imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IHSG mendekati ATH, apa yang perlu kita lakukan?
==============================================
IHSG saat ini semakin dekat dengan level All Time High. Bagi saya pribadi, kondisi ini selalu membawa dua rasa sekaligus, senang karena portofolio terlihat hijau, tapi juga khawatir karena biasanya euforia pasar justru menjadi sinyal untuk lebih hati-hati.
Saya masih ingat beberapa saat yang lalu saat IHSG juga sempat mendekati ATH. Waktu itu, saya terlalu percaya diri dan membiarkan semua posisi tetap terbuka tanpa ada yang saya amankan. Akhirnya, ketika koreksi datang, banyak profit yang hilang begitu saja. Dari pengalaman itulah saya belajar untuk lebih disiplin saat menghadapi momen seperti sekarang.

Menurut pengalaman saya, berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan ketika IHSG mendekati level tertinggi:

1. Rebalancing portofolio πŸ—οΈ
Kalau ada saham yang sudah naik signifikan dan valuasinya mulai mendekati harga wajar, saya cenderung melakukan take profit sebagian. Rasanya jauh lebih tenang ketika sudah mengunci keuntungan, karena kita tidak lagi sekadar melihat angka hijau semu di portofolio. Dulu saya pernah merasa β€œsayang” untuk menjual, dan ujung-ujungnya profit menguap saat pasar koreksi.

2. Review thesis investasi πŸ“–
Setiap saham saya beli pasti ada alasannya. Saat pasar tinggi seperti sekarang, saya selalu melakukan review: apakah thesis tersebut masih on track, sudah tercapai, atau malah melenceng? Kalau target sudah tercapai, biasanya saya lepas. Kalau thesis masih valid, saya pertahankan.

3. Punya cash 15–20% πŸ’°
Pengalaman mengajarkan saya satu hal: cash is power. Punya kas 15–20% membuat saya lebih fleksibel. Saat koreksi datang, saya bisa masuk dengan tenang tanpa harus jual saham di harga murah. Dan percaya atau tidak, beberapa peluang terbaik sering justru muncul saat pasar sedang turun.

4. Masukan watchlist saham-saham yang berfundamental bagus tetapi belum perform ✏️
Tidak semua saham bergerak sejalan dengan fundamentalnya. Ada kalanya saham yang kinerjanya solid, valuasinya murah, dan prospeknya jelas justru tertinggal dibandingkan IHSG secara keseluruhan. Dalam situasi IHSG mendekati ATH, saham-saham seperti ini menarik untuk masuk ke dalam watchlist.

5. Perhatikan appetite investor πŸ˜‹
Beberapa kali saya menyadari bahwa valuasi murah tidak cukup kalau tidak ada appetite. Pendekatan ini memang tidak ada teorinya, tetapi biasanya sentimen positif akan attract appetite, dan biasanya sentimen berhubungan dengan prospek bisa dalam jangka pendek atau jangka panjang. Misalnya ketika tahun 2022 cukai rokok naik, maka perilaku orang yang beralih dari rokok tier 1 (GGRM, HMSP) menuju rokok yang lebih terjangkau (WIIM) membuat harga WIIM melonjak lebih dari 500%, tetapi ketika akhir 2023, ketika cukai rokok naik lagi sehingga rokok tier 2 harganya naik, maka perilaku orang beralih ke rokok ilegal membuat harga WIIM rontok.
Pelajaran berharga adalah jangan lawan appetite investor, terutama ketika memang prospek kedepan tidak baik.

Jadi menurut saya, IHSG mendekati ATH bukan berarti waktunya panik, tapi justru saatnya kita lebih disiplin. Dari pengalaman saya, jangan sampai terlena dalam euforia pasar. Nikmati profit yang sudah ada, jaga kas untuk peluang berikutnya, dan selalu review thesis kita.
Tugas seorang investor bukan hanya mengejar keuntungan sesaat, tapi memastikan portofolio tumbuh sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Then stay invest and stay foolish

$ASII $BBRI $PYFA

Read more...
2013-2025 Stockbit Β·AboutΒ·ContactHelpΒ·House RulesΒ·TermsΒ·Privacy