Coba head to head top 3 sektor tambang khususnya nikel, setidaknya yg "rame"di stream akun pribadi: $NCKL $DKFT $NICL Data 12 Agustus 2025 sumber website Stockbit.
DYOR
BUKAN AJAKAN BELI JUAL SAHAM
Ketiganya beroperasi di sektor pertambangan, khususnya terkait nikel, dan data ini membandingkan metrik mereka dengan rata-rata industri dan sektor.
π’ Valuasi (Valuation)
Valuasi menilai apakah saham undervalued atau overvalued dibandingkan industri (rata-rata PE 12.49, PB 2.37).
1. DKFT
- PE Ratio (TTM) 8.80 (lebih rendah dari industri 13.56).
- PBV 4.21 (lebih tinggi dari 2.37).
- EV/EBITDA 3.60 (rendah, menarik).
- Market Cap 4,682B, Enterprise Value 3,775B.
Terlihat earnings undervalued, tapi agak mahal berdasarkan book value. Cocok untuk investor value yang fokus pada pertumbuhan.
2. NCKL
- PE Ratio (TTM) 7.89 (paling rendah, undervalued)
- PBV 1.85 (lebih murah dari industri)
- EV/EBITDA 7.00.
- Market Cap 62,675B (terbesar), Enterprise Value 62,928B.
Saham ini tampak paling menarik dari sisi valuasi, dengan potensi upside tinggi jika nikel rebound.
3. NICL
- PE Ratio (TTM) 17.75 (lebih tinggi dari industri, overvalued).
- PBV 11.29 (sangat mahal).
- EV/EBITDA 13.00.
- Market Cap 10,688B. Valuasi tinggi ini mungkin mencerminkan ekspektasi pertumbuhan tinggi, tapi berisiko jika tidak terpenuhi.
Kesimpulan valuasi: NCKL paling undervalued, diikuti DKFT. NICL paling mahal, mungkin karena premium pada profitabilitasnya.
π Profitabilitas (Profitability)
Mengukur kemampuan menghasilkan laba (rata-rata industri Net Margin 5.73%).
1. DKFT
- Gross Margin 52.05% (tinggi).
- Operating Margin 30.98%.
- Net Margin 32.32% (jauh di atas industri). Menunjukkan efisiensi operasional kuat, mungkin dari kontrol biaya yang baik.
2. NCKL
- Gross Margin 20.49% (dekat industri 21.34%).
- Operating Margin 27.10%.
- Net Margin 35.09% (tertinggi). Fokus pada net profit tinggi, meski gross margin biasa saja.
3. NICL
- Gross Margin 45.18% (tinggi).
- Operating Margin 40.34%.
- Net Margin 32.12%. Profitabilitas solid, tapi sedikit di bawah NCKL pada net margin.
Kesimpulan: Ketiganya jauh lebih profitable drpd rata-rata sektor (5.73%). NCKL unggul di net margin, menandakan manajemen pajak/efisiensi yang baik.
π Efektivitas Manajemen (Management Effectiveness)
Melihat pengembalian aset dan modal (rata-rata ROE industri 7.31%).
1. DKFT
- ROA 17.32%
- ROE 47.32%.
- ROIC 26.52%
Sangat efisien, dengan Days Sales Outstanding 17.43 (cepat tagih piutang). Cash Conversion Cycle 57.89 hari.
2. NCKL
- ROA 13.56%
- ROE 23.41%
- ROIC 14.27%.
Days Inventory 0.51 (rendah, likuiditas baik), Cash Conversion Cycle 88.11 (agak panjang, tapi manageable).
3. NICL
- ROA 54.74% (tertinggi)
- ROE 63.60%
- ROIC 59.32%
Days Payables 5.02 (bayar cepat), Cash Conversion Cycle 17.66 (paling efisien).
Kesimpulan: NICL paling efektif dalam memanfaatkan aset/ekuitas, diikuti DKFT. NCKL lebih moderat tapi stabil.
π±. Solvabilitas (Solvency)
Kemampuan bayar utang (rata-rata Current Ratio industri 1.82, Debt/Equity 0.26).
1. DKFT: Current Ratio 1.58 (sedikit di bawah industri), Debt/Equity 0.44, Altman Z-Score 3.06 (aman dari kebangkrutan). Interest Coverage 31.04 (kuat).
2. NCKL: Current Ratio 1.54, Debt/Equity 0.32, Altman Z-Score 3.64. Free Cash Flow 1,751B (tinggi).
3. NICL: Current Ratio 6.53 (sangat likuid), Debt/Equity 0 (tanpa utang jangka panjang), Altman Z-Score 48.70 (ekstrem aman).
Kesimpulan: NICL paling solvabel (likuiditas tinggi, minim utang), sedangkan DKFT dan NCKL punya leverage moderat tapi masih sehat.
π΅ Neraca (Balance Sheet)
1. DKFT
- Book Value/Share 199.97
- Total Assets 2,946B
- Liabilities 1,843B
- Cash 274B, Debt rendah.
2. NCKL
- Book Value/Share 518.27
- Total Assets 50,657B (terbesar)
- Liabilities 16,952B
- Cash 4,314B kuat.
3. NICL
- Book Value/Share 89.01
- Total Assets 1,100B
- Liabilities 151B (rendah). Tangible Book Value tinggi.
Perbandingan: NCKL punya skala terbesar, NICL paling ramping.
π Laporan Laba Rugi dan Arus Kas (Income & Cash Flow Statement)
1. DKFT
- EPS (TTM) 93.12
- Revenue Growth (QoQ) 48.45%
- Net Income 525B
- Cash from Ops 965B
- Free Cash Flow 770B (positif).
2. NCKL
- EPS 121.64 (tertinggi)
- Revenue Growth 2.92%
- Net Income 7,475B
- Cash from Ops 6,034B
- Free Cash Flow 4,576B (sangat kuat).
3.NICL
- EPS 56.61
- Revenue Growth 68.55% (tercepat)
- Net Income 602B
- Cash from Ops 888B
- Free Cash Flow 863B
Kesimpulan: NCKL unggul di EPS dan cash flow, NICL di pertumbuhan revenue, DKFT seimbang dengan growth tinggi.
βΎοΈ Kesimpulan secara umum
DKFT: Kuat di profitabilitas dan efisiensi, dengan valuasi menarik. Cocok untuk investor growth-oriented, tapi perhatikan debt moderat. Potensi baik jika harga nikel naik.
NCKL: Paling seimbang, undervalued, cash flow kuat, dan skala besar. Rekomendasi terkuat untuk portofolio jangka panjang, sebagai leader di sektor nikel.
NICL: Pertumbuhan tinggi dan solvabilitas prima, tapi valuasi mahal. Cocok untuk investor agresif yang percaya pada ekspansi, tapi risikonya overvaluation jika growth melambat.
Secara keseluruhan, ketiga saham outperform industri di profitabilitas dan returns, mencerminkan prospek sektor nikel Indonesia. Namun, NCKL tampak paling atraktif saat ini. Saran: Pantau harga komoditas global dan laporan keuangan terbaru untuk update. Jika perlu data real-time, gunakan sumber seperti IDX atau platform investasi.
DYOR
BUKAN AJAKAN BELI JUAL SAHAM