imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MSTI LK Q2 2025: Bosnya Alumni $MLPT, Pelanggan Bonafid Tapi Cashflow Masih Bleeding

Diskusi hari ini di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

PT Mastersystem Infotama Tbk adalah perusahaan teknologi informasi dan komunikasi yang telah menjadi salah satu pemain utama di industri ini sejak berdiri pada 1994. Kantor pusatnya berada di Sudirman 7.8 Tower Jakarta. Perusahaan mulai melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023 dengan melepas 470,8 juta saham di harga Rp1.355 per saham. Jumlah saham terus bertambah melalui program MESOP hingga Juni 2025 mencapai 3,14 miliar saham. Struktur kepemilikan dikuasai tiga pendiri, yakni Jupri Wijaya dan Eddy Anthony yang masing-masing menggenggam 28,75%, serta Joko Gunawan 27,48%, sementara publik memiliki 15%. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ketiga pendiri ini adalah figur sentral yang membentuk arah strategis perusahaan. Jupri Wijaya kini menjabat sebagai Presiden Komisaris sejak 2020 dan terakhir diangkat kembali pada Juli 2023. Ia lulusan Teknik Sipil Universitas Atmajaya Yogyakarta tahun 1987. Pengalaman kariernya panjang, dimulai sebagai manajer di PT Baniandoni, kemudian menjadi Account Manager di PT Multipolar Corporation, lalu Direktur Utama di PT Cliquestar, sebelum ikut mendirikan Mastersystem. Hingga 2020, Jupri aktif sebagai Direktur sebelum berpindah menjadi Presiden Komisaris. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri IT, ia dikenal menjaga arah perusahaan secara profesional.

Eddy Anthony adalah Presiden Direktur sejak awal berdirinya perusahaan pada 1994 dan hingga kini masih memimpin. Usianya 63 tahun, terakhir diangkat kembali Juli 2023. Latar belakang akademiknya terbilang lengkap, mulai dari Sarjana Hukum Universitas Katolik Parahyangan pada 1985, Sarjana Teknik Elektro ITB pada 1986, Magister Manajemen Universitas Trisakti pada 2006, hingga Doktor Ilmu Ekonomi di universitas yang sama pada 2017. Sebelum mendirikan Mastersystem, ia berkarir di PT Multipolar Corporation dengan posisi terakhir sebagai Marketing Manager. Kombinasi ilmu hukum, teknik, manajemen, dan ekonomi membuatnya menjadi figur unik di industri IT Indonesia. Ia juga salah satu pemegang saham pengendali tanpa hubungan afiliasi keluarga dengan pengurus lain. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Joko Gunawan melengkapi trio pendiri sebagai Wakil Presiden Direktur. Ia lulusan D3 Teknik Elektro Politeknik Universitas Indonesia tahun 1988. Kariernya dimulai sebagai Professional Services Manager di PT Multipolar Corporation dari 1988 hingga 1994, lalu ikut mendirikan Mastersystem dan menjabat Direktur hingga 2020 sebelum naik ke posisi Wakil Presiden Direktur. Joko adalah sosok yang lebih banyak menangani sisi teknis dan implementasi layanan. Ia terakhir diangkat kembali Juli 2023 dan sama seperti dua pendiri lainnya, tidak memiliki hubungan afiliasi keluarga dengan jajaran komisaris maupun direksi.

Bisnis utama Mastersystem adalah menyediakan solusi ICT end to end. Perusahaan ini menjadi reseller resmi berbagai nama besar global seperti Cisco, HP, VMware, Fortinet, Dell, IBM, hingga Nvidia. Model bisnisnya menggabungkan penjualan hardware, software, jasa instalasi, pemeliharaan, dan konsultasi. Dengan begitu, mereka menjadi penyedia solusi lengkap untuk kebutuhan infrastruktur IT perusahaan besar. Pada semester I 2025, Bank Mandiri $BMRI berkontribusi Rp260,9 miliar dan Telkomsel Rp217,4 miliar sebagai pelanggan utama. Dari sisi vendor, ketergantungan cukup besar terlihat pada PT ECS Indo Jaya Rp497,4 miliar dan Cisco Rp358,9 miliar.

Secara kinerja keuangan, perusahaan menunjukkan tren positif di atas kertas. Semester I 2025 mencatat penjualan Rp2,07 triliun naik dari Rp1,85 triliun tahun lalu. Laba kotor naik menjadi Rp383,9 miliar, laba usaha Rp219,2 miliar, dan laba bersih Rp196,8 miliar. Pergeseran komposisi penjualan terlihat jelas, hardware turun dari Rp1,1 triliun ke Rp963,2 miliar, tetapi software melonjak dari Rp380,4 miliar ke Rp678,8 miliar. Perubahan ini menguntungkan karena margin software dan layanan lebih tinggi dibanding perangkat keras.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx

Di sisi neraca, total aset per Juni 2025 sebesar Rp2,78 triliun turun dari Rp3,11 triliun di akhir 2024. Kas menurun drastis dari Rp1,42 triliun menjadi Rp656,6 miliar. Sementara itu, piutang dagang naik ke Rp652,1 miliar dan persediaan melonjak ke Rp834,6 miliar. Aset tetap relatif kecil senilai Rp226 miliar ditambah investasi patungan Rp1,6 miliar. Kondisi ini menunjukkan banyak dana perusahaan yang terikat di modal kerja.

Untuk kewajiban, posisi mereka cukup aman. Liabilitas total menurun dari Rp951 miliar menjadi Rp787 miliar. Utang jangka pendek senilai Rp39,6 miliar berhasil dilunasi. Rasio gearing negatif mengindikasikan kas lebih besar daripada pinjaman berbunga dengan surplus Rp588 miliar. Perusahaan juga mematuhi semua covenant bank, mulai dari DER, DSCR, hingga current ratio. Dari sisi struktur permodalan, kondisi perusahaan termasuk sangat sehat.

Meski begitu, ada masalah serius di arus kas. Semester I 2025, operating cash flow yang sebelumnya positif Rp352,3 miliar kini berbalik negatif Rp296,7 miliar. Kas berkurang Rp766,7 miliar hanya dalam enam bulan. Penyebab utamanya adalah kenaikan piutang dan persediaan, sementara utang usaha dan pajak yang harus dibayar justru menurun sehingga kas banyak terserap. Capex melonjak ke Rp63 miliar dari Rp16,7 miliar tahun lalu, dan pembayaran dividen Rp370,4 miliar semakin menguras kas.

Perusahaan juga memiliki sejumlah kontrak penting. Ada joint venture dengan PT Cipta Karya Bhakti yang habis masa kontraknya pada Maret 2025 dan sedang diperpanjang. Selain itu, Mastersystem mengantongi fasilitas kredit dari bank besar seperti BCA, OCBC NISP, Permata, Danamon, dan UOB untuk pembiayaan proyek, modal kerja, hingga transaksi valas. Dari sisi hukum, perusahaan berhasil memenangkan gugatan melawan PT Diebold Nixdorf Indonesia dengan kompensasi Rp14,9 miliar. Banding pihak lawan ditolak Mahkamah Agung sehingga menunjukkan ketangguhan manajemen di aspek legal.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Mastersystem masih termasuk perusahaan yang mampu bertahan. Profitabilitasnya kuat, bisnis modelnya jelas, pelanggan besar sudah terbukti, dan utangnya minim. Tantangan utama adalah kualitas laba yang tidak tercermin di kas. Dengan sisa kas Rp656,6 miliar, buffer masih ada, tetapi jika tren arus kas negatif berlanjut risiko likuiditas bisa meningkat.

Mastersystem tetap punya daya tarik besar karena kombinasi tiga hal utama. Pertama, model bisnisnya kokoh sebagai penyedia solusi ICT yang lengkap. Kedua, aksesnya ke vendor teknologi global memberi keunggulan kompetitif. Ketiga, kepemimpinan trio pendiri berpengalaman, yakni Jupri Wijaya, Eddy Anthony, dan Joko Gunawan, membawa fondasi manajerial dan teknis yang kuat. Jika manajemen mampu memastikan laba benar-benar mengalir menjadi kas, perusahaan ini punya prospek cerah di industri teknologi yang semakin berkembang pesat.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy