Saham HAIS, Layakkah Dikoleksi di Pertengahan Tahun 2025?

PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) merupakan salah satu emiten di sektor transportasi dan logistik yang berbasis pada jasa pelayaran sungai dan laut. Perusahaan ini menjadi bagian dari Hasnur Group, konglomerasi asal Kalimantan Selatan yang didirikan oleh almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB. Sejak IPO pada tahun 2021, HAIS menunjukkan konsistensi dalam menambah armada, memperluas kontrak pengangkutan, hingga melakukan ekspansi ke pasar ekspor batubara internasional.

Dari sisi kepemilikan, saham HAIS masih sangat kental dengan kendali keluarga pendiri. Melalui PT Nur Internasional Samudra yang menggenggam 40,82% saham, serta sederet nama keluarga seperti Hasnuryadi Sulaiman SE, Hasnuryani SE, Yuni Abdi Nur Sulaiman, hingga H. Rachmadi HAS, kontrol perusahaan tetap berada dalam lingkaran Hasnur Group. Struktur ini memberikan stabilitas karena kepentingan pengendali sangat erat dengan kesinambungan usaha, meskipun bisa menjadi tantangan dalam hal profesionalisme tata kelola jika tidak diimbangi dengan manajemen modern.

Kinerja operasional HAIS dalam beberapa tahun terakhir relatif positif. Volume pengangkutan terus meningkat, target ekspansi armada baru terus dijalankan, bahkan perusahaan mulai mengadopsi strategi hijau dengan penggunaan panel surya pada beberapa armada. Permintaan logistik, khususnya batubara dan komoditas ekspor, masih menjadi tulang punggung pendapatan. Dengan rencana penambahan armada dan fasilitas transhipment, HAIS terlihat cukup agresif menangkap peluang pasar pada tahun 2025 ini.

Namun, ada risiko yang perlu dicermati investor. Ketergantungan besar pada komoditas batubara membuat kinerja $HAIS sangat dipengaruhi harga batubara dunia dan regulasi energi global. Selain itu, tingginya biaya operasional (BBM, sewa kapal, dan perawatan) dapat menggerus margin bila tidak diimbangi kenaikan tarif angkut. Investor juga perlu memperhatikan likuiditas saham di bursa, mengingat sebagian besar saham masih terkonsentrasi di keluarga pendiri.

Secara keseluruhan, saham HAIS layak dipertimbangkan sebagai koleksi tahun 2025 bagi investor yang percaya pada prospek logistik batubara dan ekspansi bisnis maritim Indonesia. Kendali keluarga besar Hasnur Group memberikan kesinambungan arah bisnis, sementara strategi ekspansi armada dan diversifikasi jasa logistik menjadi katalis positif. Meski demikian, investor tetap harus mewaspadai faktor risiko dari volatilitas harga komoditas dan konsentrasi kepemilikan.

$PSSI $TPMA

Read more...
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy