📊 Rangkuman Analisa Pasar NEGO $YUPI (Agustus 2025)
1. Skala Transaksi NEGO
Transaksi NEGO tercatat 109.000 lot (≈ 10,9 juta lembar) di harga Rp 2.245 → total nilai Rp 24,47 Miliar.
Jika dibandingkan dengan volume harian di pasar reguler:
Contoh 26 Agustus → reguler hanya 419.000 lot (≈ 41,9 juta lembar) dengan value Rp 70,6 M.
Jadi, transaksi NEGO setara ±26% dari volume reguler hari itu.
Artinya: satu kali transaksi NEGO mampu menyamai seperempat aktivitas pasar reguler harian YUPI → ukuran jumbo.
2. Perpindahan Barang (Domestik → Asing)
Dari broker summary:
Asing tercatat net buy 109K lot di harga premium (Rp 2.245).
Domestik tercatat sebagai penjual (LG 44K lot + CC 65K lot).
Kesimpulan: barang keluar dari tangan domestik, masuk ke tangan asing.
Karena asing rela membayar +32% di atas harga reguler (1.690) → indikasi kuat bahwa ini strategic entry atau konsolidasi kepemilikan.
3. Dampak ke Harga Reguler
Meski ada transaksi NEGO jumbo, harga reguler tidak langsung naik.
YUPI justru sideways di 1.680–1.700 sepanjang minggu terakhir Agustus.
Ini sesuai pola klasik: fase konsolidasi → asing diam-diam serap di bawah, sebelum marking up.
4. Psikologi & Strategi Bandar
Harga NEGO premium (2.245) jadi semacam “patokan psikologis”:
Jika benar asing akumulasi, harga reguler kemungkinan besar akan diarahkan naik mendekati harga NEGO.
Potensi target awal: 2.000–2.200 (marking up).
Skenario umumnya:
Konsolidasi (harga dipaksa diam agar ritel bingung/keluar).
Marking Up (dorongan perlahan ke atas).
Goreng (sentimen/rumor keluar, harga meledak).
Distribusi (asing lepas ke ritel di pucuk).
5. Relevansi terhadap Data Historis
Di pasar reguler, volume YUPI rata-rata 500K–1 juta lot/hari.
Transaksi NEGO 109K lot = setara 10–20% dari rata-rata bulanan, tapi terjadi dalam satu kali crossing.
Ini memperlihatkan bahwa data harian di chart tidak selalu mencerminkan transfer kepemilikan besar → trader yang hanya lihat volume reguler bisa salah baca.
✅ Kesimpulan
Transaksi NEGO YUPI Agustus 2025 adalah perpindahan kepemilikan jumbo dari domestik ke asing di harga premium Rp 2.245.
Volume jumbo ini tidak terefleksi penuh di chart reguler, sehingga memberi kesan “harga tenang” padahal di belakang layar ada konsolidasi.
Pola ini biasanya jadi tanda awal bandar asing masuk:
Short term: sideways 1.650–1.750.
Mid term: potensi naik ke 2.000–2.200 (marking up).
Long term: harga bisa digoreng lebih tinggi sebelum distribusi.
📌 Jadi intinya: barang lokal sudah pindah ke asing, dengan harga premium. Ini bukan transaksi biasa → besar kemungkinan akan diikuti kenaikan harga reguler setelah fase konsolidasi selesai.