imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Rangkuman Site Visit TINS
=========================

NB: Buat yang mau skip bagian detail perjalanan langsung ke bagian pembahasan ya.

Minggu ini saya dan beberapa teman stockbitor lain mendapatkan kesempatan untuk site visit ke PT Timah Tbk di pulau Bangka. Ketika post di IG https://cutt.ly/trS6826w saya lagi site visit ke Bangka ada pertanyaan bagaimana saya bisa mendapatkan kesempatan site visit dari @Stockbit. Mungkin kisahnya dimulai dari ketika saya lagi perawatan gigi, seorang teman menelpon buruan tuh daftar site visit $TINS. Saya mendaftar tanpa berharap, karena saya yakin pasti banyak juga nasabah prioritas yang mendaftar acara site visit ini.

Singkat cerita akhirnya dapat dan saya mengatur tiket untuk penerbangan ke Bangka. Agar lebih mudah kami yang dari Jakarta kalau bisa menggunakan satu penerbangan yang sama. Di bandara para peserta bertemu, banyak muka lama yang sudah saya kenal. Beberapa diantaranya memang teman-teman nongkrong yang selalu buat suara ribut di berbagai kafe yang kami datangi. hahahaha... Beberapa lagi adalah wajah baru yang saya baru kenal. Maklum saya rasanya sudah vakum lama ya baik di forum stockbit ataupun acara-acara stockbit. Ini saja pas nulis lagi masih coba inget2 gimana cara tag saham ama orang. hahaha....

Sesampainya di Bangka, kami dijemput oleh tim IR dari TINS yaitu mas Dian, mas Rizky dan mbak Rielisa. Mereka menyediakan 4 mobil Innova untuk kami para peserta. Terkait mobil innova ini ada hal unik, ketika saya melihat salah satu mobil bermerk Calya tapi body Innova. Driver dari mobil yang saya tumpangi yaitu pak Yul bilang itu mobil custom yang dipesan oleh TINS. Jadi spek innova diesel. hahaha...

Kita diajak untuk makan di Papajack dan disana ada gallery Timah yang kita bisa lihat berbagai souvenir khas Bangka sembari kami menunggu satu stockbitor lagi yaitu Ferdy yang sudah ada di Bangka terlebih dahulu karena dia memiliki keluarga di Bangka. Setelah personil semua sudah lengkap dan selesai santap makan siang maka kami mulai perjalanan.

Kami sampai di kantor cabang dekat tambang barat Jangkang. Kami disambut oleh
- Pak Ferryandi selaku kepala bidang pengawasan tambang darat.
- Pak Gilang selaku kepala bidang perencanaan produksi.
- Pak Rendra selaku kepala pengawasan tambang laut.
- Pak Arderi selaku kepala perawatan.

Mereka menjelaskan proses bisnis di PT TImah dan dengan sabar menjawab semua pertanyaan dari investor yang tidak ada habisnya. Detailnya saya coba rangkum jadi tulisan saja dibawah biar lebih enak flownya.

Selesai sesi tanya jawab, kami diajak ke kebun belakang dari kantor tersebut dan diajak panen raya untuk menotong sayur panen. Kami bergantian memotong hasil panen pak choy dan bayam. Terlihat dari sana siapa yang terbiasa pakai pisau dan siapa yang tidak terbiasa sehingga yang dipotong batang sayur sampai ibu petani tidak bisa menahan tawa. hahahaha....

Setelah itu hari pertama kali lanjut ke tambang darat dan melihat hasil reklamasi tambang darat yang berhasil menjadi taman yang sangat indah. Kami disajikan pempek tekwan dan otak-otak khas bangka dengan kopi susu khas bangka yang enak sambil dijelaskan proses reklamasi yang TINS lakukan baik untuk reklamasi tambang darat dan tambang laut.

Setelahnya kami diajak untuk melihat-lihat sekitar, ada 2 motor ATV. Membuat saya, Marlon dan Hendra bermain. (NB: Gw ga tahu id stockbit mereka apa). Tidak mudah ternyata mengendalikan motor tersebut, sekiranya bagi saya.

Dari sana kami diajak kembali ke kota dan makan malam, Disana kami diajak berdiskusi dengan pak Rendy selaku Head of Corporate Secretary kalau saya tidak salah ingat. Salah satu informasi yang bermanfaat dari beliau adalah terkait kondisi politik myanmar yang menjadi perhatian saya karena ini menjadi alasan dibalik kenaikan harga timah kemarin. Kita juga ada ngobrol-ngobrol terkait rare earth yang sayangnya belum jelas bagaimana kebijakan kedepannya.

Setelah dari sana kami diantar ke Hotel dan hotel yang diberikan pada kami diatas ekspektasi. Ketika site visit ke tambang, sebenarnya kami sudah ekspektasi akan diberikan kamar mess ataupun guest house perusahaan. Mendapatkan hotel yang nyaman tentu diatas ekspektasi kami.

Hari kedua kita pergi ke site peleburan mentok. Perjalanan cukup jauh rasanya hampir 3 jam. Disana kita diajak keliling untuk melihat proses peleburan dan pemurnian. Pertanyaan terkait cost production, dan misi rahasia kami untuk menghitung potensi stock by product mineral yang bisa menjadi rare earth di PT Timah coba kami lakukan. Nanti kalian baca di bagian pembahasan untuk info lebih lanjutnya.

Setelah selesai dari acara site, kemballi pulang ke kota dan diajak makan seafood Adox yang terkenal akan kepiting asapnya di Bangka. Tantangan terbesar dari site visit ini selain fisik karena banyaknya perjalanan adalah kadar kolesterol karena seafood, seafood, seafood enak menanti untuk dilahap setiap harinya.

Hari kedua karena sudah lebih ada energi maka menjadi malam keakraban dari para stockbitor dengan bermain kartu bersama yang dilanjutkan juga di malam hari ketiga dimana martabak bangka Acao menjadi cemilan kami. Setelah badan recover rasanya para peserta harus segera kembali ke Gym setelah pulang dari Bangka ini. wkwkwkwkkw....

Hari ketiga kami pergi ke tambang laut. Naik kapal ke tengah laut lalu kita naik ke kapal hisap milik TINS dan dijelaskan proses penambangan laut dengan detail. (saya rangkumkan dibawah). Selesai dari sana kami diajak ke pantai. Para Staff TINS sudah menyiapkan hidangan SEAFOOD yang dimasak langsung disana. Dibakar dengan kayu bakar dan untuk goreng menggunakan api dari serabut kelapa alami. Selesai santap makan siang kami disuruh pilih aktifitas apakah mau diving, snorkling atau memancing. Disini kita melihat dedikasi 2 staff Stockbit. Hendriko sang analyst yang tentu harus sibuk memberikan update rilis LK buat sektor yang doi cover harus mengerjakan kerjaan dengan laptopnya ketika orang lain lagi pada bersenang-senang di pantai. Bintang sang tim fotografer terserang Heatstroke di lapangan tapi tetap melakukan tugasnya untuk dokumentasi kegiatan-kegiatan disana. Sayangnya saya gak tahu id stockbit mereka jadi ga tau bisa tag.

Selesai dari sana kita pulang dan diajak ke kampung penduduk asli Bangka. Kami banyak bertanya tentang Jamur Pelawan yang kita dengar kisahnya cukup unik dimana muncul ketika Petir muncul dan harus langsung diambil. Apakah mungkin Gundala si anak petir makannya nih jamur ya. kwkwkwkwkw.... Pulangnya kita diajak makan di kedai kopi bernama Paws di Sungai Liat yang saya rasa makanan mereka enak. Setelah itu kami pulang ke hotel dan malam keakraban dimana singa tua perlu memberi paham mentality para singa tua kepada para singa muda setelah pada malam hari kedua singa tua nya cuma terlihat kaya kucing imut setelah kalah telak. Malam terakhir yang sangat seru. wkwkwkkwk...

Pagi hari kami diajak sarapan di kopitiam khas Bangka bernama Tungtau. Lalu diajak ke museum PT Timah dimana kita bisa melihat sejarah PT Timah secara detail. Dari sana kita diajak ke head office PT Timah. Kami diberikan bingkisan oleh-oleh dari mereka dan diajak berfoto bersama. Setelahnya kembali ke hotel untuk packing dan pulang/melanjutkan agenda masing-masing.

So far saya merasa tim TINS sangat all out untuk memberikan pelayanan yang sangat ramah dan baik bagi para peserta site visit kali ini. Rasanya semua pertanyaan juga dijawab dengan baik oleh mereka. Teman-teman stockbitor juga rasanya sudah mature memberikan pertanyaan. Tidak ada pertanyaan yang meminta insider information seperti gimana EPS Q2 dll. Semua sangat lapar akan pertanyaan untuk memahami proses bisnis TINS dan faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan. Hal ini membuat diskusi menjadi menarik karena sesi tanya jawabnya menjadi berbobot.

Mereka menjelaskan belum lama ini ada dari site visit dari para analyst. Saya bertanya iseng, pertanyaan-pertanyaan lebih susah mana dari analyst atau dari investor kaya kami? Pertanyaan dari investor jauh lebih berat dan jauh lebih detail pak, jawab mereka.

Saya menjawab tentu saja pak, karena ini menyangkut uang kami sendiri tentu kami akan bertanya sedetail mungkin karena ini kaitannya ama uang kami sendiri.wkwkwkwkwkwkw...

Terima kasih untuk stockbit dan TINS yang sudah fasilitasi site visit yang sangat menyenangkan ini. Selalu menjadi pro dan kontra apakah suatu saham menjadi peluang investasi menarik atau tidak saat ini. Tapi bagi saya terlepas minat atau tidak minat terhadap suatu perusahaan, selalu ada hal yang perlu dipelajari dan yang terpenting kita bisa belajar apa faktor yang nantinya membuat emiten tersebut menjadi menarik. Jika tidak menarik sekarang bisa menjadi menarik untuk kedepan hari, begitu juga sebaliknya.

Site visit ini tentu menjadi kesempatan berharga untuk investor bisa memahami perusahaan dengan lebih baik dan memahami faktor penting apa saja yang perlu diperhatikan dari sektor/perusahaan tersebut.

==============================================================================================
PEMBAHASAN
==============================================================================================

Proses penambangan timah terbagi menjadi 2 jenis wilayah, yaitu penambangan di darat dan di laut. TINS sendiri memiliki 4 area wilayah besar:
• Pulau Karium : IUP Laut
• Pulau Kundur : IUP Laut
• Pulau Bangka : IUP Darat & IUP Laut
• Pulau Belitung : IUP Darat & IUP Laut
Luas untuk IUP Darat sekitar 288 ribu ha dan luas IUP Lut sekitar 184 ribu ha yang berarti total sekitar 472 ribu hektar.
Proses pengolahan timah sendiri kurang lebih prosesnya adalah sebagai berikut:

1. Proses Eksplorasi
Proses eksplorasi adalah suatu proses untuk menemukan potensi timah yang bisa mereka tambang. Untuk eksplorasi darat ini dilakukan anggaplah oleh orang yang ahli dalam ilmu Geologi. Ketika orang tersebut menemukan batu yang terindikasi ada timah dan dari bidang keilmuan mereka baik dari sejarah dan lain-lain akan menjadi dasar bagi mereka untuk menelusuri wilayah yang dirasa ada kandungan timah tersebut. Ketika mereka jelaskan teknis kepada kami, rasanya otak saya tidak bisa mencerna berbagai istilah teknis geologi tersebut. Jadi anggaplah atas dasar keilmuan para ahli ini diadakan penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian dalam proses eksplorasi ini akan dilaporkan dan jika dirasa menarik maka akan diproses lebih lanjut untuk penambangan.

Terkait eksplorasi laut kurang lebihnya ada kapal eksplorasi yang mengecek keadaan tanah didasar laut dan melakukan pengecekan mana saja yang mengandung cadangan timah atau tidak. Ketika di site penambangan laut, kami disajikan semacam map dimana dalam map tersebut diberitahukan informasi mana saja wilayah-wilayah yang mengandung cadangan timah untuk mereka eksplorasi.

2. Proses Penambangan
Setelah proses eksplorasi selesai dan disetujui untuk proses penambangan baik terkait segala perijinannya. Saya akan jelaskan terlebih dahulu untuk proes penambangan darat.
• Alat berat akan digunakan untu coal getting (penambangan lapisan atas tambang). Proses penambangan lapisan atas tambang ini bervariasi, biasanya sekitar mulai kedalaman 2 kilometer sampai belasan kilometer baru mulai menemukan kandungan timah.
• Area tambang yang diolah bisa bervariasi, bisa yang sepenuhnya milik PT Timah, bisa juga milik rakyat akan tetapi perijinan (IUP) milik PT Timah. Ketika kami tanya, kenapa kalau tanah tersebut milik rakyat tidak diolah sendiri oleh mereka? Karena untuk penambangan butuh perijinan (IUP). Untuk mendapatkan perijinan butuh bayar didepan, terlepas nanti berhasil atau tidak berhasil mereka mendapatkan timah dari penambangan tersebut. Jadi ibaratnya belum tentu rakyat berani mengambil risiko. Sehingga akhirnya PT Timah bisa membuat IUP di tambang milik rakyat.
• Dalam diskusi di kantor cabang PT Timah, saya sebenarnya agak bingung ketika seorang teman menjelaskan kepada saya PT Timah sudah tidak ada penambangan barat, semuanya sekarang di penambangan laut. Tapi ketika dijelaskan kok wilayah penambangan darat lebih luas. Ketika kita ngobrol, entah informasi yang menjawab tepat sepenuhnya atau tidak tapi memang dijelaskan hampir semua IUP penambangan darat PT Timah bukan di tanah milik sendiri. Salah satu tambang yang kami datangi itu di penambangan darat yang bernama Tambang jangkang, sebuah tambang darat yang relatif tidak besar.
• Tapi apakah ada penambangan di tanah milik rakyat dan dilakukan oleh rakyat itu sendiri? Ya ada, ini yang disebut sebagai tambang rakyat. Dahulu Timah harus diolah oleh negara, tapi sejak tahun 2001 Timah tidak lagi dianggap sebagai mineral strategis.
• Tambang rakyat nantinya akan menjual hasil timah ke PT Timah. Mereka menjelaskan ini bukan proses jual beli tapi lebih tepat disebut dengan istilah kompensasi. Jadi badan usaha tambang rakyat harus terdaftar dalam kerjasama dengan PT Timah. Pemilik IUP akan kasih ijin kegiatan. Mitra akan melakukan proses penambangan. Lalu hasil tambang akan dikumpulkan di stasiun pos pengumpul. Nanti hasil penambangan akan dinilai kadarnya. Setiap kadar ada dasar harganya. Nanti hasil penilaian kadar disepakati dimana kalau saya tidak salah ingat ada diawasi oleh pengawas tambang dan dijaga juga oleh angkatan bersenjata. Setelah disepakati maka akan dilakukan pembayaran.
• Proses penambangan relatif sangat sederhana, rasanya kita tidak melihat teknologi penambangan canggih. Jadi setelah dilakukan coal getting, Setelah sampai kedalaman tertentu dilakukan penyemprotan air untuk melakukan pemecahan batu-batuan tanah tersebut. Selanjutnya tanah yang sudah disemprot tersebut diarahkan ke bak penampungan (camuy).
• Karena hasil penyemprotan maka wajar donk tanah itu basah, tanah yang sudah menjadi lumpur tersebut dihisap dengan pompa tanah dan dialirkan kedalam tempat pencucian (sakan). Setelah itu jadilah lumpur yang terdapat kandungan timah, hasilnya masih berwarna hitam dan kita hanya bisa melihat sedikit terlihat bersinar-sinar dari kandungan timah didalamnya.
Sekarang untuk proses penambangan laut:
• Setelah dilakukan eksplorasi maka kita akan mengetahui titik wilayah mana saja yang akan bisa dilakukan penambangan laut. Setiap area yang berbeda memiliki spesifikasi jenis kapal berbeda. Ada yang menggunakan kapal keruk, ada juga yang menggunakan alat penghancur (KIP), ada yang menggunakan alat bor (BHM) ataupun kapal hisap (PIP). Jadi ibaratnya kalau tanahnya keras maka perlu dibor terlebih dahulu, tapi kalau area tanah hanya berupa lumpur yang tinggal diambil maka bisa pakai kapal hisap. Kurang lebih itu gambaran mudahnya.
• Yang kami datangi masih menggunakan kapal hisap yang relatif tradisional. Jadi bayangkan kapal tersebut ada dua sisi yaitu sisi bagian depan dan sisi bagian belakang. Sisi bagian depan untuk menghisap kandungan timah dibawah laut tersebut. Setelah dihisap anggaplah lumpur timah tersebut ada dihisap ke lantai dua dari kapal tersebut. Setelah tersebut lumpur tersebut akan "disaring" berdasarkan berat jenis dari mineral tersebut. Disinilah proses untuk pemisahan mana mineral yang ada kandungan timah dan yang tidak ada kandungan timah.
• Timah berat bersih 7 dan mineral lain memiliki berat jenis lebih ringan misalkan 6, 3 ataupun 2. Untuk pemisahan menggunakan bantuan air.
• Yang tidak ada kandungan timah akan diturunkan ke lantai satu dari kapal tersebut lalu dialirkan ke bagian sisi kapal untuk dikembalikan ke laut kembali (proses backfilling).
Lalu akan muncul mana yang lebih efektif secara biaya, apakah penambangan laut atau darat? Dari hasil obrolan dengan PT Timah dikatakan kurang lebih untuk penambangan laut ongkos sekitar 18ribu usd / ton dan darat sekitar 250 juta rupiah / ton ini jika diambil dari mitra tambang rakyat. Untuk penambangan darat bisa dibilang PT Timah mengambil semuanya dari mitra.
Ketika kita tanya BEP itu harga jual Timah berapa? Mereka menjelaskan bahwa jika harga Timah masih >27 ribu usd harusnya masih baik untuk bisnis mereka. Kurang lebih mereka menganggap batas aman BEP masih di 25ribu usd. kalau kita lihat di https://cutt.ly/0rS680Fs kurang lebih harga Timah dunia masih di kisaran 32.700 usd. Itulah kenapa TINS masih bisa mendapatkan keuntungan.
Seperti halnya game cyclical lain, maka selain menghitung potensi bisnis dari harga komoditas dan cash cost yang dikeluarkan oleh perusahaan, kita juga ingin melihat apakah ada story murahnya nilai aset PT Timah. Siapa tahu kalau saking murahnya bisa saja ada potensi diakuisisi pihak lain dan story asset play bisa bermain disini.
• Reserves proven tambang laut : 193.233 ton
• Reserves proven tambang darat : 14.246 ton
• Cadangan primer : 105.215 ton
• Sehingga totalnya 316.694 ton
• Kalau di coal misalkan harga reserves coal ketika ktia belajar di studi kasus SMMT dulu GEMS dihargai cadangan reseves 1.37 usd per ton dan rasanya SMMT berakhir juga tidak jauh dari sana ketika harga coal masih diatas 150 usd kala itu. Jadi ibaratnya harga reserves dihargai 1% dari harga spot. Anggaplah harga spot 30.000 usd /ton maka harga reserves senilai 1% diharga 300 usd / ton. Total reserves 316.694 ton dikalikan 300 ton/usd = 95.008.200 usd atau jika kita kalikan dengan 16.200 menjadi sekitar 1.5T. Saya tidak melihat ada story asset play dari cadangan reserves yang biasa digunakan para investor cyclical. Andaikata adapun, akhirnya saya juga menyimpulkan story asset play dari cadangan reserves tidak bisa digunakan di TINS. Ketika saya tanyakan, apakah ada historikal TINS menjual tambang miliknya? Mereka menjawab, kalau dijual kita masuk penjara pak kan gak boleh. Benar juga ya. hahaha.. Jadi saya rasa memang story menghitung valuasi dari cadangan reserves harus dilupakan.

3. Proses Penerimaan hasil penambangan
Kami berangkat ke site peleburan Mentok. Setelah penjelasan prosesnya, kami melakukan site visit untuk melihat prosesnya di lapangan.
Hasil penambangan akan dikirim ke site peleburan. Diletakkan di area storage di bagian floor anda akan melihat gundukan timah yang akan diolah.
Bahan baku timah yang akan diolah tersebut akan dimasukkan kedalam conveyor belt untuk nanti masuk ke proses produksi berikutnya yaitu proses peleburan.

4. Proses peleburan
Inti dari proses pembuatan timah adalah menghilangkan kandungan air didalamnya. Sehingga ada proses pemanasan. Untuk proses ini sendiri TINS memiliki dua mesin. Mesin yang model lama yang masih menggunakan proses pembakaran dimana menggunakan diesel dan ada proses Ausmelt yang sudah menggunakan listrik.

Mereka claim penggunaan teknologi Ausmelt yang menggunakan listrik dari PLN membuat penghematan dari sebelumnya 2500 rupiah per kwh menjadi 1400-1600 per kwh.
Jadi bayangkan di Site peleburan Mentok ini akan ada 2 mesin yaitu mesin kuno dan mesin ausmelt yang lebih modern. Sempat ada pertanyaan apakah ada rencana jual mesin kuno? Pasti yang bertanya berpikir kira-kira kapan TINS ada pendapatan lain-lain. Sayangnya hal ini tidak bisa diharapkan untuk terjadi karena walaupun mesin kuno tersebut tidak lebih efisien tapi tetap dibutuhkan. karena Ausmelt itu prosesnya adalah timah ditaro di lempengan mata api. Lempengan mata api ini ibarat batu besar yang tahan panas sebagai wadah untuk bahan baku timah yang akan diproses. Karena melalui pembakaran terus menerus walaupun tahan panas tapi kan akan rusak juga. Jadi anggaplah jalur belt panjang dari mata api ini perlu diganti secara berkala. Pergantian umumnya terjadi setiap 10.5 bulan. Dan sayangnya pergantian itu lagi dilakukan sehingga kita tidak bisa melihat bagaimana mesin canggih itu beraksi.
Kapasitas produksi mereka maksimum dikatakan 40 ribu ton perbulan. Sehingga maksimal harusnya sekitar 48ribu ton pertahun. Ini hanya di site peleburan mentok. Seingat saya ada beberapa site lain, tapi paling besar adalah site mentok ini.

Prosesnya kurang lebih adalah pemanasan sehingga menjadi lembaran timah setelah suhu mendingin. Gambaran gampangnya, kalau kalian pernah lihat kulit babi guling di masakan Bali. Mirip seperti itu tapi berwarna silver dan tidak rapih mirip hasil solderan.
Dalam proses peleburan ini tercipta barang by product berbentuk mineral lain. Ini yang rasanya paling menarik minat investor yang datang karena mineral lain ini adalah komponen rare earth yang lagi dicari oleh mata dunia.

Tercatat 17 kandungan Rare Earth yaitu lanthanum (La), cerium (Ce), praseodymium (Pr), neodymium (Nd), promethium (Pm), samarium (Sm), europium (Eu), gadolinium (Gd), terbium (Tb), dysprosium (Dy), holmium (Ho), erbium (Er), thulium (Tm), ytterbium (Yb), and lutetium (Lu) termasuk Scandium (Sc) dan Y (Yttrium).
Ketika obrolan tengah malam, saya cukup yakin mereka bilang kandungan by product mereka menghasilkan Y (Yttrium) tapi ketika ke lapangan kami hanya menemukan 3 mineral lain di lokasi penyimpanan, yaitu:
• Ilmenite sebesar 6.200 ton --> yang saya coba googling ini bukan termasuk rare earth
• Monazite sebesar 1.400 ton --> rasanya ini yang mengandung rare earth karena hasil google mengatakan bahwa monazite ini mengandung cerium (Ce), lanthanum (La), neodymium (Nd) dan Y (Yttrium).
• Zircon sebesar 857 ton --> yang saya coba googling ini bukan termasuk rare earth
Jadi Monazite sebesar 1.400 ton ini yang karena by product maka tercatat sebagai cost nol rupiah menjadi suatu aset hidden gem yang dilirik oleh orang-orang yang mencium bau uang di TINS. Tapi saya pribadi tidak tahu dari Monazite sebesar 1.400 ton ini bisa menghasilkan berapa banyak cerium (Ce), lanthanum (La), neodymium (Nd) dan Y (Yttrium). Harga jualnya pun juga tidak tahu karena pemerintah kita belum ada mengeluarkan kebijakan untuk menjual rare earth. Tapi jika kebijakan tersebut keluar maka TINS memiliki mineral tersebut. Tapi sayangnya belum ada patokan untuk menghitung seberapa berharganya kandungan mineral berharga nan langka tersebut.

Ketika kita tanya apa sih hebatnya rare earth tersebut? Kami dijelaskan kurang lebih gini. Rare earth ini bisa digunakan untuk pengembangan teknologi tinggi. Anggaplah pembuatan kapal siluman yang tidak bisa terdeteksi radar, ini dibuat menggunakan rare earth.

Sayang saya tidak ada studi seberapa mahal potensi rare earth tersebut dan bagaimana menghitung konversi dari Monazite ke cerium (Ce), lanthanum (La), neodymium (Nd) dan Y (Yttrium).

5. Proses Pemurnian
Lembaran timah tadi ditambah dengan crytalizer dan electrolytic refining dicetak dalam bentuk logam timah seperti emas balok tapi jauh lebih besar. Logam timah ini mereka sebut dengan istilah Ingot. Satu ingot ini kurang lebih hampir 1 ton beratnya.

Setelah jadi maka ingot disimpan di gudang dan nantinya dikirimkan ke pembeli.

Dalam kunjungan tersebut saya sangat berasa mereka menekankan mereka sangat peduli dengan proses reklamasi baik didarat ataupun di laut. Kami dibawa ke suatu tempat taman yang asri, mereka jelaskan bahwa ini adalah hasil reklamasi dari bekas tambang timah yang sudah selesai dioperasikan. Semua biaya reklamasi mereka tanggung dengan budget yang sudah mereka persiapkan.

Untuk laut juga mereka ada proses reklamasi dimana mereka bangun tumbu karang buatan mereka. Itulah kenapa pada hari terakhir ketika kami site visit ke area penambangan laut kami diberikan kesempatan untuk eksplorasi laut mereka. Buat peserta yang berminat diving disediakan fasilitas diving untuk melihat keindahan laut di Bangka dan melihat hasil eksplorasi laut mereka.

Terkait kondisi apa yang membuat harga komoditas Timah lagi menarik menjadi sebuah insight baru bagi kami para investor yang datang. Kami dijelaskan bahwa harga timah saat ini lagi tinggi karena kondisi geopolitik Myanmar. Myanmar adalah salah satu produsen besar timah. Mungkin bisa dibilang bahwa customer timah terbesar dunia yaitu China, Myanmar adalah supplier nomor dua terbesar timah ke China setelah Indonesia. Bahkan ada seorang teman menjelaskan Malaysia import timah dari Kongo itu cuma label saja, sebenarnya itu ambil dari Myanmar. Untuk hal terakhir saya tidak tahu apakan itu benar atau tidak benar. Tapi intinya Myanmar adalah salah satu supplier timah berpengaruh di dunia. Kondisi geopolitik di Myanmar membuat masalah supply di industri timah global. Detailnya bisa baca di link : https://cutt.ly/KrS680n6

Rangkumannya sebagai berikut:
• The United Wa State Army (UWSA), kelompok etnis kuat di Myanmar memberhentikan produksi timah di Tambang Wa sejak Agustus 2023.
• Tambang Wa adalah produsen lebih dari 70% timah di Myanmar. Sehingga menjadi hal yang wajar berhentinya produksi timah di Tambang Wa membuat hilangnya supply timah dari supplier terbesar nomor 2 timah ke China.
• China yang takut kehilangan pasokan mulai menumpuk persediaan timah agar smelter mereka tetap bisa beroperasi. Sehingga ketika supply bermasalah dan demand meningkat karena takut kekurangan supply membuat harga timah dunia naik setelah masalah tersebut.
• China berusaha mengurangi ketergantungan import dari Myanmar karena masalah ini dan katanya sih ambil dari Kongo. Tapi dari obrolan kemarin katanya timah Kongo itu sebenarnya timah selundupan dari Myanmar. Entah itu benar atau tidak saya tidak bisa buktikan karena itu juga dari penjelasan seorang teman ketika acara ngobrol-ngobrol santai tersebut.

Sekarang yang menjadi seru, kalau kita baca berita :https://cutt.ly/krS682GZ.

Dikatakan Tambang Wa kemungkinan akan mulai bisa beroperasi kembali akhir tahun 2025. jika ini terjadi maka tentu masalah supply akan teratasi dan harga timah akan tertekan turun karena masalah supply teratasi. Dengan catatan jika ini benar terjadi.
Jadi gimana game plan jika kita mau investasi di TINS?
• Perhatikan RKAB TINS, kalau terus ditekan turun ya mau gimana bisa bagus kecuali harga timahnya lebih baik. Apakah kedepannya RKAB akan lebih baik? Melihat kondisi sekarang rasanya pihak pemerintah lebih senang alokasi RKAB ke pihak swasta.
• Perhatikan berita ganti rugi ke negara dari kasus hukum Harvey Moeis. Jika ganti rugi masuk ke TINS maka ini mendapatkan jackpot tersendiri. Link : https://cutt.ly/zrS682fS.
Jika tuntutan TINS berhasil maka pergantian triliunan rupiah tentu menjadi story menarik bagi TINS. Tapi entahlah ada simpang siur berita kalaupun dibayarkan maka digunakan untuk menyelamatkan BUMN bermasalah lain. Saya tidak paham apakah bisa begitu jika TINS yang tuntut masa uang ganti rugi bisa pergi ke BUMN lain. Logika saya tidak bisa, tapi melihat berbagai keajaiban yang terjadi di kebijakan sang penguasa, rasanya apapun mungkin terjadi. Tapi saya rasa kasus hukum tersebut bisa terus diikuti.
• Kondisi geopolitik Myanmar, jika Tambang Wa benar kembali beroperasi maka menjadi hal yang wajar jka harga komoditas timah dunia turun dan rasanya bukan menjadi sentimen positif untuk TINS.
• Kebijakan pemerintah untuk penjualan mineral rare earth. Apakah harga jual menarik lalu apakah PT Timah boleh menjualnya atau harus lewat lembaga lain? Jika ternyata kalkulasi menarik maka bisa saja menjadi sentimen menarik untuk TINS kedepannya.

Jadi apakah TINS menarik atau tidak? Silahkan decide masing-masing ya. Saya hanya mencoba menyampaikan rangkuman informasi dari acara site visit kemarin.

-THOWILZ-

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy