imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STRATEGI TRADER

Tidak hanya sepakbola ada strategi Menyerang atau Bertahan.
Di saham juga.

IHSG Bullish, hanya dalam beberapa hari dipacuh terus dan 8000 di depan mata.
Pertanyaannya Sudah Naik berapa porto kalian ?
Kalau tidak naik atau turun ketika IHSG Bullish, terutama yang bilang dirinya Trader.
Berarti ada salah strategi kalian !!

Ini dari saya yah, semoga berguna buat kalian khususnya Trader.

1. Kalau IHSG Bullish,
Kalian harus strateginya Menyerang dan seperti kutu loncat.
Kalian harus memanfaatkan kesempatan.

Pertanyaan buat trader di IHSG Bullish adalah
Mana yang lebih cepat ?
Ini berhenti dulu atau jalannya sudah lambat dan tukar apa ? yang baru dan lebih cepat saat itu jalannya.

Kalau kalian ikutin di group kemarin,
Pagi sesi 1 awal saya profit taking $BBRI, BBNI, BBTN, BBCA, AMMN, RAJA, PTRO, $CUAN.
Siang sesi 1, saya beli property tapi bukan saham konglo dan beli kembali BBTN, BBRI, BBNI saat mereka koreksi.
Sesi 2 beli $CDIA.

Kalau saya strategi menyerang itu bukan tanpa ada dasarnya jadi tidak semua saham naik itu kesempatan karena banyak juga jebakan.
Cara hindari jebakan di market bullish, kalau saya adalah jangan beli saham yang bukan hari pertama dia melaju contoh RAJA itu kemarin lusa, kalau kemarin sudah hari ke 2 itu diperhatikan untuk hold atau sell bukan baru mau beli.
Sama seperti CDIA, itu belinya kemarin. Kalau hari ini itu untuk diperhatikan untuk jual atau hold.


Keputusan saya dalam strategi menyerang di market bullish itu hanya menggunakan bantuan volume kejadian.
Sebab teknikal pasti sahamnya trend naik.
Momentumnya yah IHSG bullish.

Kesalahan biasanya orang Trader di market Bullish adalah
1. Jual saham yang lagi naik dan kecepatan tinggi dan ditukar dengan Beli saham yang belum naik atau jalannya lambat karena alasan takut.
Kalau tukar itu karena alasan ada yang lebih cepat dan baru mulai.

2. Tidak merespon peluang dan lebih memilih membuang peluang karena alasan resiko.
Mereka lebih sibuk dan fokus pada sahamnya yang floating loss dan turun.
Apalagi sahamnya ada berita buruk seperti kinerja Q2 jelek atau disangkutkan pada masalah hukum atau momentumnya masih lama.


Kalau Market IHSG Sideway atau bearish,
Yah jangan pakai strategi menyerang, beli saat sahamnya lagi naik.
Yah jangan heran besoknya turun sahamnya dan hasilnya pasti rugi.
Bukan karena kamu salah analisa, tapi karena kamu salah strategi.

Kalau IHSG tidak mendukung,
Saya trader type bertahan.
Saya beli yang ada momentumnya kedepan meskipun jauh,
Saya beli lebih suka saat koreksi normal tapi teknikal masih trend naik dan ada momentumnya,
Saya beli saat koreksi di sidewaysnya dan jual saat di resistance dan memilih saham yang ada momentum kedepan.
Saya tidak akan berharap dalam 1 hari masuk keluar, tapi saya siap simpan beberapa hari bahkan seminggu.
Bahkan saya tidak trading harian, tapi saya trading by momentum, beli dan simpan bisa sampai bulan menunggu momentum itu tiba.


Perubahaan Strategi ini yang kebanyakan TRADER GAGAL MELAKUKANNYA,

Akibatnya mereka untung di Market bullish dan saat perpindahan, mereka langsung rugi dan habis untungnya.

Demikian juga,
Mereka tetap mode bertahan di market bullish. akibatnya mereka menunggu koreksi baru berani beli tapi sahamnya naik terus tidak koreksi - koreksi, akhirnya yah begitu akhirnya mereka beli saham yang tidak naik atau jalannya lambat dan mereka menghilangkan kesempatan yang datang.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy