Belajar dari Saham SRIL, Pentingnya Memahami Fundamental Perusahaan!

Kasus korupsi yang terjadi di SRIL sangat merugikan para shareholder dan stakeholder perusahaan tersebut. Dimana kasus korupsi tersebut menyeret beberapa orang yang menjadi tersangka, termasuk bos dari Sritex itu sendiri yaitu Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto.

Stakeholder atau karyawan SRIL sendiri semuanya terkena PHK bulan Maret 2025 kemarin, bahkan belum dibayar THR dan pesangonnya karena perusahaan yang pailit tersebut. Shareholder pasti juga dirugikan, karena uang investor kemungkinan besar tidak bisa kembali, karena perusahaan yang pailit dan berpotensi delisting dari Bursa.

Dimana perdagangan saham SRIL pada awalnya kena suspen dari Bursa posisi bulan Mei 2021, saat itu terkena suspen karena perusahaan tidak membayar medium term notes atau obligasi mencapai USD 25 juta. Setelah itu muncul berbagai gugatan, dan pada tahun 2025 ini SRIL dinyatakan mengalami pailit.

Uang investor yang nyangkut sebesar Rp1,19 triliun di perusahaan ini, dan berpotensi besar akan hangus karena SRIL sudah tidak punya apa-apa lagi, karena asetnya sudah masuk kurator, dan dari kurator sendiri nanti aset SRIL akan dilelang atau dijual untuk membayar kewajiban perusahaan tersebut, jika masih sisa baru dibagikan ke investor, namun potensinya tidak ada sisa.

Pada tahun 2020 sendiri sebenarnya banyak yang merekomendasikan saham SRIL ini, tapi sayangnya pada tahun 2021 terkena suspen dari Bursa tersebut. Memang bagaimana fundamental dari SRIL saat itu?

Perusahaan terkena suspen bulan Mei 2021, dan saat itu udah rilis laporan keuangan Q1 2021. Jika saat itu ada yang pegang saham SRIL dan melakukan analisis laporan keuangannya, seharusnya bisa melihat jika kondisi saat itu sangat jelek neracanya.

SRIL saat itu mempunyai kas yang mencapai USD 45 juta, kas sendiri perlu kita lihat karena menunjukkan apakah perusahaan bisa membayar hutang-hutang jangka pendeknya.

Dimana kalau kita lihat pada bagian hutang jangka pendeknya, SRIL punya hutang bank dan obligasi jangka pendek totalnya sebesar USD 1,3 miliar, dibandingkan dengan kas-nya sangat jauh sehingga ada potensi gagal bayar. Kalau dilihat dari total liabilitas janga pendek sendiri sebesar USD 1,4 miliar USD, artinya mayoritas hutang jangka pendek berasal dari hutang yang berisiko tinggi dan menimbulkan beban bunga.

Laporan arus kas operasinya juga tidak bagus, dimana mencatat negatif yang cukup besar mencapai USD 490 juta, dimana ada pembayaran kepada pemasok yang sangat besar mencapai USD 905 juta disaat penerimaan kas dari pelanggan hanya USD 472 juta.

Dari data diatas kita melihat bahwa sebelum saham SRIL kena suspen, neracanya dalam kondisi yang sangat tidak sehat, yang pastinya ada potensi gagal bayar terhadap hutang-hutangnya. Inilah pentingnya untuk melakukan analisis fundamental perusahaan!

Ada yang masih pegang saham SRIL disini?

馃憠聽Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.

Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

$SRIL $IHSG

Read more...

1/6

testestestestestes
2013-2025 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy