$KKGI LK Q2 2025: Pesta Usai
Melihat laporan keuangan terbaru PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) rasanya seperti bangun setelah pesta semalam suntuk. Suasananya sudah sepi, lampunya terang benderang, dan yang tersisa hanya kenyataan yang sedikit membuat kepala pusing. Angka-angkanya bukan lagi melambat, tapi seperti mobil yang mengerem mendadak. Pendapatan anjlok lebih dari setengahnya, dari $191 juta menjadi hanya $71 juta. Laba kotor yang tadinya $68 juta kini tinggal $11 juta. Paling parah, laba bersihnya amblas hampir 97%, dari $30 juta menjadi kurang dari $1 juta. Ini akibat dari pesta harga komoditas yang sudah berakhir. Pengingat yang nyata bahwa saat harga sedang bagus, semua perusahaan terlihat hebat. Tapi saat pasar kembali normal, barulah kelihatan siapa yang bisnisnya benar-benar kuat.
Penyebabnya gampang ditebak. Sumbernya ada di mesin utama bisnis mereka, yaitu penjualan ekspor batu bara yang turun drastis dari $134 juta menjadi $38 juta. Di bisnis komoditas, perusahaan memang seringkali tidak bisa menentukan harga. Saat harga di pasar dunia lagi bagus-bagusnya, semua orang bisa kelihatan pintar. Setiap keputusan terlihat hebat, setiap target mudah dicapai. Laporan ini seolah membuyarkan khayalan itu. Kinerja hebat di masa lalu ternyata lebih banyak dibantu oleh untungnya harga pasar daripada strategi bisnis yang luar biasa. Ini membuat kita sebagai investor bertanya, apakah model bisnis yang terlalu bergantung pada satu hal yang tidak bisa dikontrol ini benar-benar kokoh? Atau kita selama ini hanya menumpang kapal yang sedang didorong angin kencang?
Yang lebih bikin waswas dari sekadar turunnya laba adalah kondisi keuangan perusahaan. Arus kas dari kegiatan usahanya tercatat minus $6,9 juta. Ini kebalikan dari tahun lalu yang masih bisa menghasilkan kas segar $27,6 juta. Artinya, untuk menjalankan bisnis sehari-hari saja, perusahaan kini nombok dan membakar simpanan uangnya. Ini adalah tanda bahaya yang lebih nyata. Angka laba di atas kertas bisa saja terlihat bagus, tetapi isi rekening bank tidak bisa bohong. Ketika sebuah usaha tidak lagi menghasilkan uang dari operasinya, fondasinya mulai goyah, tidak peduli seberapa besar aset yang mereka punya.
Di tengah situasi sulit ini, ada satu langkah manajemen yang menarik perhatian, sekaligus terasa aneh. Saat perusahaan sedang nombok untuk operasionalnya, mereka justru memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar $4,4 juta. Mungkin ini cara mereka bilang ke pasar, "Tenang, kami kuat, ini hanya sementara." Namun, ini juga memunculkan pertanyaan lain. Apakah ini langkah yang bijak, atau hanya untuk menyenangkan pemegang saham sesaat sebelum harus berhemat? Membakar uang untuk operasional sambil membagi-bagikan dividen rasanya seperti berjudi. Keputusan ini lebih mementingkan pemegang saham jangka pendek daripada menjaga kekuatan modal perusahaan untuk jangka panjang.
Kalau kita lihat bisnis KKGI secara keseluruhan, intinya adalah tambang batu bara milik PT Insani Baraperkasa (IBP). Di sekitarnya, ada cabang-cabang usaha lain seperti pembangkit listrik, pasir kuarsa, dan jasa pertambangan. Terlihat seperti langkah menyebar bisnis yang masuk akal. Namun, hasilnya masih belum seberapa jika dibandingkan dengan bisnis batu baranya. Ini cerita yang biasa terjadi di perusahaan tambang. Saat untung besar, uangnya dipakai untuk mencoba bisnis lain. Sekarang, saat bisnis utamanya sedang lesu, bisnis-bisnis baru itu sedang diuji. Apakah mereka bisa menjadi penopang baru, atau hanya akan ikut layu saat sumber dana dari induknya mulai seret?
Laporan keuangan ini pada akhirnya bukan cuma kumpulan angka. Ini adalah cerita tentang sebuah masa jaya yang sudah berakhir. Angka-angkanya menceritakan kondisi pasar. Namun, keputusan yang diambil saat tertekan justru menunjukkan sifat asli dan apa yang dianggap penting oleh manajemen. Bagi kita sebagai investor, pertanyaan utamanya mungkin bukan lagi "Kapan harga batu bara akan naik?", tetapi "Bagaimana perusahaan ini bertindak saat pesta telah benar-benar usai?".
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Tag : $ADRO $ITMG