ekspansi bisnis.
GROWTH
Growth, pertumbuhan
- Revenue (Quarter YoY Growth), persentase pertumbuhan pendapatan suatu perusahaan pada satu kuartal tertentu dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya
- Revenue (YTD YOY Growth), pertumbuhan pendapatan (Revenue) perusahaan dari awal tahun berjalan (YTD) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY Growth). Angka ini menunjukkan seberapa besar peningkatan atau penurunan pendapatan perusahaan dalam periode waktu yang sama dalam dua tahun yang berbeda, memberikan wawasan tentang tren pertumbuhan tahunan.
- Revenue (Annual YoY Growth), tingkat pertumbuhan pendapatan atau revenue sebuah perusahaan dalam satu tahun penuh dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan seberapa cepat pendapatan perusahaan tumbuh atau menyusut dari satu tahun ke tahun berikutnya, yang dapat menjadi indikator kesehatan finansial dan potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan.
- Net Income (Quarter YoY Growth), laba bersih perusahaan setelah semua biaya dan pengeluaran dikurangi, sedangkan (quarter YOY Growth) adalah persentase pertumbuhan laba bersih tersebut dibandingkan dengan periode kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan seberapa besar laba bersih perusahaan tumbuh dari tahun ke tahun untuk periode kuartal tertentu, memberikan gambaran tentang kinerja keuangan dan efisiensi perusahaan dari waktu ke waktu.
- Net Income (YTD YOY Growth), pertumbuhan laba bersih perusahaan dari awal tahun berjalan (Year-to-Date/YTD) dibandingkan dengan laba bersih perusahaan pada periode yang sama di tahun sebelumnya (Year over Year/YoY). Ini menunjukkan seberapa besar laba bersih perusahaan tumbuh atau menurun secara kumulatif dalam satu tahun kalender, dibandingkan dengan akumulasi laba di tahun sebelumnya pada periode yang sama.
- Net Income (Annual YoY Growth), laba bersih tahunan perusahaan yang dihitung dari pendapatan dikurangi semua biaya, dan kemudian dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya (Year-over-Year) untuk melihat pertumbuhan bersih perusahaan secara tahunan.
- EPS (Quarter YoY Growth), ukuran pertumbuhan laba per saham perusahaan dalam satu kuartal dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan seberapa besar keuntungan perusahaan per sahamnya meningkat atau menurun dari periode yang sama di tahun lalu, memberikan pandangan tentang efektivitas pertumbuhan perusahaan dari waktu ke waktu.
- EPS (YTD YOY Growth), ukuran pertumbuhan Laba Per Saham perusahaan dari awal tahun hingga tanggal pelaporan (YTD) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY). Ini menunjukkan seberapa besar peningkatan atau penurunan laba perusahaan per saham pada periode berjalan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, membantu investor memahami kinerja keuangan perusahaan secara riil.
- EPS (Annual YoY Growth), berarti persentase kenaikan Laba per Saham perusahaan dari satu tahun ke tahun berikutnya, bukan hanya laba secara total tetapi pendapatan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham. Ini adalah indikator profitabilitas perusahaan dan digunakan oleh investor untuk membandingkan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun, dengan melihat bagaimana peningkatan laba per saham secara tahunan.
PRICE PERFORMANCE
1D, 1 harian
1W, 1 Minggu belakang
1M, 1 bulan kebelakang
3M, 3 bulan terakhir
6M, 6 bulan terakhir
YTd, Dari awal tahun sampai tanggal saat ini
1Y, 1 tahun belakangan
3Y, 3 tahun terakhir
5Y, 5 tahun terakhir
10Y, 10 Tahun terakhir.
Random tag: $PBRX $BTEK $TRUE