bahas financial freedom, ahh moment ...
*penjelasan dalam bahasa bayi*
diketahui:
Budi dari keluarga tajir melintir
Yanto dari keluarga sederhana
Supri dari keluarga miskin
timeline:
POV semasa kecil
Budi
sekolah di tempat elit, setiap hari makan di restoran, minta ini minta itu selalu dibeliin, sebulan sekali liburan ke luar negeri, dompet orang tuanya terasa gak habis-habis.
Yanto
sekolah di tempat favorit, setiap hari makan masakan warung, minta ini minta itu harus pinter dulu baru dibeliin, liburan ke Bali setahun sekali, dompet orang tuanya terasa pas-pasan.
Supri
sekolah di tempat kurang favorit, setiap hari puasa, minta ini minta itu selalu ditolak dan hanya terucap janji manis, liburan hanya mimpi indah saat tidur, dompet orang tuanya kering bak kusut.
POV semasa remaja
Budi
jajan dan jalan-jalan gak perlu ambil pusing, tinggal ambil dari rekening, cari kerja tinggal bilang dan duduk jabatan, harta pribadi 10T 30% dari usaha sendiri 70% dari warisan orang tua. tidak perlu repot menabung karena uang terus mengalir dari aset tetap dan aset berjangka, hidup terasa ringan tanpa beban finansial.
Yanto
jajan dan jalan-jalan mesti hitung uang bulanan terlebih dahulu, cari kerja sulit kalau tidak ada kenalan dan mulai dari jabatan bawah, harta pribadi 100jt 70% dari usaha sendiri 30% dari warisan orang tua. menabung adalah hal yang sering dilakukan oleh Yanto, menyisihkan uang demi masa depan yang lebih baik, hidup terasa bahagia meskipun ada beberapa hal yang perlu ditata lagi.
Supri
jajan dan jalan-jalan wajib nabung dulu, cari kerja super sulit karena keterbatasan dan dimulai menjadi kuli / pekerja borongan, harta pribadi 1jt 100% dari usaha sendiri. menabung adalah hal yang sangat wajib bagi Supri, demi kelangsungan hidup dan masa depan yang aman dari kelaparan, hidup terasa berat dan terkadang ingin menyerah.
POV dewasa
Budi
kehidupan setelah menikah bersama istri sangat bahagia, tidak terasa berat sedikitpun, harta pribadi terus bertambah, aset telah berkembang. anak mereka mengalami siklus yang sama setelahnya.
Yanto
kehidupan setelah menikah bersama istri terasa biasa saja, beban hidup dan biaya tambahan kadang membuat stress, harta pribadi dari tabungan kadang terpakai, tetapi Yanto selalu menambahkan aset pribadi sebagai harta tambahan, keluarga mereka tetap mengembangkan aset yang tersisa untuk masa depan yang lebih baik. anak mereka mengalami siklus yang agak berbeda, dimana aset Yanto sudah berkembang lebih baik dari sebelumnya.
Supri
sebelumnya sulit untuk mencari pasangan, beban hidup dan biaya tambahan untuk kehidupan berumah tangga begitu berat. akan tetapi Supri tidak mau menyerah, dirinya konsisten menabung agar kehidupan impiannya tercapai. setelah menikah, beban finansial bertambah berat, keluarga mereka dipaksa untuk tidak terlalu konsumtif agar bisa menabung dan mendapatkan aset kecil-kecilan. anak mereka mengalami siklus yang sedikit berbeda, dimana tabungan dan aset kecil Supri nantinya membantu disaat anak mereka membutuhkan dana tambahan.
POV prequel
ayah Budi
ayah Budi dulunya dari keluarga sederhana, namun karena ayah Budi rajin menabung, rajin investasi, juga bantuan aset dari orang tua, ayah Budi berhasil mengembangkan aset dan hartanya menjadi berkali-kali lipat.
ayah Yanto
ayah Yanto dulunya dari keluarga miskin, namun karena ayah Yanto rajin menabung, rajin investasi, juga bantuan aset kecil kecilan dari orang tua, ayah Yanto berhasil mengembangkan aset dan hartanya meskipun tidak seberapa.
ayah Supri
ayah Supri adalah seorang pemalas dan tidak suka menabung, tidak suka investasi, suka main judol, padahal orang tua ayah Supri adalah orang kaya dengan aset dan harta yang berlimpah. alhasil harta warisan dari orang tua ayah Supri habis tak tersisa dan Supri jatuh miskin.
*kesimpulan bisa dibuat sendiri*
Yapp maaf yaa kalau kepanjangan atau ada bagian yang tidak terlalu ngeh untuk difahami 馃槄 intinya ada di situ, ruh dari penjelasan yang saya haturkan ada di setiap paragraf, sambung menyambung menjadi satu bagian yang bisa anda simpulkan sendiri. ciaww
$IHSG $CDIA $COIN
komen yukk, positif maupun negatif saya tampung.