RAPBN 2026: Prabowo dan Warisan Utang
Diskusi semalam di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
RAPBN 2026 memang ditulis gagah, tapi di balik semua angka, yang paling terlihat jelas adalah warisan beban yang ditinggalkan untuk Prabowo. Bunga utang yang tembus Rp599 triliun jadi monster nyata yang siap melahap seperempat APBN bahkan sebelum duit rakyat benar-benar dipakai buat pembangunan. Ini ibarat negara kerja rodi, tiap tahun cuma setor ke kreditur. Mau bicara kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi, semua omongan jadi hambar ketika ratusan triliun sudah raib cuma buat bayar bunga. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Angka-angka kementerian terlihat megah di kertas. Pertahanan naik jadi Rp335 triliun, melonjak 35% buat ngejar Optimum Essential Force. Badan Gizi Nasional melesat gila-gilaan dari Rp117 triliun ke Rp268 triliun, semata-mata demi program makan gratis. Polri ke Rp146 triliun, Kementerian PU ke Rp118 triliun, dan Kemenkes ke Rp114 triliun. Rakyat dibuat terpesona dengan angka jumbo, seolah semua akan baik-baik saja. Padahal kenyataannya, semua itu masih lebih kecil dari cicilan bunga utang yang sudah keburu makan duluan.
Prabowo jelas pusing. Warisan utang ini bukan bikinannya, tapi mau tidak mau harus ditanggung. Mau diam, dianggap planga-plongo. Mau jalan, langsung kena hantam defisit. Kalau coba lari kencang dengan belanja, APBN makin jebol. Kalau coba hemat, program populis yang jadi andalan kampanye bisa runtuh. Semua pilihan kayak buah simalakama, dimakan sakit, dibuang mati.
Mau coba main di pajak pun bukan solusi. Masyarakat sudah terlalu sensitif dengan isu pajak. Kasus protes di Pati jadi bukti nyata, rakyat bisa ngamuk kalau merasa diperas. Mereka merasa sudah susah hidupnya, lalu dipalak negara lewat aturan pajak baru. Kalau Prabowo berani main kasar dengan pajak, bisa-bisa bukan cuma protes, tapi ledakan sosial. Jadi jalur itu pun seperti jalan buntu yang dipenuhi ranjau.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx
Efisiensi yang digembar-gemborkan pun hanya kosmetik. Potong perjalanan dinas, kurangi pengadaan barang, pangkas pemeliharaan gedung. Angka yang dihemat mungkin triliunan kecil, tapi dibanding bunga utang yang ratusan triliun, itu cuma recehan. Ibarat orang berdarah segalon, terus dikasih plester ukuran koin. Percuma. Itu cuma permainan simbolik supaya publik merasa ada upaya, padahal realitasnya tetap bocor parah.
Yang bikin tambah ironis, pemerintah masih sisihkan dana untuk promosi, kampanye, diplomasi, dan sosialisasi. Ada Rp3 triliun buat pariwisata, lengkap dengan 17 publikasi promosi wisata dan 11 promosi musik kreatif. Ada Rp351 miliar untuk hibah keluar negeri demi diplomasi politik dan budaya. Ada kampanye Gemarikan dengan target 174 promosi, kampanye stunting, sosialisasi surat berharga negara, sampai edukasi pajak. Nilainya kecil, tapi fungsinya jelas, yakni propaganda. Biar rakyat merasa negara ini masih punya wajah optimis, padahal isinya sakit karena utang. Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx
Bandingkan saja, semua promosi itu bahkan tidak ada setengah persen dari bunga utang. Tapi tetap dijalankan karena pemerintah butuh narasi. Negara harus tampak keren di luar negeri, harus tampak peduli pada rakyat, harus kelihatan modern dengan kampanye stunting dan nutrisi. Padahal intinya tetap sama yakni utang bikin negara ini jadi sapi perah.
Prabowo dalam posisi dilematis. Kalau dorong program populis, defisit makin melebar. Kalau coba main pajak, masyarakat ngamuk. Kalau coba hemat, dampaknya cuma kosmetik. Semua opsi bikin pusing kepala. Dia mau tidak mau terjebak dalam permainan politik angka, sementara kenyataannya ruang fiskal sudah digerogoti oleh warisan utang yang menahun. Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx
Kalau ditanya siapa yang paling diuntungkan dari RAPBN 2026, jawabannya jelas bukan rakyat kecil. Mereka hanya dapat janji makan gratis dan kampanye nutrisi. Yang benar-benar menikmati adalah kreditur, baik lokal maupun asing, yang saban tahun menerima setoran bunga ratusan triliun. Rakyat cuma jadi penonton yang dipaksa bayar tiket lewat pajak, sementara pertunjukan panggung ini disetir oleh pemilik utang.
Prabowo tentu bisa coba jual mimpi lewat narasi besar. Bisa bicara soal kedaulatan, hilirisasi, pembangunan desa, koperasi, bahkan penguatan pertahanan. Tapi selama APBN masih dibelit bunga utang sebesar itu, semua narasi hanya jadi slogan kosong. Tidak peduli seberapa keras dipropagandakan, realitanya negara ini sedang tekor parah.
Kondisi ini bikin Prabowo seperti orang yang mau sprint tapi kakinya diikat beton. Mau melompat, langsung jatuh. Mau berhenti, dituduh lemah. Mau maju perlahan, publik kecewa. Semua jalan buntu, semua opsi penuh jebakan. Pusing bukan main, karena setiap rupiah yang dibelanjakan selalu ada bayangan bunga utang yang menunggu.
RAPBN 2026 akhirnya lebih mirip teater propaganda ketimbang rencana pembangunan. Rakyat diberi tontonan program makan gratis, kesehatan membaik, infrastruktur jalan, pertahanan kuat. Tapi di balik layar, seperempat lebih APBN disedot kreditur. Negara ini seolah bekerja untuk rakyat, padahal kenyataannya bekerja untuk bayar utang. Dan itulah kenapa Prabowo hari ini benar-benar pusing, terjebak dalam warisan utang gede yang jadi belenggu paling brutal bagi ruang gerak pemerintahannya. Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI $BMRI $BBTN
1/7