Dukung penuh pak Purba!
Ringkasan versi saya tentang rencana beliau:
1. Dana Rp200T dsb dipindah dari BI ke sistem perbankan. Harapannya bank2 puter otak untuk salurin kemana agar dapat profitable yield.
2. Karena beliau remarks private sector growth 6.5%, dan lagi "private sectors berhasil 6.5%-6.7% ... bla bla.. pemerintah 5%", maka asumsi saya bank2 swasta lah yg akan dapat mayoritas dananya, - bukan himbara. MUNGKIN ya.. mungkin.. pak Purba tahu kalo private banks salurinnya bisa lebih produktif daripada himbara. Kalo di himbara, kita semua tahu lah.. ada potongan lain2, fee ini itu supaya pengajuannya mulus. Alhasil NPL bisa di kompromi. Ini catatan saya loh ya, bukan pak Purba.
3. Dari kebijakan moneter, saya yakin BI ngikut menkeu seperti yg mereka lakuin dalam setahun terakhir. Pak Purba kayaknya lebih mau keluar dari jobdesc untuk monitor dan kerjasama dengan pemerintah, supaya membuahkan kebijakan fiskal yg "bermanfaat", dan penyerapan anggarannya terpantau. Salah satu program yg disinggung adalah program MBG, "kenapa penyerapannya sedikit?". Tentu, kalo menurut saya, perlu hati2 dalam penyerapan anggaran pada program2 pemerintah. Diserap ke kantong siapa??? Apakah tray dan bahan baku di mark up? Mark up berapa % ?
Terlepas gaya ngomongnya yg sombong, rencananya terstruktur dan pendekatannya problem-solving - bukan asbun.
Attitude kerjanya jg dapet. Hari pertama kerja, langsung suruh transfer dana ๐
tapi..
dengan adanya pertumbuhan ekonomi yg pesat, JELAS ada demand pull inflation yg pesat jg. JELAS harga2 barang & jasa jadi lebih mahal. JELAS akan ada pihak2 yg merasa dirugikan kemudian demo. Itu level berikutnya, tugas pemerintah mengendalikan harga pangan dan energi. Saran saya sih, libatkan swasta supaya harga dan kualitas barang milik pemerintah jadi lebih kompetitif alih2 monopoli.
Indonesia bisa cerah โ ๐ฎ๐ฉ IHSG cerah! ๐คฒ